Gubernur NTT Resmikan Kantor Bank NTT Cabang Sumba Barat

Gubernur NTT Resmikan Kantor Bank NTT Cabang Sumba Barat

PORTALNTT.COM, WAIKABUBAK - Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya meresmikan gedung kantor Bank NTT Cabang Sumba Barat, Jum'at (16/3/2018). Turut hadir B

TMMD Hari ke-12, Pekerjaan Fisik mencapai 70 Persen
Pemuda Buyasuri Idolakan Winners Pimpin Lembata
Kota Kupang Berpotensi Tsunami
PORTALNTT.COM, WAIKABUBAK – Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya meresmikan gedung kantor Bank NTT Cabang Sumba Barat, Jum’at (16/3/2018). Turut hadir Bupati dan wakil Bupati Sumba Barat, Sekda, OPD, kepala bank NTT cabang Sumba Barat, forkompinda Sumba Barat, persit kartika chandra kirana kodim 1613/SB, ketua bhayangkari polres SB, Para Undangan, siswa/i SD.
Gubernur NTT Drs. Frans Lebu Raya dalam sambutannya menyampaikan, keramatamahan itu yang harus kita jaga di Sumba Barat karena memiliki hotel nomor satu di dunia, oleh karena itu harus dilestarikan untuk menarik turis manca negara dan Sumba Barat sebagai kabupaten pariwisata di mata dunia.
Lebu Raya mengatakan, ia akan mengakhiri tugasnya sebagai Gubernur sehingga Ia mengharapkan pengantinya dapat bekerja semakin hari semakin baik. Bagainana pihak ketiga bisa menyalurkan kepada masyarakat untuk membangun usaha, ekonomi supaya kehidupan dari waktu ke waktu semakin lebih baik.
“Kita bersyukur di NTT secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi kita 4 tahun terakhir menunjukkan bahwa jauh lebih tinggi di atas rata-rata nasional. Peran BI dengan tim inflasinya terus ditingkatkan supaya inflasi di daerah ini semakin terkendali. Februari kemarin ternyata terjadi deflasi di daerah ini yang disumbangkan oleh angkutan darat.  Gunakan jasa bank NTT karena hadir untuk mendorong percepatan pembangunan di daerah ini dengan cara penyaluran kredit dimana-mana, syaratnya dipermudah dan lebih cepat sehingga orang-orang lebih tertarik datang di bank ini.
Bank NTT itu tidak ada kesombongan pelayanan harus santun, sopan, ramah sehingga nasabah hadir di bank NTT ini,” tegas Gubernur.
Terkait Pilkada, kata Lebu Raya, harus dijaga agar berlangsung dengan damai, rukun karena pesta demokrasi ini 5 tahun sekali.
“Pilihlah sesuai hati nurani masing-masing demi Nusa Tenggara Timur yang kita cintai,” kata Lebu Raya mengakhiri sambutannya.
Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole, mengatakan proses pembangunan sampai diresmikan gedung bank NTT waikabubak memakan waktu yang cukup lama selama 23 bulan, permasalahan dikarenakan oleh kontraktor.
“Gedung ini di bawahnya air tidak ada henti-hentinya karena musim hujan. Dengan adanya gedung baru yang lebih megah ini dapat memacu semangat dan memberikan pelayanan kepada masyarakat dan nasabah lebih baik lagi,” kata Dapawole.
Pemerintah Sumba Barat, kata Dapawole, berharap besar dan menghimbau agar peranan dunia perbangkan khususnya bank NTT cabang Waikabubak sepenuhnya mendukung aktif peningkatan aktifitas kesejahteraan masyarakat melalu ekonomi kerakyatan dalam mengatasi kemiskinan di Sumba Barat.
Pejabat yang mewakili Dirut Bank NTT, Harry Alex Riwu mengatakan peresmian kantor bank NTT cabang Sumba Barat merupakan suatu kehormatan dan peristiwa sejarah bank NTT Waikabubak karena dihadiri langsung Gubernur NTT. Catatan sejarah berikutnya bahwa keberadaan Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat, dukungan dari DPR Sumba Barat (SB) dalam komitmen membangun bank NTT. Pemerintah SB saat ini menjadi pemegang saham terbesar dalam kelompok 6 besar pemegang di bank NTT.
“Sejak 1 April 1992 membuka pelayanan di Waikabubak status cabang pembantu. 17 Juli 2002 dari status cabang pembantu menjadi kantor cabang bank NTT Waikabubak.
2009 pertumbuhan yang terjadi SB kesempatan untuk memperluas jaringan kantor cabang pembantu waikabubak di SBD, Anakalang Sumba Tengah. 1 oktober 2010 penambahan jaringan kantor kas di kantor Bupati SB,” jelas Alex Riwu.
Saat ini kata Alex Riwu, penambahan jaringan kantor terus berkembang seiring perkembangan ekonomi di SB. Unit simpan pinjam desa di kecamatan Tanarighu dan Lamboya. Wilayah SB ada 4 jaringan kantor yaitu Waingapu, Anakalang, Waikabubak dan Waitabula. 4 unit cabang pembantu yaitu di Melolo, Gongi, Elopada dan Lewa.kl Kantor kas 8 unit tersebar di seluruh wilayah Sumba. ATM sebanyak 21 unit.
“Tahun 2017 pencapai hasil 10,4 Triliun, penghimpunan dana pihak ketiga 7 T, sedangkan kredit yang diberikan 7,9 T. Posisi Maret tanggal 12  aset kita 11,2 T. Perkembangan dana pihak ketiga tumbuh 7,800 M sedangkan kredit penurunan dari 7,9 menurun 7,6 T ini terjadi karena proyek-proyek pemerintah yang dibiayai berakhir pada periode Desember 2017,” urai Alex Riwu.
Menurutnya posisi SB sebagai pemegang saham terbesar ke 6 dengan total penyetor mudal kurang lebih 55 M. Devide/diterima tahun ini kurang lebih 10 M, masih sementara di audit.
Sementara kepala BI perwakilan NTT, Naek Tigor Sinaga menyampaikan sungguh bangga bisa hadir dalam peresmian bank NTT cabang Waikabubak dan saat hadir pula Gubernur NTT.
Menurutnya perbangkan terutama yang ada di wilayah provinsi NTT menunjukan pertumbuhan yang sangat mengembirakan.
Kalau pada bulan Febuari terakhir 2018 aset perbangkan mencapai angka 33,52 T, berarti tumbuh sebesar 15,3% jauh di atas pertumbuhan nasional yang hanya sekitar 10-11%.
“Kalau kita fokus lagi kabupaten SB ternyata aset perbangkan Februari 2018 level provinsi tumbuh 15,3 disl Sumba Barat 18,3% itu dari sisi aset. Dunia perbangkan itu identik dengan aset dana pihak ketiga dihimpun serta kredit yang disalurkan, dana pihak ketiga di SB periode yang sama Februari 2018 tumbuh dibandingkan tahun sebelumnya hampir 19,8% dan ini pertumbuhan yang tertinggi dibandingkan di kabupaten lainya di pulau Sumba,” kata Sinaga.
Ia mengharapkan pemerintah daerah berkolaborasi dengan perbangkan karena komposisi perkeditan masih sangat kecil masih di bawah 2%. Ini menunjukkan potensi-potensi yang dibiyai perbangkan.
“Tentunya kami dari BI menjaga kwalitas keuangan negara di tangan masyarakat. Harapan masyarakat baik di pulau terluar maupun perbatasan dapat menikmati kwalitas uang yang layak edar. Data menunjukkan bahwa 2017 sudah lebih 2 T kami tarik uang-uang tidak layak edar kami ganti uang baru sampai dengan 2017 tercatat tidak kurang dari 9 T di delapan kas titipan. Tidak kurang peningkatan 53,5% uang tidak layak edar kami musnahkan,” kata Sinaga. (Mus)

Komentar Anda?

COMMENTS

DISQUS: 0