Home / Ekbis / Capai Target 98 Persen, Manager Kopdit Swasti Sari Kupang Kota Optimis di Tahun 2018

Capai Target 98 Persen, Manager Kopdit Swasti Sari Kupang Kota Optimis di Tahun 2018

341 Kali dibaca

Bagikan Halaman ini

PORTALNTT.COM, KOTA KUPANG – Menahkodai Koperasi Kredit (Kopdit) Swasti Sari sejak tanggal 1 Juli 2017, Martin Daton Iker, Manager Kopdit Swasti Sari cabang Kupang Kota langsung tancap gas. Bagaimana tidak, dengan waktu yang terbilang singkat, Martin mampu menunjukkan dedikasinya yang luar biasa bagi lembaga.

Berkat kegigihan yang ditanamkan pada seluruh staf, capaian target yang diamanatkan oleh badan pengurus dan seluruh anggota dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) di tahun 2016 kemarin mampu diwujudkan dengan hasil yang membanggakan.

Ada kurang lebih 13 indikator untuk menentukan keberhasilan dari sebuah kantor cabang. Salah satunya jumlah anggota karena dengan pertambahan anggota maka akan kait mengait dengan indikator lainnya.

“Jumlah anggota yang ditargetkan pada saya dan seluruh teman-teman itu 3857 orang. Sejak dipercayakan jadi manager pada tanggal 1 Juli 2017 hingga tutup buku di bulan ini, jumlah anggota yang berhasil kami himpun kurang lebih 3468, jadi 98 % yang tercapai. Itu salah satu indikator menyangkut keanggotaan karena jika anggota bertambah maka menambah aset dan aset itu termuat di dalamnya beberapa indikator lainnya,” jelas Martin Putra Adonara ini pada portalNTT di ruang kerjanya, Sabtu (23/12/2017).

Pada prinsipnya, Martin menjelaskan Ia bersama 64 karyawan berjalan diatas aturan dengan sebuah target dan pencapaian telah diputuskan oleh Rapat anggota tahunan di tahun 2016 kemarin.

“Kami memiliki komitmen yang kuat, bagaimana kami akan memperbanyak atau menghadirkan sejumlah orang menjadi anggota dan selaku pemilik lembaga ini,” ungkap Martin dengan penuh optimis.

Dijelaskan, jumlah anggota saat ini yang mencapai 40 ribuan sudah menggunakan jasa lembaga ini secara baik sehingga selaku manager, Dia memiliki tanggungjawab untuk bagaimana memberikan pelayanan yang maksimal kepada segenap anggota, karena anggota sejatinya adalah pemilik lembaga ini.

“Sekitar 60 atau 70% yang sudah menggunakan jasa baik lembaga ini. Kami akan melakukan pengembangan-pengembangan ke depan seperti perluasan tempat-tempat pelayanan, pembiayaan fasilitas-fasilitas dan juga pembiayaan tenaga-tenaga yang ada,” kata mantan manager cabang Oesao ini.

Ditanya tentang kendala, Martin mengaku selain keberhasilan yang dicapai masih ada kendala, salah satunya yaitu bagaimana mempersatukan komitmen dari 64 karyawan untuk lebih elegan dalam melangkah mewujudkan hal-hal prioritas yang diamanatkan dalam RAT nantinya.

“Ini juga bukan menjadi kendala yang satu-satunya tetapi saya akan menghimpun dan merangkul semuanya, tinggal di tahun 2018 kami akan melangkah lebih baik lagi dan komitmen kami untuk Bagaimana lembaga menjadi baik ke depan sangat banyak diantaranya mencoba melakukan rapat koordinasi,” katanya.

Selain itu Dia menambahkan yang menjadi kendala itu terbatasnya ruang gerak yang semestinya menurut Martin, ruang itu harus diberikan agar pemimpin bisa melakukan Inovasi dan kreativitas demi kemajuan lembaga.

“Tetapi kami tidak diberi kebebasan semaksimal mungkin, tetapi inilah menjadi tantangan kami. Salah satu jalan yang mungkin kami belum berani untuk melangkah tetapi Kami berkomitmen kalaupun 2018 ada kemungkinan yang bisa kami tempuh tetapi di luar di aturan tentang eksekusi tetapi mengerjakan hal positif demi kelancaran dan berkembangnya kopdit swastisari khusus di kota ini, kami akan lakukan,” tutup manager terbaik 2 periode ini. (Jefri)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini