Sosialisasi di Penfui, Damkar Kota Kupang Menyebutkan Ada 158 Kasus Kebakaran Dalam Tahun Ini

Sosialisasi di Penfui, Damkar Kota Kupang Menyebutkan Ada 158 Kasus Kebakaran Dalam Tahun Ini

PORTALNTT.COM, KOTA KUPANG - Dinas pemadam kebakaran Kota Kupang melakukan sosialisasi dan simulasi bagi masyarakat di kelurahan Penfui, Selasa 17 Sep

Dandim 1613 dan Kapolres Sumba Barat Sambut Pasukan Yonif 743/psy
Bentrok Antar Warga Desa di Wulanggitang, Uskup Larantuka Terjebak
Andreas Hugo Pareira Optimis Paket Bereun Menang di Flotim

PORTALNTT.COM, KOTA KUPANG – Dinas pemadam kebakaran Kota Kupang melakukan sosialisasi dan simulasi bagi masyarakat di kelurahan Penfui, Selasa 17 September 2019 bertempat di kantor Lurah Penfui.

Kepala bidang penangulangan dan penyelamatan pemadam kebakaran Kota Kupang Paulus Dian Foenale, menyebutkan hingga bulan September 2019 sudah terjadi 158 kasus kebakaran di Kota Kupang.

“Pada umumnya kebakaran yang terjadi di kota Kupang terjadi pada lahan-lahan kering dan tempat sampah. Sementara untuk rumah hanya beberapa kasus saja,” ungkap Paulus pada media ini, disela-sela kegiatan sosialisasi dan simulasi dinas pemadam kebakaran.

Masyarakat Penfui sedang mengikuti sosialisasi dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kupang.

Menurut Paulus, sebagai dinas tekhnis yang memiliki fungsi untuk memadamkan kebakaran, berbagai upaya telah dilakukan. Salah satunya adalah sosialisasi dan simulasi langsung kepada masyarakat. Dan untuk saat ini hanya 5 kelurahan saja.

“Kami telah melakukan sosialisasi di Kelurahan Oesapa selatan, Bakunase 2. Hari ini di Penfui dan akan menyusul kelurahan Belo dan TDM (Tuak Daun Merah). Jadi total ada 5 kelurahan, yang berdasarkan data kami memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi dibandingkan dengan kelurahan yang lain,” jelas Paulus.

Paulus menilai, kebakaran merupakan musibah yang tidak diharapkan oleh siapa saja, sehingga masyarakat harus diberikan pencerahan tentang bagaimana melakukan upaya pencegahan agar terhindar dari kebakaran dan jika terjadi kebakaran maka hal-hal apa saja yang perlu dilakukan.

“Kami punya aplikasi namanya Sidamkar (Sistem pemadam kebakaran) yang bisa di download melalui playstore. Di aplikasi ini masyarakat bisa melihat dimana lokasi mobil pemadam kebakaran kami berada karena di mobil itu telah terpasang GPS (Global Positioning System),” katanya.

Simulasi memadamkan api oleh Damkar Kota Kupang.

Diakui Paulus, sarana prasarana yang dimiliki Damkar Kota Kupang saat ini memang belum memadai, untuk itu pihaknya akan mengusulkan penambahan jumlah unit mobil Damkar sehingga bisa mengcover kebutuhan warga.

“Untuk saat ini ada 6 unit yang dalam kondisi baik, sedangkan yang lain merupakan mobil-mobil tua yang terpaksa akan dimanfaatkan dalam keadaan genting. Harapan kami 6 mobil ini bisa standby di 6 kecamatan yang ada di Kota Kupang, sehingga bisa cepat menjawab kebutuhan masyarakat saat dibutuhkan,” pungkas Paulus.

Lurah Penfui, Fransisko Dugis dalam kesempatan itu mengatakan sosialisasi ini sangat penting bagi masyarakat sehingga diharapkan masyarakat yang mengikutinya agar dapat menjadi corong untuk menyampaikan kepada masyarakat lainnya.

“Yang mengikuti kegiatan ini rata-rata ketua RT dan RW, sehingga diharapkan dapat meneruskannya kepada warga lainnya tentang hal-hal yang diperoleh. Kita harapkan sosialisasi ini jangan berhenti di sini tapi harus dilakukan dalam waktu-waktu mendatang,” imbuh Fransisko.

Sementara kepala seksi kesiapsiagaan dan komunikasi, Polce Ndolu saat membawakan materi menyiapkan ada 3 Faktor yang menyebabkan terjadinya kebakaran yaitu, faktor alam, kesengajaan dan kelalaian.

“Ada banyak kasus kebakaran yang terjadi karena faktor kelalaian. Dan itu merupakan hal sepele yang dilakukan seperti mengisi BBM kalau kompor lagi menyala. Selain itu kurang melakukan pemeliharaan terhadap kompor yang sering digunakan, sehingga menyebabkan kebakaran itu terjadi,” katanya.

Diakuinya untuk mencegah bahaya kebakaran merupakan tanggungjawab bersama sehingga perlu kewaspadaan untuk meminimalisirnya. Sehingga ada beberapa hal yang harus dilakukan masyarakat jika musibah kebakaran itu terjadi dan masih dalam skala kecil, kalau skalanya besar menjadi tanggung jawab kami.

“Mama-mama di rumah kalau kompor terbakar pasti yang dilakukan yaitu siram dengan air, ini hal yang keliru. Yang harus dilakukan yaitu menyiapkan sebuah handuk, dan mencelupkannya kedalam air untuk kemudian bisa menutup kompor tersebut. Ini hal-hal sepele tapi harus menjadi perhatian,” tegas Polce.

Untuk diketahui jika terjadi kebakaran masyarakat diharapakan bisa menghubungi pihak pemadam kebakaran dengan memberikan informasi yang jelas dan tepat agar segera ditangani dengan baik.

Berikut nomor-nomor yang bisa dihubungi (0380) 113/821468 atau melalui nomor HP 085338986713 (Danru I), 085333653166 (Danru II), dan 081339456932 (Danru III). (Jefri)

Komentar Anda?

COMMENTS

DISQUS: 0