BKH: “Saya Mau Tampil Asli, Tidak Munafik dan Tipu Masyarakat”

BKH: “Saya Mau Tampil Asli, Tidak Munafik dan Tipu Masyarakat”

PORTALNTT.COM, KEFAMENANU - Calon Gubernur NTT nomor urut 3 Benny K Harman (BKH) dalam setiap kesempatan kampanye dialogis bersama masyarakat mengatak

Ketua POT : Jonas Salean Curhat Tentang Krisis Air di Rujab
Putusan Panwas Tak Boleh Dibatalkan Bawaslu
Paket Sasando Akan Berdayakan Wanita Untuk Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan di Rote Ndao

PORTALNTT.COM, KEFAMENANU – Calon Gubernur NTT nomor urut 3 Benny K Harman (BKH) dalam setiap kesempatan kampanye dialogis bersama masyarakat mengatakan dirinya selalu mau tampil asli, tidak munafik dan tipu masyarakat.

“Banyak yang bilang saya kurang senyum. Saya jawab bahwa saya tidak bisa senyum buat-buat. Saya mau tampil asli, tidak munafik dan tipu masyarakat,” tegas BKH saat kampanye dialogis di Kefamenanu, Senin (9/4).

Bagi BKH, Pemimpin itu harus kenali dirinya, kemampuannya dan berbuat yang terbaik bagi masyarakat dengan potensi diri selagi masih diberikan kesempatan.

“Hidup ini adalah kesempatan. Gunakan kesempatan ini untuk berbuat baik bagi banyak orang atau masyarakat,” kata mantan ketua komisi III DPR RI ini.

Untuk itu Ia rela meninggalkan segala kemewahan di Jakarta dan kembali ke NTT untuk membantu masyarakat NTT, mengatasi persoalan yang selama ini membelenggu masyarakat.

“Gaji Anggota DPR RI 80 juta, gaji Gubernur 7.5 juta, saya tinggalkan. Kemewahan itu ada di Jakarta saya tinggalkan, kalau mau cari duit di Jakarta bukan NTT. Saya kembali ke NTT untuk melayani bapak ibu semua, memajukan NTT,” tegas BKH.

Dia menjelaskan pada Pilgub kali ini bersama calon wakil Gubernur Benny A Litelnoni telah menyusun visi misi yang akan dijalankan lima tahun ketika terpilih nanti.

“Kami memiliki visi menjadikan NTT provinsi yang aman, adil, sejahtera bagi rakyat sehingga bagaimana selesaikan masalah yang buat rakyat NTT tidak maju dan tidak sejahtera,” kata pria lulusan Doktor hukum Universitas Indonesia ini.

Menurutnya, NTT secara Nasional termiskin urutan 3, dengan komposisi 80% penduduk NTT berprofesi petani (petani, nelayan, peternak) dan terjadi ketimbangan pendapatan perkapita yang mana di desa cuma 6 juta/tahun sedangkan kota 17 juta/tahun.

“Ke depan kami, paket Harmoni akan memajukan petani, nelayan, dan peternak. Untuk wujudkan Petani sejahtera, Paket Harmoni akan meluncurkan Kartu petani sejahtera yang memiliki beberapa manfaat unggulan yakni untuk meminjam modal sampai 10 juta, jaminan dapatkan pupuk, benih, obat-obatan, pemegang dapat ikuti pelatihan di BLK untuk perdalam ketrampilan, menjamin pembelian harga hasil pertanian dengan bekerja sama dengan BUMN dan asuransi gagal panen, anak-anak petani dipriroritaskan mendapatkan beasiswa membantu pendidikan,” jelas BKH.

Lebih lanjut BKH mengatakan paket Harmoni punya strategi atasi pengangguran dengan membuka 100 ribu lapangan kerja melalui BLK di setiap kota/kabupaten untuk dipekerjakan di sektor formal dan non formal.

Melalui BLK, kata BKH, para anggkatan kerja dapat berwirausaha sesuai dengan keterampilan yang dimiliki, dan kita akan memberi modal usaha tanpa jaminan (sesuai 5 program unggulan Harmoni).

“Saya datangi langsung ke desa-desa, sebagai komitmen membangun NTT tidak seperti calon lain yang hanya sampai di kota kecamatan,” pungkas Anggota DPR RI 3 periode.

Mendengar apa yang disampaikan calon Gubernur NTT nomor urut 3, masyarakat begitu antusias dan menilai program paket Harmoni memang tepat sasaran karena sesuai fakta yang dialami masyarakat.

Fransiskus Lauabatan dalam kesempatan itu mengeluhkan minimnya sarana pertanian, dan minimnya sumber air sehingga diharapakn agar jika Harmoni terpilih bisa dapat melanjutkan program Gubernur sekarang Frans Lebu Raya dan menjalankan program yang pro rakyat.

Mikael Kanam, salah satu warga lainnya mengaku banyak lahan tidur yang belum diberdayakan Pemerintah sehingga warga juga terkesan “tidur”.

“Kami ingin membangun bendungan dan irigasi tapi terkendala dana meski sudah swadaya tapi tida berhasil maka kami tidak memiliki ketersediaan air untuk mengairi sawah warga,” keluh Kanan.

Henderikus Manek Usboko, Tokoh Masyarakat meminta Harmoni jika terpilih menjalankan program pembukaan lapangan kerja karena banyak pemuda desa setempat tidak punya pekerjaan, dan ia meminta mengatasi masalah air bersih.

Meespon itu, BKH mengatakan masalah air bersih, jalan, jembatan, listrik sudah masuk program prioritas.

Terkait lahan tidur, kata BKH tidak harus sawah, tapi bisa tanam jagung, sorgum. Untuk meningkatkan ekonomi warga, bisa juga yang lulus sarjana pertanian bisa berkontribusi.

Jika singkong, jagung dan ikan melimpah, menurut BKH maka kita akan dapat membangun pabrik pakan ternak untuk mendukung peternakan.

“Jika ada program Pemrintah sebelumnya yang gagal akan kita perbaiki, dan yang bagus akan kita lanjutkan. Misalkan Anggur Merah program Lebu Raya jika bagus akan dilanjutkan dengan inovasi terbaru,” katanya.

BKH berjanji jika terpilih ataupun kalah, ia akan datang kembali.

“Saya datang kesini karena saya mencintai Bapak/mama, jika semata-mata cari suara tidak mungkin saya datan ke sini,” ujar BKH.

Lebih jauh dijelaskannya, Filosofi Harmoni yaitu Keharmonisan hubungan dengan pencipta, Keharmonisan hubungan dengan lingkungan dan Keharmonisan hubungan dengan sesama manusia.

Diakhir kampanye BKH bernyanyi lagu berjudul Hidup adalah kesempatan bersama warga. warga pun antusias berbaur dengan BKH dan rombongan. (Epy)

Komentar Anda?

COMMENTS

DISQUS: