Sambut BKSN 2019, Warga Binaan Lapas Kelas IIA Kupang Selenggarakan Aneka Lomba

Sambut BKSN 2019, Warga Binaan Lapas Kelas IIA Kupang Selenggarakan Aneka Lomba

PORTALNTT.COM, ROTE NDAO - Menyambut Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) tahun 2019, Kelompok Umat Basis (KUB) St. Mari Fatima yang adalah warga binaan L

Hak Jawab Pemkab Rote Ndao Terhadap Pemberitaan Yang Dimuat PortalNTT.com
Harbubnas 2016: Kabandara Frans Seda Maumere Minta Masyarakat Manfaafkan Jasa Pelayanan
Danramil 1613-05/Katikutana Himbau Masyarakat Tingkatkan Gotong Royong

PORTALNTT.COM, ROTE NDAO – Menyambut Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) tahun 2019, Kelompok Umat Basis (KUB) St. Mari Fatima yang adalah warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Kupang menyelenggarakan aneka lomba diantaranya lomba baca kitab suci, kuis, dan baca mazmur, Minggu (1/9/2019) di Lapas kelas IIA Kupang.

Kegiatan pembukaan ditandai dengan natoni oleh toko adat dan dilanjutkan dengan misa bersama warga binaan yang beragama Katolik dipimpin oleh Rm. Andreas Duli Kabelen,Pr.

Ketua panitia Hendrik Djawa dalam laporannya menjelaskan maksud dan tujuan kegiatan ini agar mengembangkan iman umat, menambah wawasan tentang kitab suci serta menumbuhkembangkan rasa percaya diri dalam menghadapi dan menjalani masa hukuman di Lapas.

Ketua panitia, Hendrik Djawa.

Menurut Hendrik ada tiga jenis perlombaan yang dilombakan yaitu lomba baca kitab suci, kuis tentang kitab suci dan lomba nyanyian mazmur.

“Lomba baca kitab suci dengan peserta 30 orang, lomba mazmur 25 orang dan kuis kitab suci dengan peserta 20 orang yang semuanya adalah umat KUB St. aria Fatima Lapas kelas IIA Kupang dan juri para Frater dari seminari tinggi St. Mikhel Penfui Kupang,” kata Hendrik.

Kegiatan ini kata Hendrik akan dilaksanakan mulai tanggal 1-29 September 2019.

“Lomba baca kitab suci hadiahnya piala bergilir Kalapas, Alkitab dan hadiah hiburan lainnya. Lomba nyanyian mazmur hadiahnya piala bergilir, Alkitab dan hadiah hiburan lainnya dan lomba kuis kitab suci Alkitab dan hadiah hiburan lainnya,” tandas Hendrik Djawa.

Romo Andreas Duli Kabelen, Pr mengungkapkan Lomba kitab suci nasional harus menjadi motivasi bagi umat untuk bisa mengaktualisasikan firman Tuhan di dalam menjalani masa hukuman di lapas.

“Kita harus bangga karena umat muslim itu begitu tekun dalam memahami dan menghayati isi Alquran mulai sejak kecil. Begitu juga saudara kita gereja muda (Kristen Protestan) kalau pergi ibadah selalu membawa kitab suci dan benar-benar memahami isi Alkitab. Nah, ini tantangan bagi kita gereja tua (Katolik) untuk juga bisa memahami dan mengamalkan firman Tuhan dalam Alkitab dalam kehidupan sehingga momen lomba baca kitab suci ini jangan diikuti asal-asalan saja tetapi betul-betul harus mengubah pola hidup kita,” kata Romo Andreas Kabelen.

Romo mengingatkan agar para peserta lomba jangan berpikir untuk menjadi juara saja tapi harus memacu semangat agar makin akrab dengan kitab suci karena itu merupakan Firman Tuhan yang membimbing pada keselamatan.

“Semangat kita harus dipacu, bukan supaya menjadi juara tapi supaya kita makin akrab dengan kitab suci karena itu firman Allah untuk membimbing kita pada keselamatan,” tegas Romo mengingatkan.

Sementara itu Kepala Lapas kelas IIA Kupang, Badarudin saat memberikan sambutannya mengatakan tema BKSN 2019 ‘Mewartakan kabar gembira di tengah krisis lingkungan hidup’.

Menurtnya tema ini sangat aktual, menarik sekaligus menantang karena berhadapan langsung pada realitas krisis lingkungan di Nusa Temggara Timur, khususnya Kota Kupang yaitu berkaitan dengan sampah yang berserakan dimana-mana karena kebiasaan membuang sampah sembarangan tempat.

“Sejak mulai bertugas di Lapas ini, hal pertama yang saya canangkan adalah masalah kebersihan dan kesehatan di setiap kamar atau blok. Secara ekstrim saya selalu mengingatkan, tidak mau ada sampah sedikitpun di Lapas kelas IIA Kupang ini, sekalipun itu puntung rokok atau bungkus gula-gula. Karena lingkungan pada gilirannya akan menjaga kita tetap sehat setiap saat begitupun sebaliknya,” tegas Kalapas Badarudin.

Badarudin mengatakan dalam perlombaan kita tidak mengalahkan siapa-siapa tapi justru kita menampilkan kemampuan terbaik yang adakan diri kita, talenta kita untuk menjadi yang terbaik. Jadi yang harus dikalahkan atau ditundukkan adalah diri kita sendiri, yang sering kali cenderung malas, minimalis serta tampil asal-asalan.

“Marilah menjaga lingkungan karena di situlah ada nilai iman karena sesungguhnya kita menata iman tapi tidak ada perbuatan adalah mati. Kita adalah Mahkluk sosial yang mempunyai ketergantungan satu sama lain, baik itu sesama manusia maupun sesama Mahkluk Tuhan

Dia berharap rangkaian kegiatan BKSN dari warga KUB St Maria Fatima Lapas kelas IIA Kupang langsung diaktualisasikan dalam setiap kamar dan blok bahkan di setiap jengkal lingkungan Lapas kita. Kebersihan, kerapihan, keindahan taman-taman dan kesejukan di taman doa ini selama bulan September dan sesudahnya akan menjadi bukti nyata kebersihan kita dan merawat kelestarian lingkungan kita maka menjadi ukuran keberhasilan BKSN tahun 2019.

“Sesuai apa yang menjadi moto Lapas ini, bersih, indah, aman dan nyaman. Secara keimanan bisa diartikan kita sebagai orang yang beriman harus bisa dituntut pikiran yang bersih, hati yang bersih, perilaku juga yang bersih. Kita harus menjadi berkat bagi orang lain,” pungkas Kalapas Badarudin. (Jefri)

Komentar Anda?

COMMENTS

DISQUS: 0