Welem Paulus: Diduga Ada Kongkalikong Antara PLN dan CV Alingka Utama Karya

Welem Paulus: Diduga Ada Kongkalikong Antara PLN dan CV Alingka Utama Karya

PORTALNTT.COM, ROTE NDAO - Anggota DPRD Rote Ndao Fraksi Partai Demokrat Welem Paulus menemukan adanya penumpukan sekitar 100 unit KWH Meter di rumah

Diduga Dokumen Fiktif, Proyek Pembangunan Jembatan Soapoa Layak Dipidanakan
Plt. Dirut Bank NTT : Sampah Bukan Masalah Namun Berkat
Bupati Sumba Barat Resmi Menutup Lomba Pacuan Kuda di Lamboya

PORTALNTT.COM, ROTE NDAO –
Anggota DPRD Rote Ndao Fraksi Partai Demokrat Welem Paulus menemukan adanya penumpukan sekitar 100 unit KWH Meter di rumah Demsi Meke di Desa Lifuleo Kecamatan Landu Leko,Kamis (27/06/2019),
sejumlah KWH Meter tersebut ditemukan ketika Welem Paulus blusukan ke Desa tersebut untuk untuk mengecek langsung pemasangan KWH meter di kecamatan itu,

“Pengalaman saya tender di PLN, KWH Meter ketika sudah dikeluarkan dari gudang PLN segera di pasang di rumah pelanggan bukan ditumpuk atau simpan di rumah warga. Jadi tanyakan manager PLN apakah gudang PLN sudah berpindah di rumah Demsi Meke, atau ada apa? Karena masyarakat sudah bayar lunas dari bulan Mei 2019 tapi belum di pasang, karena itu say menilai ada dugaan Konglikong antara pihak PLN dan CV Alingka Utama Karya,” ungkap Welem Paulus Kepada Wartawan.

Menurut Welem Paulus dirinya mengecek langsung pemasangan KWH Meter tersebut atas pengaduan masyarakat bahwa pihak PLN melalui CV Alingka Utama Karya dengan petugas lapangan Noldi Ngebu diduga menipu pelanggan dengan alasan bahan material kurang kemudian meminta uang juga dari pelanggan yang mendapat migrasi dan KWH meter bantuan gratis.

“Saya cek langsung hari ini, karena ada pengaduan bahwa KWH Meter di Landu Leko tidak di pasang di rumah pelanggan tapi di tumpuk di rumah Demsi Meke dan Noldi Ngebu minta uang juga dari pelanggan yang mendapat migrasi dan KWH meter gratis dan ternyata benar barang itu ada sekitar 100 unit dan di keluarkan dari gudang PLN tanggal 8 Mei 2019,” jelas politisi Demokrat ini.

Welem Paulus menjelaskan pelanggan yang menggunakan Sertifikasi Laik Operasi (SLO) dengan daya 900 VA itu pelanggan umum dan sementara masih diprioritaskan untuk migrasi dan bantuan graris dengan daya 450 VA.

“SLO dengan daya 900 VA itu pelanggan umum dan setau saya masih diprioritaskan untuk migrasi dan bantuan gratis dengan daya 450 VA, tapi di lapangan ditemukan ada sejumlah pelanggan yang mendapat KWH meter dari CV Alingka Utama Karya dengan petugas lapangan Noldi Ngebu, SLO dengan daya 900 VA tapi KWH meter yang di pasang 450 VA dengan biaya sekitar dua juta rupiah, karena itu DPRD akan panggil Manager PLN untuk meminta nama keluarga yang dapat bantuan gratis tersebut,” tegas Welem.

Informasi yang himpun media ini dari empat orang yang pelanggan di desa Daerundale menyebutkan bahwa mereka membayar pemasangan dengan daya Sertifikasi Laik Operasi (SLO) 900VA tapi KWH meter yang di pasang oleh Pihak CV Alingka Utama Karya dengan petugas Noldi Ngebu hanya daya 450 VA.

Manager PLN Cabang Rote Ndao Marselinus T Guwang ketika dikonfirmasi via telepon mengakui kalau pihak CV Alingka Utama Karya menyimpan sejumlah KWH meter di rumah Demsi Meke di Desa Lifuleo kecamatan Landu Leko, pasalnya pada saat pemasangan kehabisan bahan material kabel.

“Iya memang ada, saat pemasangan mereka bawa banyak dan bahan material kabel habis dan kemarin baru di krim dan besok segera di pasang bagi yang belum,” katanya.

Menurut Merselinus ada pelanggan yang mendapat daya Sertifikasi Laik Operasi (SLO) 900 VA tapi pemasangan KWH Meter dengan daya 450 VA itu tidak masalah.

“Itu tidak masalah, walau SLO lebih dari KWH Meter dan untuk yang migrasi kalau sudah lunasi tunggakan maka di pasang tanpa bayar dan yang dapat gratis tetap di pasang, dan pemasangan untuk migrasi dan bantuan gratis sudah dan sekarang bisa dilayani untuk yang umum,” ungkapnya dari balik telepon. (Nadus)

Komentar Anda?

COMMENTS

DISQUS: 0