Perjuangan 170 Casis Bintara Polri 2019 Sebelum Masuk SPN, Diiringi Isak Tangis Orang Tua

Perjuangan 170 Casis Bintara Polri 2019 Sebelum Masuk SPN, Diiringi Isak Tangis Orang Tua

PORTALNTT.COM, KOTA KUPANG - Sebanyak 170 calon siswa (Casis) Bintara Polri 2019 harus berjuang sekuat tenaga sebelum memasuki gerbang Sekolah Polisi

Panwaslu Sumba Barat Bersama Steakholder Lakukan Sosialisasi Pencoblosan dan Perhitungan Suara
Danramil 04/Walakaka Jadi Inspektur Upacara di Wanokaka
Asyik Pacaran, 5 Pelajar di Kupang Diamankan Satpol PP

PORTALNTT.COM, KOTA KUPANG – Sebanyak 170 calon siswa (Casis) Bintara Polri 2019 harus berjuang sekuat tenaga sebelum memasuki gerbang Sekolah Polisi Negara (SPN) Kupang.

Sebelum memasuki SPN Kupang, 170 calon siswa yang lulus dalam seleksi berdasarkan penetapan dalam gelar sidang terbuka penetapan kelulusan akhir seleksi penerimaan Bintara Polri 2019 Polda NTT di hotel Aston, Kamis (1/8/2019) lalu, mengikuti apel bersama di Mapolda NTT.

170 Casis melakukan Apel bersama di Mapolda NTT sebelum berangkat ke SPN Kupang.

Dari Mapolda NTT, ratusan siswa bintara Polri yang memakai seragam kemeja putih dan celana panjang hitam ini berjalan kaki dikawal polisi lalu lintas.

Pantauan media ini, meskipun bermandikan keringat karena teriknya mentari tidak menyurutkan sedikitpun langkah 170 Casis yang berjalan dengan memikul sebuah tas besar yang diberikan kepada setiap Casis, berisikan sejumlah peralatan yang akan digunakan mereka selama masa pendidikan nantinya.

Sebelum memasuki gerbang SPN Kupang terlebih dahulu digelar upacara serah terima siswa dari AKBP Arief Satriyo, SIK Kabag Dalpers Biro SDM Polda NTT, mewakili Karo SDM Polda NTT, selaku penyelenggara penerimaan anggota Polri ke Kepala SPN Kupang Kombes Pol Nanang Putu Wardianto, SST MK, selaku pihak yang menyelenggarakan pendidikan Bintara Polri TA 2019/2020, Sabtu (3/8/2019) petang.

Di pintu gerbang masuk SPN Kupang, para siswa diwajibkan berjalan jongkok hingga pos penjagaan SPN Kupang. Aksi ini memantik deraian air mata dan teriakan haru dari para orang tua dan kerabat yang ikut menghantarkan para Casis.

Upacara Adat Natoni oleh toko adat sebelum 170 Casis memasuki pendidikan dan pelatihan di SPN Kupang.

Sesampai di depan pos penjagaan, polisi masih memasang palang besi dan siswa pun dijejerkan secara rapi dalam keadaan duduk.

Di pos penjagaan, kelompok Natoni sudah menunggu menyampaikan tutur adat diselingi terjemahan dari petugas. Selanjutnya Kepala SPN Kupang, Kombes Pol Nanang Putu W membuka tali palang pintu masuk di pos penjagaan pertanda para siswa resmi menjadi warga belajar di SPN Kupang.

Para siswa pun berbaris memasuki SPN. Masing-masing siswa SPN wajib memberi hormat dan mencium bendera merah putih sebagai tanda nasionalisme dan kecintaan pada pendidikan yang bakal dijalani.

Penghormatan dan cium bendera merah putih sebagai tanda rasa nasionalisme.

Suasana haru juga nampak saat prosesi hormat dan cium bendera merah putih. Beberapa siswa meneteskan airmata saat melakukan prosesi tersebut. Demikian juga sejumlah orang tua dan kerabat siswa yang memantau dari jauh banyak menitikkan airmata.

Dari aksi cium bendera, para siswa dikumpulkan di lapangan apel SPN Kupang. Petugas SPN Kupang memeriksa kelengkapan siswa dan melakukan pendataan ulang. Selanjutnya siswa dibagi dalam kelompok dan dilakukan pembagian kamar serta barak.

Pembagian barak dan pemeriksaan kelengkapan para Casis.

Kepala SPN Kupang, Kombes Pol Nanang Putu Wardianto, SST MK mengaku tradisi penyambutan itu dilakukan sebagai tanda penerimaan bagi siswa untuk memulai kehidupan baru di lingkungan pendidikan SPN Kupang.

170 orang siswa ini akan menjalani masa pendidikan selama tujuh bulan sejak Selasa 6 Agustus 2019 hingga awal Maret 2020. Puluhan pengajar, pelatih dan tenaga pendidik disiapkan untuk membina dan membentuk para siswa bintara Polri ini.

“Saat siswa masuk lembaga pendidikan, SPN Polda NTT sudah menyiapkan semua perlengkapan yang disatukan dalam bulsak/ransel besar berupa pakaian, sepatu, sandal, alat makan dan seragam Polri,” katanya.

Ia menjelaskan, tujuh bulan masa pendidikan dibagi dalam sesi I untuk 2 bulan pertama sebagai masa Dasbara, 4,5 bulan proses belajar mengajar dan 1,5 bulan untuk kesimpulan, pemantapan, latihan teknis dan latihan kerja.

“Penutupan pendidikan pada tanggal 2 Maret 2020. Saya berharap 170 orang masuk dan 170 orang pula yang dilantik menjadi anggota Polri,” tandasnya. (L6/PN)

Komentar Anda?

COMMENTS

DISQUS: 0