Delapan Jam Penuh ‘Sengsara’, Peserta TdT Akhirnya Capai Garis Finish

Delapan Jam Penuh ‘Sengsara’, Peserta TdT Akhirnya Capai Garis Finish

PORTALNTT.COM, ATAMBUA - Kurang lebih delapan jam lamanya, dengan perjuangan yang penuh 'sengsara', karena harus melewati medan yang sangat menanjak d

Trump Tower, Objek Wisata yang Paling Diburu Turis New York
Bupati Nagekeo Dukung Penuh Tour de Flores 2017
Menpar Bersama Mendagri Launching Hari Nusantara 2016

PORTALNTT.COM, ATAMBUA – Kurang lebih delapan jam lamanya, dengan perjuangan yang penuh ‘sengsara’, karena harus melewati medan yang sangat menanjak dan menantang para pembalap Peserta Tour di Timor (TdT) yang melintasi jarak tempuh 76 km dari titik star di Betun (09.00 wita), Malaka, akhirnya tiba di Simpang Lima Atambua, sekitar pukul 16.00 Wita. Saat mencapai garis finish, para peserta disambut meriah masyatakat, juga drum band dari anak-anak SMA, sambil diarak ke panggung di lapangan umum Atambua, Sabtu (9/12).

Di pintu masuk, para bikers pun mendapat sapaan adat sebagai penghormatan kepada para tamu. Selanjutnya para bikers dikalungi tais dan selendang Belu oleh Bupati Belu Wily Lay didampingi Kadis Pariwisata NTT Marius Ardu Jelamu dan Perwakilan dari Kementerian Pariwisata serta perwakilan dari TNI dan Polri.

Para bikers jg disuguhkan sirih pinang kehormatan dari masyarakat Belu yang diwakili oleh tokoh adat.

Dalam sambutannya Bupati Wily Lai menyampaikan selamat datang kepada para bikers Tour di Timor di Bumi Rai Belu.

“Selamat datang di Tanah Rai Belu. Terima kasih sudah mampir melihat daerah kami agar bisa dipromosikan ke dunia terutama pariwisata dan budayanya,” kata Wily Lay.

Selain mengapresiasi upaya para bikers menaklukan jarak tempuh yang jauh ke Belu, Wily Lay juga menyatakan akan bersepeda menghantar para bikers dari titik star di Motaain bersama club sepedanya, yang berjumlah sekitar belasan orang.

“Saya pernah bersepeda dari Atambua ke Kupang, jadi saya juga bikers. Karena itu, besok bersama club sepeda saya akan hantar para bikers dari titik star,” tutur Wily Lay.

Wily juga mengusulkan agar Tour di Timor tahun 2018 tidak digelar di bulan Desember karena musim hujan.

“Bisa dipertimbangkan untuk tidak dilaksanakan di musim hujan,” katanya, dan berharap para bikers tiba di garis finis dengan selamat.

Bikers dari Selandia Baru, Mr Alex dalam testimoninya mengaku sangat menikmati panorama alam dan potensi wisata dan budaya masyarakat Malaka dan Belu. “It is very wonderful,” ujarnya.

Minggu (10/12/2017) besok, para bikers akan menempuh touring di etape kedua dari Motaain ke TTU melintasi wilayah utara dengan titok singgah di Wini dan Tanjung Bastian. (*/PN)

Komentar Anda?

COMMENTS

DISQUS: 0