Ratu Wulla Talu, Tokoh Wanita Inspiratif NTT Asal Sumba Barat Daya

Ratu Wulla Talu, Tokoh Wanita Inspiratif NTT Asal Sumba Barat Daya

PORTALNTT.COM, KUPANG -  Jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jas Merah) kata Bung Karno. Dalam sejarah Indonesia, peranan seorang wanita tidak perna

Ketua DPRD Sumba Barat: Jika Terbukti SPBU Benita Waikabubak Harus Dicabut Ijin Usahanya
Operasi, Kemoterapi dan Rujukan Keluar Daerah, Semua Lancar Berkat JKN-KIS
Polres Sumba Barat Gelar Latihan PHH Menghadapi Pilkada Tahun 2018

PORTALNTT.COM, KUPANG –  Jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jas Merah) kata Bung Karno. Dalam sejarah Indonesia, peranan seorang wanita tidak pernah terlepaskan. Sejarah mencatat pada zaman dahulu kita mengenal tokoh pejuang wanita Indonesia seperti R. A Kartini. Hingga saat ini pun, berbagai tokoh wanita Indonesia turut memberi kontribusinya untuk Indonesia.

Perempuan Indonesia memiliki kekuatan dan kelebihan yang bisa membangun kebaikan tidak hanya untuk dirinya sendiri, melainkan juga bagi lingkungan dan bangsa dalam tataran yang lebih luas.

Nusa Tenggara Timur harus berbangga memiliki Ratu Wulla Talu istri dari Bupati Sumba Barat Daya. Kamampuannya dalam upaya mencerdaskan anak bangsa di Sumba Barat Daya tidak diragukan lagi. Buktinya ia berhasil meraih penghargaan sebagai bunda PAUD (Pendidikan Anak Usia dini) teladan Nasional Republik Indonesia dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Bersama sepuluh orang lainnya dari sejumlah daerah di Indonsia, Ratu Wulla sebagai ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan  Keluarga (PKK)  telah memperkarsai Program Sosialisasi satu Desa satu PAUD untuk Kabupaten SBD.

Selain itu Ratu Wulla juga telah melakukan Pelatihan kurikulum PAUD berstandar nasional bagi penyelenggara dan pengelola PAUD di desa-desa binaan di Kabupaten SBD.

Nyonya Ratu Wulla Talu saat berada di salah satu PAUD. (Ist)

Nyonya Ratu Wulla Talu saat berada di salah satu PAUD. (Ist)

Sebagai Bunda PAUD SBD Ratu Wulla Talu telah Mendorong lembaga PAUD untuk diakreditasi dan gencar melakukan Assesment terhadap Lembaga PAUD di SBD berdasarkan surat tugas dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Non Formal Indonesia  (BAN–PNFI).

“Kalau penghargaan itu tentu ada prosesnya, khusus untuk penghargaan Bunda PAUD teladan itu sudah ada Kriteria dari kementrian. Saya tidak pernah berpikir masalah award (penghargaan,red) karena selama ini kami terus bekerja. Kami berpikir bahwa pendidikan anak usia itu sangat penting (PAUD) karena itu usia emas pertumbuhan anak. Usia 0-6 tahun harus mendaptakan perhatian,” kata Ratu Wulla Talu di sela-sela kegiatan seminar nasional yang diselenggarakan Pemuda Revolusi Rote Ndao di aula Koperasi Talenta, Sabtu (10/9/2016).

Menjadi salah satu nara sumber diantara 3 tokoh pria yakni Bupati Sabu Raijua Marthen Dira Tome, Anggota DPR RI Jefriston Riwu Kore dan senator Ibrahim Medah yang telah menunjukkan eksistensi kepemimpinan yang luar biasa bagi perkembangan dan pembangunan di NTT tidak menciutkan nyali Wanita SBD ini. Ia terlihat begitu bersemangat membawakan materi di hadapan seluruh peserta seminar.

Baginya kaum Wanita tidak jauh berbeda dengan kaum Pria karena telah diberi kemampuan masing-masing oleh yang maha kuasa untuk bagaimana mendedikasikan hidup dan pelayanan terhadap anak bangsa.

Nyonya Ratu Wulla Tallu usai menerima penghargaan bunda PAUD (Pendidikan Anak Usia dini) teladan Nasional Republik Indonesia dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.(Ist)

Nyonya Ratu Wulla Tallu usai menerima penghargaan bunda PAUD (Pendidikan Anak Usia dini) teladan Nasional Republik Indonesia dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.(Ist)

“Kami berpikir kalau saja pemerintah (PKK) yang bekerja otomatis kami terkendala dengan keterbatasan dana, untuk itu kami bekerja sama dengan kepala-kepala desa sehingga mereka bisa mengalokasikan dana ADD untuk sektor pendidikan. Dan ternyata itu gayung bersambut, kepala-kepala desa memiliki pemikiran yang searah dalam rangka mempersiapkan anak-anak Indonesia, NTT dan anak-anak SBD melalui PAUD yang kita programkan setiap desa memiliki satu PAUD. Jumlah PAUD sekarang 250 sedangkan jumlah desa hanya 173 desa dan 2 kelurahan, jadi gerakan satu desa satu PAUD itu sudah melebihi,” jelas wanita bernama lengkap Ratu Ngadu Bonu Wula Talu.

Dibalik parasnya nan ayu menawan selaras dengan nama dan amanah yang diemban sebagai istri seorang Bupati, kiprah Ratu tidak berhenti di situ. Bulan Agustus lalu Forum Komukasi Wartawan Indonesia (FKWI) menganugerahkannya Inspiration Women Award dan The Best Indonesia Leader Award 2016.

Tentu sebuah penghargaan yang diraih bukan hasil dari mimpi semalam, tapi oleh karena hasil dari perjuangan dan kerja nyata yang didedikasikan bagi kemajuan daerah.

Nyonya Ratu Wulla Talu Saat Menerima Penghargaan dari FKWI di Semarang

Nyonya Ratu Wulla Talu Saat Menerima Penghargaan dari FKWI di Semarang

Dalam diri Ratu Wallu, masalah pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting, karena baginya jika pendidikan seseorang itu baik maka masalah-masalah yang terus mengerogoti daerah ini khusunya di SBD pasti akan ‘musnah’ seiring berjalannya waktu dengan lahirnya kader-kader cerdas, tangguh, kreatif dan inovatif.

“Kami berpikir bahwa sektor pendidikan memang merupakan sektor yang sangat membutuhkan perhatian. Bagi saya pribadi, saya tidak mau kehabisan kader 15-20 tahun kedepan. Oleh karena itu kita harus mempersiapkan, harus ada kaderisasi mempersiapkan generasi-generasi. Kita berharap mereka bisa memegang tongkat estafet kepemimpinan daerah,” pungkas Ratu. (Jefri)

 

Komentar Anda?

COMMENTS

DISQUS: 3