Apotek Kimia Farma Atambua Berikan Layanan Terbaik bagi Peserta JKN-KIS

  • Whatsapp
banner 468x60

PORTALNTT.COM, ATAMBUA – Dalam upaya menjaga mutu yang diberikan oleh apotek mitra BPJS Kesehatan, maka BPJS Kesehatan secara berkala melakukan rekredensialing. Sebagai penyedia obat rujuk balik bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) khususnya bagi penderita penyakit kronis, maka setiap apotek wajib melalui proses kredensialing maupun rekredensialing. Kredensialing dilakukan kepada apotek yang baru akan menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Sedangkan rekredensialing diperuntukkan bagi apotek yang sudah bekerjasama dan akan melanjutkan kerja sama.

“Proses rekredensialing ini dilakukan setiap akhir tahun untuk melihat kembali sumber daya manusia dan fasilitas penunjang di apotek. Selain itu juga untuk memastikan kembali komitmen penyediaan obat rujuk balik bagi peserta yang menderita penyakit kronis sebelum kita melakukan perpanjangan perjanjian kerjasama. Semua ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga serta meningkatkan mutu serta kepuasan peserta,” tutur Kepala Bidang Penjamin Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Atambua Putu Gede Wawan Swandayana, Rabu (15/11).

Ia menjelaskan, agar kepuasan dan kenyamanan peserta JKN-KIS terjaga, mutu pelayanan kesehatan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan melalui mitra kerja BPJS Kesehatan harus dipastikan melewati proses seleksi dan penilaian secara berkala setiap tahun.
Proses rekredensialing ini disambut baik oleh Apoteker Penanggung Jawab Apotek Kimia Farma Atambua, Yosefina Noviana Seran, Apt, saat ditemui di sela-sela proses rekredensialing. Menurut Yosefina proses rekredensialing memang perlu dilakukan karena pasti selalu ada perubahan. Misalnya yang dulu tidak tersedia, bisa saja sekarang sudah tersedia.

“Jadi menurut saya perlu dilakukan proses rekredensialing ini untuk memastikan bahwa apotek ini memang layak untuk bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Kami berkomitmen akan berusaha menyediakan obat sesuai kebutuhan peserta JKN-KIS. Kami juga berharap Apotek Kimia Farma bisa menjadi solusi minimnya apotek rekanan BPJS Kesehatan di Kabupaten Atambua,” jelas Yosefina.

#Iklan Caleg#

Sebagai informasi sampai dengan tanggal 1 November 2018 untuk jumlah peserta JKN-KIS di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Atambua dengan cakupan wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara, Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka sebanyak 824.780 jiwa dari total jumlah penduduk 1.150.361 jiwa atau sekitar 72%. Sedangkan jumlah fasilitas kesehatan yang melayani peserta sebanyak 144 FKTP, 8 FKRTL serta 1 optik dan 1 apotek.

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60