Penulis: Daniel Timu
PORTALNTT.COM, ROTE NDAO – Sebanyak 1.420 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mengikuti Pengambilan Sumpah Janji dan Pelantikan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Jabatan Fungsional Guru dan Tenaga Kesehatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao. Momentum ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat kualitas pelayanan publik di sektor pendidikan dan kesehatan di daerah paling selatan Indonesia tersebut.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan penuh makna. Dalam sambutannya, Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, menegaskan bahwa pengambilan sumpah dan janji jabatan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebuah komitmen moral yang harus diwujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Sumpah jabatan ini bukan hanya di hadapan manusia, tetapi juga di hadapan Tuhan. Karena itu harus taat pada aturan, taat kepada pemerintah, dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta integritas,” tegas Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH.
Menurutnya, status sebagai PPPK merupakan amanah negara yang harus dipertanggungjawabkan dengan kerja nyata dan dedikasi tinggi kepada masyarakat. Para ASN yang baru dilantik diharapkan mampu menunjukkan profesionalisme serta menjadi teladan dalam lingkungan kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
Khusus kepada tenaga kesehatan, Bupati Paulus Henuk meminta agar pelayanan kesehatan terus ditingkatkan dengan pendekatan yang lebih humanis, cepat, tepat, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Ia menilai keberadaan tenaga kesehatan memiliki peran sentral dalam memastikan masyarakat memperoleh layanan yang berkualitas hingga ke wilayah terluar.
“Saya berharap tenaga kesehatan terus meningkatkan pelayanan yang humanis, cepat, tepat dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Utamakan keselamatan pasien dari pada administrasi,” ucap Bupati Rote Ndao, menegaskan.
Sementara bagi para guru, Bupati Rote Ndao menekankan pentingnya peran pendidik sebagai agen perubahan dan pembentuk karakter generasi masa depan. Guru tidak hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi contoh dan panutan bagi peserta didik.
“Guru harus menjadi teladan. Teruslah berkarya dan mengabdi untuk bangsa serta daerah yang kita cintai ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Rote Ndao juga menyampaikan kabar baik terkait pemerataan tenaga ASN di wilayah Kabupaten Rote Ndao. Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah menandatangani Peraturan Bupati yang memungkinkan mekanisme perpindahan tugas antara wilayah Rote dan Ndao guna mendukung pemerataan pelayanan publik.
“Peran guru dan nakes sangat strategis, kalian ujung tombak pelayanan pemerintah. Harus berikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” jelas Bupati Rote Ndao.
Bupati Rote Ndao turut memaparkan perkembangan positif di sektor pendidikan. Berdasarkan hasil kajian terbaru, capaian literasi dan numerasi Kabupaten Rote Ndao menunjukkan tren yang semakin membaik. Untuk indikator literasi, Rote Ndao kini berada pada peringkat kedelapan di Provinsi Nusa Tenggara Timur, sementara capaian matematika menempati posisi kelima.
Pencapaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa berbagai upaya peningkatan mutu pendidikan mulai menunjukkan hasil. Meski demikian, pemerintah daerah tetap menekankan perlunya peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat secara merata.
Pelantikan 1.420 PPPK ini sekaligus menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam memperkuat sumber daya manusia di sektor strategis. Dengan tambahan tenaga guru dan kesehatan yang telah resmi mengemban amanah sebagai ASN, diharapkan kualitas pelayanan publik semakin meningkat serta mampu mendorong terwujudnya masyarakat Rote Ndao yang lebih sehat, cerdas, dan sejahtera.







