Home / Daerah / Hindari Virus Covid-19, Penandatanganan Pakta Integritas Penerimaan Polri Secara Online

Hindari Virus Covid-19, Penandatanganan Pakta Integritas Penerimaan Polri Secara Online

164 Kali dibaca

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]

PORTALNTT.COM, KOTA KUPANG – Dalam rangka menghindari penyebaran Virus Covid19, Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) selaku penyelenggara penerimaan Polri tahun 2020 harus menjalani proses-proses secara online. Rabu (8/4/2020) digelar pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas penerimaan terpadu bidan dan perawat di aula Rupatama lantai III Mapolda NTT.

Prosesi ini dipimpin Irwasda Polda NTT, Kombes Pol Yavip Yulianto dan Karo SDM Polda NTT, Kombes Pol Riyadi Nugroho.
Tidak ada kumpulan massa dalam prosesi ini.

Acara hanya menghadirkan perwakilan peserta, perwakilan orang tua/wali, panitia dan pengawas.

Jarak duduk masing-masing pun diatur berjauhan. Ruangan yang biasanya bisa menampung 200 peserta hanya diisi sekitar 20 orang. Seluruh yang hadir pun wajib memakai masker.

Sarana komputerisasi disiapkan sehingga calon siswa lainnya mengikuti prosesi secara online melalui aplikasi zoom.

Sebelum memasuki ruangan, pemeriksaan ketat dilakukan di lobi lantai I Mapolda NTT dengan penyemprotan dan mencuci tangan. Demikian pula saat memasuki aula Rupatama wajib mencuci tangan.
Irwasda Polda NTT, Kombes Pol Tavip Yulianto mengingatkan kalau proses dilakukan tanpa mengumpulkan banyak orang guna menghindari penyebaran virus covid-19.

“Polri tetap melaksanakan tugas rutin dan tetap sesuai SOP dari Mabes Polri serta proses sesuai ketentuan demi keamanan dan kenyamanan bersama,” ujarnya.

Diingatkan pula kalau proses seleksi dilakukan secara terbuka dan transparan dengan prinsip bersih, transparan, akuntabel dan humanis (BETAH).

Pihaknya berharap orang tua, wali dan peserta agar tidak mempercayai janji kelulusan dari pihak manapun termasuk dari panitia sekalipun.

“Percaya pada kemampuan diri sendiri dan jangan percaya mereka yang menjanjikan kelulusan apalagi dengan meminta uang,” tandasnya.

Ia meminta peserta dan orang tua segera melaporkan jika ada panitia, anggota Polri atau pihak manapun yang meminta imbalan uang dan menjanjikan kelulusan.
Pihaknya menegaskan kalau semua proses dan hasil akan dipertanggungjawabkan sehingga peserta harus menghindari adanya calo penerimaan.

Hingga hari penutupan pendaftaran, ada 26 peserta penerimaan calon anggota Polri perawat dan bidan di Polda NTT terdiri dari 11 orang pria dan 15 orang wanita.
Calon bintara perawat sebanyak 14 orang terdiri dari 11 orang pria dan tiga orang wanita serta calon bintara bidan sebanyak 12 orang terdiri dari 12 orang wanita.
Seluruh proses akan dimulai pekan depan mulai dari pemeriksaan kesehatan, ujian psikologi, jasmani, akademik hingga proses akhir.

Sementara itu belasan calon siswa lain mengikuti prosesi secara online dan dipantau langsung pihak panitia penyelenggara.

“Kita senang karena proses secara online sehingga kita tidak berkumpul langsung namun kami dapat mengikuti proses secara online dan sangat membantu ditengah kekuatiran kita terhadap penyebaran virus covod-19,” ujar Marthen (50), salah seorang perwakilan orang tua calon siswa di Mapolda NTT. (Ilo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]