Wendelinus Taolin Siap Dampingi SBS di Pilkada Malaka 2020

Wendelinus Taolin Siap Dampingi SBS di Pilkada Malaka 2020

PORTALNTT.COM, MALAKA - Dinamika politik tanah air akan kembali menggeliat. Pasalnya pemilihan umum kepala daerah, hajatan politik lima tahunan itu ak

Banyak PTT Mengundurkan Diri, Pemkot Rekrut Tenaga Baru
Pemda Sabu Raijua Upayakan Semua Masyarakat Menjadi Peserta BPJS
Musrembang Desa Golo, Fokus Pemberdayaan Masyarakat

PORTALNTT.COM, MALAKA – Dinamika politik tanah air akan kembali menggeliat. Pasalnya pemilihan umum kepala daerah, hajatan politik lima tahunan itu akan secara serentak dilaksanakan tahun 2020 mendatang.

Riuhnya blantika politik tentu saja akan diwarnai oleh sejumlah kandidat atau calon kepala daerah yang akan berjuang mendapatkan simpati masyarakat melalui sejumlah visi misi yang nantinya akan menjadi senjata handal untuk meluluhlantakkan hati masyarakat sebagai pemegang mandat paling tinggi.

Di provinsi NTT akan ada tujuh kabupaten yang akan menggelar Pilkada serentak yaitu, kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, Ngada, Sabu Raijua, Timor Tengah Utara Belu dan Malaka.

Dari ketujuh kabupaten ini, kabupaten Malaka adalah kabupaten yang usianya baru seumur jagung setelah memutuskan untuk dimekarkan dari kabupaten induk, kabupaten Belu.

Namun demikian, meskipun usianya masih terbilang muda, suasana politik di Malaka tidak seperti usianya.

Saat ini sudah banyak nama dimunculkan untuk maju bertarung, menjadi pemimpin di kabupaten yang berbatasan dengan negara Timor Leste. Ada Nama Stef Bria Seran, Bupati Kabupaten Malaka saat ini, Simon Nahak, advokat dan politisi Partai Perindo, hingga Wendelinus Taolin, politisi PAN yang juga saat ini aktif sebagai Anggota DPRD Malaka.

Namun demikian, berbeda dengan Stef Bria Seran dan Simon Nahak, Wande begitu biasa ia disapa, dirinya maju bertarung kali ini untuk posisi calon wakil Bupati. bahkan untuk menuju pada proses “kawin politik” nantinya, semua instrumen sudah dilakukan. dari membuka komunikasi politik sampai pada pembentukan tim kerja.

“Saya tidak muluk – muluk untuk target politik kali ini. Saya hanya berproses dengan dinamika yang ada untuk posisi calon wakil bupati,” ungkap suami dari Maria Eva Anggelina Un kepada wartawan di Desa Tunabesi, Kecamatan Io Kufeu, Senin, 8 Juli 2019.

Dijelaskan Putra bungsu dari Almarhum Jeremias Antonius Taolin dan Almarhumah Sofia Mako Berek ini, politik itu adalah proses yang penuh dengan intrik serta komunikasi yang intens guna menselaraskan pendapat dan argumen. Sejauh ini dirinya hanya mengikuti proses tersebut dengan percaya pada kualitas proses yang ada.

“Dinamika dalam politik itu sangat kompleks. Hanya dengan proses yang benar saja, maka akan berbuah hasil yang baik. Demikian juga sebaliknya, apabila kita berproses salah maka hasil juga akan salah,” jelas Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Malaka ini.

Dalam membangun komunikasi politik, menurut bapak empat anak ini, dirinya selalu mengedepankan sikap jujur dan bicara apa adanya. Atas sikap itu, pintu komunikasi selalu terbuka. Bahkan santer terdengar saat ini, dirinya akan disandingkan dengan Stef Bria Seran, Bupati Petahana saat ini, untuk maju dalam gelanggang politik Pilkada Malaka.

“Ya komunikasi dengan pak bupati sejauh ini lancar dan selalu terbuka. kita sisa menunggu setelah El Tari Memorial Cup ini, akan diskusi lagi untuk merumuskan pikiran pikaran baik soal bagaimana membangun malaka ini kedepan,” ungkapnya.

Wande selalu bicara apa adanya tanpa membungkus kepentingan lain. Masuknya nama dia dalam kontestasi ini, tidak lepas dari dukungan semua pihak, terutama keluarga besar yang ada di lima kecamatan daeah Foho (sebutan daerah gunung bagi orang Malaka,red). selain dukungan yang kuat, alasannya sebab Wande banyak disebut masyarakat sebagai sosok yang rendah hati dan selalu mendengar keluhan masyarakat. Sikap rendah hati ini didapat dan diajarkan langsung oleh sang kakak tertua Ludovikus Taolin, yang telah malang melintang dalam dunia politik.

“Respon dan dukungan masyarakat sangat baik, dan saya hargai itu. Soal kepribadian saya, jujur saya bisa berpolitik serta memiliki sikap ini berkat didikan dari almarhum bapak dan kaka sulung saya yang sudah malang melintang di dunia politik. Beliau selalu ajarkan saya soal bersikap sopan, tahu adat, rendah hati kepada siapa saja tanpa memandang status dan latar belakang mereka,” jelasnya.

Semakin dekat dengan momentum penjaringan dan pendaftaran ke partai Politik untuk mendapatkan syarat dukungan maju bertarung, membuat Wande terus aktif melakukan gerilya politik. Bahkan dirinya menegaskan kalau tidak maju sebagai wakilnya Bupati Stef Bria Seran, dia akan mundur dalam kontestasi ini.

“Tujuan saya maju hanya sebagai calon wakil berpasangan dengan pa bupati SBS, selain itu tidak. Jadi kalau bukan dengan SBS, saya akan mundur dari hajatan ini,” pungkasnya. (*/Epy)

Komentar Anda?

COMMENTS

DISQUS: 0