Home / Daerah / Sodomi Empat Siswa Sekolah Dasar, Kepsek SDN Wutik Dipolisikan

Sodomi Empat Siswa Sekolah Dasar, Kepsek SDN Wutik Dipolisikan

1124 Kali dibaca
orang tua siswa

Bagikan Halaman ini

PORTALNTT.COM, MAUMERE – Kepala SDN Wutik  yang bernama Drs.Susar telah melakukan sodomi terhadap empat siswanya dalam ruangan kelas Sekolah Dasar Negeri Wutik, Desa Koting B, Kecamatan Koting, Kabupaten Sikka. Siswa yang menjadi korban berinisial, CF, CCF, ND dan Kepala Sekolah ini dilaporkan oleh orang tua korban di SPK Polres Sikka, Rabu (11/01/2017).

Menurut salah satu siswa yang berinisial CF yang menjadi korban mengatakan, kejadian itu terjadi sekitar bulan Agustus 2016, pada saat itu, pelaku mengajak dirinya untuk ke dalam ruangan guru, sesampai di dalam ruangan guru, pelaku menyuruhnya untuk membuka celana, tetapi dirinya tidak mau membuka celana. Setelah itu, pelaku menarik paksa dirinya dan membuka celananya, karena dengan ketakutan sehingga dirinya hanya diam saja. Kemudian itu, pelaku melakukan aksi bejatnya dengan memegang dan mengisap alat kelaminnya selama satu jam dengan posisi berdiri.

Lanjutnya, setelah melakukan aksi bejatnya, pelaku mengancam dirinya untuk tidak melaporkan kepada siapapun. Seandainya dirinya melaporkan kepada orang lain dirinya akan dikeluarkan dari sekolah.

“Saya diancam dengan suara yang keras. Pelaku, bilang kau jangan kasih tahu orang tua, teman atau guru, karena dengan ketakutan saya tidak melaporkan atas kejadian itu,” katanya CF yang masih berusia 14 tahun ini.

Hal yang sama juga ditambahkan, CF yang juga menjadi korban bahwa, pada saat masuk istrahat sekolah, dirinya di suruh oleh salah guru untuk mengambil buku di perpustakaan. Sesampai di perpustakaan, dirinya melihat pelaku sedang mencari buku juga di perpustakaan. Setelah melihat dirinya, pelaku langsung menarik dan membuka celananya serta melakukan aksinya dengan mengisap alat kelaminnya.

“Setelah melakukan aksinya, pelaku mengancam dirinya untuk tidak melaporkan kepada orang tua atau kepada siapapun, kalau dirinya melaporkan dirinya pasti dikeluarkan dari sekolah,” imbuh CCF.

Sementara itu orang tua korban Yanuarius Engki sangat menyayangkan atas perbuatan yang dilakukan oleh guru kepada anaknya. Mendapat laporannya dari anaknya atas aksi senonoh yang dilakukan oleh guru tersebut, kami bersama orang tua lain yang menjadi korban langsung melaporkan kepada Polres Sikka.

“Saya sangat kecewa dengan Kepala Sekolah itu, justru kami titipkan anak kami untuk diberi pembinaan yang baik tetapi malah, pelaku membuat kejahatan kepada anak kami. Untuk itu kami meminta, pelaku tersebut dihukum setimpal atau dipecat dari guru karena telah merusak masa depan anak kami,” kata Yanuarius dengan nada sangat marah.

Atas Laporan ini, Anggota Polres Sikka langsung bergerak cepat untuk menangkap pelaku, sehingga pelaku berhasil ditangkap dan telah diamankan di Polres Sikka. (AN)

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini