Home / Daerah / Ruang Belajar SMAN 2 Lobalain Sangat Memprihatinkan, Butuh Perhatian Pemerintah

Ruang Belajar SMAN 2 Lobalain Sangat Memprihatinkan, Butuh Perhatian Pemerintah

3536 Kali dibaca

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]

PORTALNTT.COM, ROTE NDAO – Salah satu hal utama yang harus diperhatikan agar bisa membuat Murid-Murid di sekolah bisa fokus belajar adalah Sarana atau Fasilitas Sekolah yang mendukung, termasuk keadaan fisik ruang kelas sekolah, dan pemerintah harus bertanggung penuh untuk memenuhi kebutuhan itu. Namun hal tersebut seperti terabaikan bagi SMA Negeri 2 Lobalain yang terletak di Jln. Tuabuna di Desa Kolobolon, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Saat Media ini mengunjungi SMAN 2 Lobalaian pada, Sabtu (29/2/2020), terlihat jelas kondisi fisik ruang kelasnya seperti gubuk yang sangat jauh dari kata layak. Meski sudah beratapkan Seng, tapi masih berdinding bebak/pelepah kelapa dan berlantaikan tanah. Dan tidak ada Kamar kecil atau/WC.

Kepala Sekolah di SMAN 2 Lobalain, Yandri Manafe, S.Pd menjelaskan bahwa awalnya sekolah ini hanyalah satu ruangan saja sebagai “Kelas Jauh” dari SMAN 1 Lobalain sejak tahun 2014, karna jarak dari daerah itu ke SMAN 1 Lobalain sangat jauh.

“Sekolah ini awalnya cuma 1 ruangan saja sebagai Kelas jauh dari SMAN 1 Lobalain karna jaraknya jauh. Hingga akhirnya di Tahun 2019, kami resmi berdiri sebagai SMAN baru dengan ijin operasional dari pihak pemerintah. Hadirnya SMAN 2 Lobalain ini juga adalah atas dukungan masyarakat setempat (wilayah Lole) karna daerah ini jauh dari SMAN 1 Lobalain di Ba’a atau SMA 1 Rote Selatan di Keka. Jadi masyarakat sendiri yang berswadaya semampu mereka membangun ruang kelas tersebut, yakni 2 ruang belajar untuk kelas X dan 1 ruang belajar untuk kelas XI,” ungkap Yandri pada media ini.

“Untuk tenaga pendidik, saya sendiri yang ASN di SMAN 2 Lobalain ini bersama 18 orang Guru dan Pegawai yang berstatus Honorer atau Tenaga Kontrak Daerah. Kami juga sudah punya 90 orang Siswa. Kami sangat berharap agar pihak pemerintah juga bisa turut memperhatikan dan membenahi ruang belajar kami,” lanjut Yandri penuh harap.

Sementara itu, seorang Guru SMAN 2 Lobalain, yakni Yerison Mbuik, S.Pdk yang adalah Guru pelajaran Agama juga rangkap Guru Bimbingan Konseling (BK) ini juga mengungkapkan pada media ini bahwa terkadang kegiatan belajar – mengajar di sekolah itu terganggu jika cuaca tidak bersahabat.

“Kalo lagi mengajar lalu hujan lebat datang, biasanya kami terpaksa hentikan sementara proses pembelajaran di kelas. Karna kondisi ruang kelas khawatir jika ada angin kencang bisa saja merubuhkan ruang kelas ini. Juga terkadang konsentrasi siswa saat belajar juga terganggu karna ruang kami cuma beralaskan tanah yang berkerikil, sehingga posisi kursi dan meja tidak seimbang dan sering bergoyang saat siswa sedang menulis,” ungkap Yerison dengan nada sedih.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Benyamin Lola ketika dikonfirmasi oleh media ini melalui sambungan telpon selular pada Minggu (1/3/2020) mengakui bahwa pihak mereka telah mengetahui keadaan SMAN 2 Lobalain. Namun terkendala anggaran yang terbatas hingga gedung sekolah SMAN 2 Lobalain itu belum bisa di buat jadi lebih layak.

“Gedung SMAN 2 Lobalain itu dibangun dari bantuan masyarakat. Meski sudah atap seng, tapi dindingnya masih bebak dan lantai tanah. Ini memang dibangun sederhana agar proses pembelajaran bisa berjalan. Sementara ini anggaran kami juga terbatas dan untuk membangun sekolah baru itu memang tidak serta merta langsung ada anggaran, butuh waktu juga. Tapi kedepan kami juga pasti berusaha untuk membangun gedung yang layak untuk SMAN 2 Lobalain,” jelas Benyamin. (Daniel Timu)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]