Waka Polda NTT Minta Catar dan Casis Jangan Menyerah

Waka Polda NTT Minta Catar dan Casis Jangan Menyerah

Kapolres Rangkul Pemuka Agama Untuk Sukseskan Gelar Pengamanan Pemilukada 2018
TPDI-NTT Desak Politisi Yang Dituding Menerima Suap Proyek E-KTP Harus Berikan Klarifikasi Tegas Kepada Publik
Warga Desa Tesabela Tolak Pembangunan Embung Kekasela

PORTALNTT.COM, KOTA KUPANG – Waka Polda NTT, Brigjen Pol Drs Johanis Asadoma, MH selaku wakil ketua panitia daerah (Panda) rekrutmen terpadu anggota Polri TA 2019 Panda Polda NTT mengharapkan agar calon taruna (Catar) Akademi Kepolisian (Akpol) dan calon siswa (Casis) Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) agar terus berjuang dan jangan menyerah.

Catar dan casis diminta tetap berjuang hingga tahapan pelaksanaan seleksi.
Pesan ini disampaikan Waka Polda NTT saat memimpin pengumuman nilai akademik Akpol dan Bakomsus rekrutmen terpadu anggota Polri TA 2019 Panda Polda NTT, Selasa (14/5) di aula Rupatama lantai III Mapolda NTT.

Pengumuman dihadiiri pula Kombes Pol Mardiyono selaku ketua tim supervisi SSDM Polri Rekrutmen terpadu anggota Polri, Kombes Pol Nanang Putu Wardianto, SST MK selaku ketua tim akademik Panda Polda NTT, Karo SDM Polda NTT, Kombes Pol Trio Santoso, SH, pengawas eksternal dan pengawas internal.

Waka Polda NTT, Brigjen Pol Drs Johanis Asadoma, MH mengemukakan bahwa semua pelaksanaan seleksi dilaksanakan secara transparan, akuntabel, humanis dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Jika kamu lulus itu berarti karena kemampuanmu dan tanpa dibantu siapa-siapa. Kalau belum lulus maka perbaiki diri. Saya juga tidak tahu siapa yang lulus dan tidak. Seluruh hasilnya akan ditampilkan secara langsung dan tidak ada permainan apa-apa,” ujar jenderal bintang satu ini.

Mantan Waka Polda Sulawesi Utara ini juga berharap semua catar dan casis menerima apa adanya hasil yang ada.
Bagi yang nanti tidak lulus, Waka Polda berharap agar ada pengalaman dari seleksi tahun ini sehingga bisa mempersiapkan diri untuk tahun depan.

“Jika ada niat jangan pernah patah semangat. Ikuti terus hingga batas usia maksimal,” pesan Waka Polda NTT.

Waka Polda juga menyebutkan kalau banyak peserta yang berkali-kali mengikuti tes dan tidak pernah menyerah.

“Belajar dari kekurangan dan pengalaman sebelumnya untuk diperbaiki dan dipertahankan terutama fisik, kesehatan dan kemampuan,” ujar Waka Polda NTT.

Waka Polda berharap agar para peserta tetap berlatih dan menjaga kesehatan.

“Jangan ada kata menyerah. Terus berjuang sampai berhasil sampai akhir penentuan kelulusan. Terus berusaha dan berdoa. Yang nilai bagus agar dijaga, jangan takabur dan lupa diri. Semua harus tetap prihatin dan menjaga diri dan berupaya maksimal supaya bisa merebut sukses pada tahap akhir,” tandas Waka Polda NTT.

Karo SDM Polda NTT, Kombes Pol Trio Santoso, SH dalam paparannya menyebutkan kalau hingga saat ini seleksi Akpol diikuti 22 orang terdiri dari 21 orang pria dan satu orang wanita.
Sementara Bakomsus masih tersisa 16 orang terdiri dari 14 orang pria dan dua orang wanita.

Belasan peserta Bakomsus merupakan peserta dengan latar belakang pendidikan perawat, dakwah Islam, TI, tata boga dan Polair. Bakomsus masih akan mengikuti tes kompetensi keahlian yakni ketrampilan dan perilaku di beberapa lokasi berbeda sesuai keahlian masing-masing.

Peserta latar belakang tata boga akan mengikuti ujian praktek di SMKN 3 Kupang, TI dan Dakwah Islam di Polda NTT, Polair di kapal Ovalangga Dit Polair Polda NTT dan perawat di BidDokkes Polda NTT.

Pada saat pengumuman nilai akademik, pihak panitia menayangkan perolehan nilai masing-masing peserta untuk setiap mata pelajaran dan juga nilai akhir ujian akademik.
Khusus untuk Akpol dilakukan penilaian akademik untuk mata pelajaran matematika 35 persen, Pengetahuan umum 35 persen dan Bahasa Indonesia 30 persen.

Sementara casis Bakomsus mendapat penilaian aspek pengetahuan 30 persen, ketrampilan 60 persen dan perilaku 10 persen. (Ilo)

Komentar Anda?

COMMENTS

DISQUS: 0