Beramal Untuk Saudara Yang Sakit Meski Gaji Dipotong

Beramal Untuk Saudara Yang Sakit Meski Gaji Dipotong

PORTALNTT.COM, KOTA KUPANG - Dalam rangka pemutakhiran data peserta Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) khususnya segmen Pesert

Peringati HUT Polwan ke-70, Jajaran Polres Sumba Barat Laksanakan Upacara
Jangan Takut Biaya Berobat Selama Ikut Prosedur
SMKN 7 Kota Kupang Gelar LDKS Kepada Siswa Baru

PORTALNTT.COM, KOTA KUPANG – Dalam rangka pemutakhiran data peserta Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) khususnya segmen Peserta Penerima Upah (PPU), BPJS Kesehatan menjemput bola dengan menggunakan mobil khusus yaitu Mobile Customer Service (MCS) di lingkungan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

MCS merupakan suatu inovasi BPJS Kesehatan dalam memberikan kemudahan pada masyarakat untuk mengakses pelayanan kepesertaan program JKN-KIS.

“Kalau saya sih melihat respon teman-teman di sini senang ya. Kalau bisa ke depannya bisa rutin, sebulan sekali atau nggak minimal per semester. Menurut saya, lebih bagus lagi jika dilakukan secara berkala apalagi dengan jemput bola seperti ini. Mengingat kapasitas kantor di sana yang pastinya sudah penuh untuk melayani masyarakat umum. Untuk instansi-instansi sebaiknya memang harus dijemput bola dengan layanan MCS ini,” kata Jasier Goerbada Kepala Subbagian SDM BPK Perwakilan Provinsi NTT.

Layanan MCS yang dibuka di halaman samping kantorBPK ini melayani pendaftaran sebagai peserta, pencetakan kartu, penambahan atau pengurangan jumlah anggota keluarga, perubahan data fasilitas kesehatan dan juga menjadi tempat pemberian informasi terbaru seputar program JKN-KIS kepada pegawai-pegawai BPK tanpa perlu datang ke kantor BPJS Kesehatan.

Peserta yang berhasil diwawancarai disela-sela aktivitas MCS ini adalah Fanny dan Dana. Kedua pegawai BPK ini ketika ditemui baru saja melakukan perubahan faskes, yang awalnya terdaftar di tempat tinggal mereka di luar Kota Kupang, sekarang berpindah ke faskes di Kota Kupang. Kedua anak muda ini mengaku belum pernah memanfaatkan Kartu Indonesia Sehat karena sampai saat ini masih sehat walafiat.

“Jujur aja saya belum pernah menggunakan Kartu Indonesia Sehat ini. Jangan sampai sakit deh saya. Program ini menurut saya seperti asuransi yang diwajibkan untuk seluruh masyarakat Indonesia dan juga sebagai bentuk investasi kesehatan. Dengan subsidi silang ini, iuran dari kita-kita yang sehat inilah yang akan membantu masyarakat lain yang sedang membutuhkan pengobatan dan perawatan,” jelas Dana pria berdarah Bengkulu ini.

Secara prinsip, BPJS Kesehatan memakai prinsip gotong royong yaitu yang tidak sehat dapat dibantu yang sehat, yang kaya membantu yang miskin, dan yang muda ikut membantu yang tua.

“Kalau ditanya keberatan apa nggak gaji saya dipotong untuk iuran BPJS, saya bilang saya sama sekali nggak keberatan. Dari kita untuk kita juga kan. Istilahnya kita nyumbang nih, kalau misalkan kita nggak pakai kan, kita juga beramal untuk teman-teman kita yang membutuhkan,” tutur Fanny. (Ir)

Komentar Anda?

COMMENTS

DISQUS: 0