PKM Kemenristekdikti, Dosen UPG 1945 NTT Beri Pelatihan Pemanfaatan Barang Bekas

PKM Kemenristekdikti, Dosen UPG 1945 NTT Beri Pelatihan Pemanfaatan Barang Bekas

PORTALNTT.COM, KOTA KUPANG - Dua orang dosen dari Universitas Persatuan Guru 1945 (UPG 1945) NTT melakukan Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat dari

Kodim 1613/SB Dukung Karnaval Sumba Barat
Ratu Wulla Talu, Bidadari Kaya Prestasi Dari Pulau Seribu Kuda
Jonas Terlambat, Pembukaan Pekan PBB Molor 1 Jam

PORTALNTT.COM, KOTA KUPANG – Dua orang dosen dari Universitas Persatuan Guru 1945 (UPG 1945) NTT melakukan Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat dari Kemenristekdikti di Kelurahan Oesapa Selatan, Kec. Kelapa Lima, Kota Kupang.

Dua dosen ini adalah Maya Fitria Roman dan Maneie Bengngu Kale. Mereka memberikan pelatihan ini kepada Ibu-Ibu PKK di wilayah RT : 12 dan 19, RW 12, Kel. Oesapa Selatan, agar mereka juga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi dengan memanfaatkan barang-barang bekas sebagai Vertical Garden.

Vertical Garden (Kebun Vertikal) atau sering disebut pula dengan dinding hijau, dinding hidup, biowalls, atau ecowalls adalah metode bercocok tanam dengan menggunakan lahan yang sempit dan terbatas dengan menggunakan dinding atau ruang secara vertikal dengan menutupinya dengan tumbuhan yang tumbuh di atas media tanam.

Maya Fitria Roman menyebutkan bahwa selain untuk meningkatkan taraf ekonomi, Pelatihan ini juga bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih.

“Kami berikan pelatihan ini agar mereka (Ibu-Ibu PKK) bisa menciptakan lingkungan tempat tinggal yang bersih dan asri dengan tanaman sayuran. Selain itu juga untuk memotivasi mereka dalam berwirausaha,” kata Maya menjelaskan.

Sementara itu, Maneie Bengngu Kale mengungkapkan bahwa hasil dari kegiatan pelatihan ini melingkupi dua aspek, yaitu aspek budidaya dan aspek manajemen usaha atau bisnis.

“Jadi ada dua aspek yang terlihat dari pelatihan ini. Yang pertama adalah Aspek Budidaya, dimana Pada umumnya Ibu – Ibu PKK telah memahami budidaya sayuran dengan teknik Vertical Garden. Yang kedua adalah aspek manajemen usaha/bisnis komoditas ini juga sudah dipahami oleh Ibu-Ibu disini sebagai aspek yang sangat penting bagi kegiatan usaha yang berorientasi pada perolehan keuntungan,” ungkap Maneie.

Pelatihan yang menggunakan metode metode PRRA ( Participatory Rapid Rural Appraissal ) dan RRA (Rapid and Rural Apraissal ) ini memanfaatkan Topless bekas dan Polibag sebagai media untuk bercocok tanam dan juga memakai pupuk bokasi sebagai bahan alami untuk menyuburkan tanaman. (Daniel Timu)

Komentar Anda?

COMMENTS

DISQUS: 1