Antisipasi Kebakaran di Kapal, Crew KMP Lakaan Lakukan Simulasi Bersama Penumpang

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, ROTE NDAO – Musibah atau kecelakaan bisa saja terjadi kapan saja dan dimana saja, tanpa diketahui secara pasti. Demi menjaga dan mengantisipasi kondisi darurat yang bisa saja terjadi itu, seluruh Crew kapal KMP. Lakaan melakukan simulasi keadaan darurat selama pelayaran di atas kapal.
Pantauan media ini dalam pelayaran dari pelabuhan Pantai Baru (Rote Ndao) menuju pelabuhan Bolok (Kupang), Kamis (5/4/2018), di bawah Komando Capt Arif Akbar, M.Mar, seluruh ABK melakukan simulasi dua jenis keadaan darurat yakni Kebakaran dan Meninggalkan kapal.

Kapten KMP Lakaan, Capt Arif Akbar, M.Mar.

Simulasi berjalan lancar berkat kesigapan dari seluruh Anak Buah Kapal (ABK) yang telah mengantongi sertifikat tentang kelayakan penyelamatan di kapal, mulai dari sertifikat dasar BST sampai tahap selanjutnya sesuai dengan tingkatan ilmu masing-masing ABK.

”Seluruh ABK di sini sudah memiliki sertifikat kompetensi aturan keselamatan sesuai standar yang ditetapkan. Jumlah seluruh awak kapal 22 orang,” jelas Capt Arif Akbar, M.Mar pada portalNTT di atas KMP Lakaan.

Simulasi kebakaran oleh ABK KMP. Lakaan.

Menurut Arif tujuan dilakukannya simulasi ini agar memberikan pemahaman kepada seluruh penumpang jika terjadi keadaan darurat sewaktu pelayaran berlangsung.

” Tujuannya agar supaya pada saat kejadian penumpang tidak panik. Mereka bisa tahu bagaimana memakai life jaket, tempat-tempat dimana harus kumpul. Dimana alat keselamatan berada,” jelas Capt Arif.

Jika kondisi darurat dan penumpang harus lompat ke air, Dia menjelaskan penumpang harus diberikan penjelasan agar mudah ditolong regu penyelamat.

“Pada saat di air agar jangan menjauh dari kapal, usahakan berkumpul bersama orang lain sehingga ketika tim penyelamat tiba bisa segera mengetahui dan mudah ditolong,” katanya.

Peraturan keselamatan, lanjut Dia wajib diketahui penumpang karena musibah bisa terjadi kapan saja tanpa diketahui.

Selain itu Mualim II, I Ereson Seubelan menambahkan simulasi ini dilakukan sekali setiap bulan.

“Khusus untuk simulasi kebakaran dan meninggalkan kapal itu dilakukan sebulan sekali. Ada juga simulasi yang dilakukan dua bulan, tiga bulan dan enam bulan sekali,” kata Seubelan.

Diakuinya semua ABK sudah paham tugas dan fungsinya sehingga ketika keadaan darurat semua dalam keadaan siap. 
 
“Apalagi kapal ini sangat safety, sehingga kami yakin jika terjadi keadaan darurat, para penumpang bisa diselamatkan sesuai standar keselamatan,” tegas pria yang sudah 20 tahun mengarungi lautan ini.

Dorce Tungga, salah satu penumpang yang ikut simulasi.

Sementara itu Dorce Tungga (46) salah satu penumpang yang ikut dalam simulasi ini mengaku baru dua kali mengikuti pelayaran seperti ini, dan ia merasa senang karena tidak ada keadaan darurat yang terjadi selama pelayaran.

“Saya baru 2 kali naik kapal. Pertama saat datang Rote dan kedua pulang ke Kupang. Awalnya saya takut ketika diminta kesediaan untuk ikut simulasi karena ini merupakan hal baru dalam kehidupan saya. Tapi saya senang karena cuaca sangat bersahabat, tidak ada gelombang,” kata Dorce.

Untuk diketahui ada 12 jenis keadaan darurat yang wajib diketahui yaitu, Kebakaran, meninggalkan kapal, orang cidera, orang jatuh ke laut, memasuki ruang tertutup, kapal tubrukan, kerusakan mesin induk, pencemaran laut, kapal kandas. (Jefri)

Komentar Anda?

Related posts