Home / Daerah / Menteri ESDM Groundbreaking 6 PLTMG Tersebar di NTB dan NTT

Menteri ESDM Groundbreaking 6 PLTMG Tersebar di NTB dan NTT

135 Kali dibaca

Bagikan Halaman ini

PORTALNTT.COM, KOTA KUPANG – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, meresmikan beroperasinya pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), Lombok Timur dengan kapasitas 50 MW (2×25) sekaligus Groundbreaking 5 Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) dan 1 Mobile Power Plant (MPP) yang tersebar di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan total kapasitas mencapai 350 MW, Jumat (20/10/2017).

Direktur Utama PLN Sofyan Basir, membuka sambutannya dengan menjelaskan kondisi kelistrikan di Indonesia sekarang dalam keadaan yang cukup baik, karena tidak ada pemadaman akibat defisit daya pembangkit. Seluruh sistem besar kelistrikan PLN telah mengalami surplus, dan beberapa daerah mempunyai reserve margin lebih dari 30 persen.

“PLN saat ini siap melayani permintaan penyediaan tenaga listrik. Kami berharap agar ketersediaan daya yang cukup ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, terutama oleh kalangan industri. Program 35.000 MW juga telah mengakomodir tumbuhnya kawasan ekonomi khusus (KEK) dan kawasan industri (KI). Dengan dukungan kelistrikan dari PLN, diharapkan industri akan tumbuh dan membawa multiplier effect bagi perekonomian nasional,” terang Sofyan.

Perihal pembangkit yang di groundbreaking dan diresmikan, Sofyan Basir mengungkapkan bahwa nilai total investasi dari seluruh proyek yang akan di groundbreaking dan diresmikan ini mencapai 6 trilyun rupiah serta dapat menyerap cukup banyak lapangan kerja.

“Proyek PLTU Lombok Timur yang diresmikan telah menyerap sebanyak 37.000 pelanggan baru yang siap menikmati listrik PLN. Sistem Lombok sendiri saat ini sebesar 299 MW dengan beban puncak tertinggi sebesar 227 MW dan cadangan 72 MW,” ungkap Sofyan.

Sofyan Basir juga memberikan apresiasi terhadap para pihak terlibat dalam pembangunan kelistrikan di Nusa Tenggara, dengan menyadari bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan Indonesia memerlukan dukungan banyak stakeholder

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada jajaran pemerintah daerah di lingkungan Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, dan masyarakat di sekitar lokasi pembangkit, sehingga progres pembangunan dan segala sesuatunya berjalan dengan baik,” imbunnya.

Hal senada diungkapkan General Manager PT PLN (Persero) Wilayah NTT Christyono mengatakan untuk di NTT akan dibangun PLTMG Kupang Peaker kapasitas 40 MW di Dusun Panaf, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Selanjutnya, untuk mendukung kelistrikan di Pulau Flores, dibangun Mobile Power Plant (MPP) Flores berkapasitas 20 MW.

“Berlokasi di Dusun Rangko, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, dan di PLTMG Maumere kapasitas 40 MW yang berlokasi di desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka-Flores Nusa Tenggara Timur,” terang Christyono.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengatakan bahwa, Listrik sudah menjadi kebutuhan semua orang dan bukan barang mewah lagi.

“Dulu listrik barang mewah, namun sekarang bukan barang mewah lagi, listrik menjadi kebutuhan semua orang, namun listrik di Jawa beda dengan Listrik di NTT, Di Jawa 1 (satu) tiang bisa untuk 10-20 rumah, tetapi di Kupang 10 tiang baru 1 rumah,” ungkap Frans.

Lanjutnya, Kita perlu mendorong industri untuk masuk di wilayah ini agar dapat membantu perekonomian daerah.

“Untuk industri yang akan masuk di wilayah ini harus ada kerelaan kita semua, kesediaan kita semua untuk menerima pihak lain datang untuk turut membangun dan mendorong ekonomi pertumbuhan daerah dengan memberikan lahan untuk membangun industri,” kata Gubernur dua periode ini.

Perlu diketahui bahwa ketujuh proyek yang di Groundbreaking dan diresmikan oleh Menteri ESDM :

1. Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Lombok Peaker. Berkapasitas 150 MW dan berlokasi di desa Tanjung Karang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Dengan investasi 1,6 triliun rupiah, proyek ini akan menyerap tenaga kerja sejumlah 365 orang pada fase konstruksi dan 25 orang pada fase operasi. PLTGU ini diharapkan akan Commercial Operation Date (COD) pada Februari 2019.

2. Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Bima. Berlokasi di Dusun Bonto, Kecamatan Asakota, Kota Bima Nusa Tenggara Barat, pembangkit ini dibangun dengan kapasitas 50 MW. Dengan total investasi 637 miliar rupiah, proyek akan menyerap tenaga kerja sekitar 300 orang. PLTMG Bima direncanakan akan COD pada Oktober 2018.

3. PLTMG Sumbawa kapasitas 50 MW Pembangkit yang berada di desa Labuan Badas Kabupaten Sumbawa ini menelan investasi lebih dari 744 milyar rupiah dan menyerap tenaga kerja hingga 285 orang. Ditargetkan PLTMG Sumbawa akan selesai pada Oktober 2018.

4. PLTMG Kupang Peaker kapasitas 40 MW. Pembangkit ini dibangun di Dusun Panaf, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Ditargetkan akan selesai pada November 2018. Dengan total investasi lebih dari 700 milyar rupiah, pembangkit ini menyerap tenaga kerja lebih dari 300 orang.

5. Selanjutnya, untuk mendukung kelistrikan di Pulau Flores, dibangun Mobile Power Plant (MPP) Flores berkapasitas 20 MW. Berlokasi di Dusun Rangko, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat. Menelan investasi lebih dari 427 milyar rupiah dan menyerap tenaga kerja hingga 210 orang selama masa konstruksi dan 25 orang selama fase operasi.

6. PLTMG Maumere kapasitas 40 MW yang berlokasi di desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka-Flores Nusa Tenggara Timur. Selama masa konstruksinya proyek ini menyerap tenaga kerja sekitar 285 orang dengan nilai investasi lebih dari 694 milyar rupiah.

7. PLTU Lombok Timur yang mempunyai kapasitas 2×25 MW berlokasi di Desa Padakguar, Kabupaten Lombok Timur.
dengan total nilai investasi 1,2 triliun rupiah, telah menyerap tenaga kerja sebanyak 1.200 orang pada fase konstruksi dan 470 tenaga kerja saat operasi dengan prosentase 95% orang Lombok dan 85% di antaranya adalah penduduk Desa Padakguar.

Sebagai informasi total pelanggan di NTT sebanyak 661.068 pelanggan yang terdiri dari 595.852 pelanggan rumah tangga, 25.151 pelanggan tarif sosial, 33.205 pelanggan bisnis, 170 pelanggan industri dan 6.371 pelanggan pemerintah.

Peresmian ini dihadiri juga oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya, Pimpinan dan anggota Komisi VI dan Komisi VII DPR RI, Direktur Jenderal Deputi dan jajaran Kementerian ESDM, jajaran jajaran direksi PLN, serta Direktur dan Konsorsium Kontraktor. (Willy)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini