Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT Dinonaktifkan Dari Jabatannya

Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT Dinonaktifkan Dari Jabatannya

PORTALNTT.COM, KOTA KUPANG - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat melakukan pertemuan tertutup dengan para pejabat Bank NTT, S

Dihantam Badai, Empat Selamat Lima Meninggal Dunia di Perairan Pantai Oa Flotim
Kampung Adat Manola Desa Tena Teke Terbakar Disambar Petir
Pelatihan kompetensi Pengawas Sekolah dan Kepsek

PORTALNTT.COM, KOTA KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat melakukan pertemuan tertutup dengan para pejabat Bank NTT, Selasa (17/9/2019) di kantor Bank NTT Pusat.

Pertemuan tersebut dalam rangka membahas progres pencapaian Bank NTT hingga Agustus 2019.

Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini menyebutkan dalam pertemuan tersebut, diputuskan Direktur pemasaran kredit Absalom Sine di Non aktifkan dari jabatan dan Benny Pellu (Kepala Divisi Kredit) diberhentikan dari jabatan.

Direktur utama (Dirut) Bank NTT, Izak Eduard Rihi yang coba dikonfirmasi terkait informasi tersebut menjelaskan kebenaran kunjungan Gubernur ke Bank NTT untuk untuk memastikan pengelolaan Bank sesuai prinsip-prinsip, GCG, target RBB.

“Betul Bapak Gubernur kunjungi bank NTT untuk memastikan pengelolaan bank sesuai prinsip-prinsip GCG, target RBB. Memang ada keputusan seperti itu dan terkait keputusan lebih lengkap tentang posisi Direktur kredit bisa konfirmasi dengan Komisaris,” ungkap Izak Eduard Rihi melalui melalui pesan WhatsApp, Kamis (20/9/2019).

Sementara itu Komisaris Utama Bank NTT, Juvenile Jodjana, seperti dilansir indonesiakoran.com, seusai pertemuan tersebut mengatakan pertemuan bersama gubernur dalam rangka membahas progres pencapaian Bank NTT hingga Agustus 2019.

“Kami juga membahas tentang tantangan yang akan dihadapi ke depan, terutama bagi kami para pengurus yang baru dilantik, serta beberapa keputusan yang akan diambil dalam waktu dekat,” papar Komisaris Utama Bank NTT, Juvenile Jodjana.

Jodjana mengakui selain itu, pembahasan juga terkait upaya percepatan transformasi dalam Bank NTT, khususnya terkait masalah pencapaian target laba bersih bank.

“Pak Gubernur berharap, kita bekerja maksimal di sisa waktu tiga bulan lebih ini. Meskipun tak mudah, apalagi bagi kami pengurus yang baru dilantik,” ujar Jodjana.

Terkait target laba akhir tahun yang mencapai Rp 500 miliar, diakui Jodjana, progres belum sesuai harapan. Salah satu kendalanya, kepengurusan baru dilantik tiga bulan ini dan butuh penyesuaian di berbagai aspek. Meski demikian, pihaknya terus berusaha untuk melakukan penyesuaian agar angkanya lebih realistis dan wajar.

“Saat ini laba kotor Bank NTT dari bulan Januari hingga Agustus 2019 sudah mencapai Rp 260 miliar. Angka ini sudah melebihi pendapatan tahun lalu pada bulan yang sama. Dan, secara pertumbuhan industri, perbandingan antara industri, kita di atas pertumbuhan industri. Hanya, Pak Gubernur mengharuskan Bank NTT mesti jauh lebih lagi,” bebernya.

Jodjana menambahkan, pertemuan tersebut juga membahas tentang kredit-kredit macet yang selama ini terjadi.

“Gubernur menghendaki dibentuk tim khusus untuk menangani masalah kredit macet ini. Dan, kami sudah melibatkan pihak ketiga dan pihak berwajib untuk menangani masalah kredit macet ini,” pungkas Jodjana. (Jefri)

Komentar Anda?

COMMENTS

DISQUS: 0