Home / Dunia / Maudy Jeanneta Dengah, Srikandi Demokrat Yang Menembus Dinding Politik Kota

Maudy Jeanneta Dengah, Srikandi Demokrat Yang Menembus Dinding Politik Kota

1015 Kali dibaca

Bagikan Halaman ini

PORTALNTT.COM, KUPANG – Peran Perempuan dalam dunia politik di Indonesia dan NTT pada khususnya masih jauh dari harapan. Padahal berbagai isu telah digelorakan seperti isu gender, emansipasi serta HAM yang membuat posisi perempuan setera dengan laki-laki. Tidak bisa dipungkiri bahwa budaya lokal telah membelenggu kaum perempuan untuk bisa merdeka bertarung dalam dunia politik.

Salah satu partai yang melihat kaum perempuan harus bisa sejajar dengan laki-laki di panggung politik adalah Partai Demokrat. Partai berlambang mercy itu membuat organisasi sayap dengan nama srikandi Demokrat. Dengan ruang yang diberikan tersebut kaum perempuan mampu bersaing dengan kaum laki-laki dalam dunia politik.

Maudy Jeanneta Dengah bersama Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Beny Kabur Harman.

Maudy Jeanneta Dengah bersama Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Beny Kabur Harman.

Salah satu Srikandi Demokrat yang mampu bersaing merebut kursi legislatif di DPRD Kota Kupang adalah Maudy Jeanneta Dengah. Perempuan berdarah Rote-Sabu yang lahir 20 Januari 1967 ini, menunjukkan kepada masyarakat Kota Kupang dan NTT pada umumnya bahwa perempuan bukan kaum kelas dua di bawah laki-laki.

Ia berhasil meraih kursi DPRD Kota Kupang, dari sekian banyaknya kader laki-laki yang dimiliki Partai Demokrat Kota Kupang.

Keberhasilannya ini lantas tidak membuat ia lupa diri, sebagai seorang istri, dirinya tetap tunduk pada suami dan menjalankan perannya sebagai seorang ibu rumah tangga, ditengah kesibukannya sebagai wakil rakyat Kota Kupang.

Di mata Alumni Institut Tekhnologi Adhi Tama Surabaya ini, kaum perempuan memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan kaum laki-laki.

“Terkadang orang melihat perempuan itu lemah. Bagi saya, perempuan tidak boleh kalah dari laki-laki. Sebagai perempuan kita harus maju, bersaing dengan kaum laki-laki karena dalam diri perempuan juga memiliki kemampuan bukan dilihat dari fisik tapi terlihat dari kemapuan intelektual, pikiran-pikiran cerdas dan inovatif karena Tuhan itu maha adil,” ujar Maudy di sela-sela perayaan HUT Partai Demokrat ke-15 di sekretariat PD, Jumat (9/9/2016) malam.

Menurutnya pada HUT Demokrat kali ini, srikandi-srikandi demokrat harus bangkit memajukan partai dan mengambalikan kejayaan yang pernah diraih. Diakuinya bahwa untuk menuju kursi dewan yang terhormat tidak gampang seperti yang orang pikirkan dan tidak juga datang secara instan. Ini lahir dari motivasi yang besar sehingga berjuang untuk mendapatkannya.

“Kita melihat beberapa waktu lalu, partai ini diterpa banyak tantangan sehingga tidak dipungkiri ada banyak kader partai yang harus terjerumus ke dalam jeruji besi. Bagi saya pribadi ini merupakan spirit yang harus kita bangun kembali untuk merefleksi dan intropeksi diri sudah sejauh mana peran yang telah diberikan pada partai ini. Dengan demikian saya yakin dan percaya, kejayaan yang pernah diraih akan mampu kembali kita dapatkan dengan semangat yang kuat untuk membesarkan partai,” tegasnya.

Ditanya soal isu Gender yang terus diperjuangkan oleh organisasi perempuan, baginya kaum perempuan masih dipandang sebelah mata mengingat budaya patrilineal yang dianut hampir seluruh daerah di NTT mengakibatkan, eksistensi kaum perempuan masih berada di bawah kaum laki-laki.

Namun hal ini tentunya bukan menjadi suatu permasalahan yang tentu dapat mengundurkan spirit kaum perempuan dalam berkiprah di dunia politik, justru hal ini baginya menjadi kekuatan untuk bagaimana menunjukkan kapasitas dan integritas kaum perempuan dalam memperjuangkan hak-hak rakyat.

“Saya berharap kaum perempuan, srikandi-srikandi demokrat dan juga bagi semua perempuan yang terjun ke dunia politik untuk tetap percaya diri, tidak boleh kalah dan harus bangkit,” tutupnya Selamat HUT Partai Demokrat ke-15 dan HUT ke-67 ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono. (Jefri)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini