BPJS Kesehatan Atambua Rangkul Guru Agama se-kabupaten Timor Tengah Selatan

BPJS Kesehatan Atambua Rangkul Guru Agama se-kabupaten Timor Tengah Selatan

Makodim 1613/SB Gelar Upacara Peringatan Sumpah Pemuda ke-89
Debat Paslon Part II, Paket Bereun Utamakan Grand Design Air Untuk Kebutuhan Masyarakat Flotim
Tingkatkan Kemampuan Anggota, Polres Sumba Barat Gelar Simulasi Pengamanan Pilkada

PORTALNTT.COM, SOE – BPJS Kesehatan Cabang Atambua memberikan sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) kepada para guru agama se-Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Senin (05/11). Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat setempat tentang pentingnya jaminan kesehatan, baik yang sudah menjadi peserta Program JKN-KIS maupun yang belum menjadi peserta.

“Sosialisasi yang diberikan berupa informasi tentang keuntungan dan kelebihan dari program ini, bagaimana menjadi peserta, hak dan kewajiban, bagaimana alur pelayanan yang diberikan kepada peserta sehingga tidak terjadi permasalahan di lapangan pada saat kita mau memanfaatkan kartu JKN-KIS yang dimiliki,” tutur Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan I Putu Ferry Ranita Satria Wibawa kepada tim Jamkesnews usai memberikan paparan kepada 273 orang guru agama yang hadir.

Ia menambahkan, dengan merangkul peran serta guru agama, diharapkan mereka dapat meneruskan informasi tersebut kepada anak didiknya melaluin pendekatan moril. Salah satunya dengan mengingatkan bahwa Program JKN-KIS mengusung prinsip gotong royong, dimana peserta yang sehat membantu peserta yang sakit. Untuk itu, generasi muda diharapkan turut ambil bagian dalam menjaga kesinambungan Program JKN-KIS lewat hal-hal yang sederhana, misalnya menjaga kondisi fisik agar tetap sehat, sehingga iurannya bisa digunakan untuk membantu lebih banyak peserta yang sakit.

“Kegiatan sosialisasi JKN-KIS kepada guru-guru agama se-Kabupaten TTS di Soe ini kami harapkan dapat diteruskan kembali kepada seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten TTS dalam kegiatan-kegiatan penyuluhan keagamaan di desa maupun di kecamatan, melalui kerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten TTS,” tutup Ferry.

Sementara itu, menurut salah satu peserta sosialisasi yang sekaligus menjadi moderator pada kegiatan sosialisasi tersebut, Yosef Bria Tahuk, adanya sosialisasi ini membantu pihaknya memahami lebih dalam mengenai Program JKN-KIS.

“Kami akan berupaya memberikan informasi kepada masyarakat sekitar. Dan jika kita sudah terdaftar tapi tidak menggunakan kartu JKN-KIS, itu artinya iuran yang kita bayarkan setiap bulan dipergunakan untuk membantu orang lain yang membutuhkan. Semoga kita senantiasa diberikan kesehatan, agar kita memiliki kesempatan untuk menolong saudara kita yang benar-benar membutuhkan,” ungkapnya.

Komentar Anda?

COMMENTS

DISQUS: 0