PORTALNTT.COM, KOTA KUPANG – BPJS Kesehatan Cabang Kupang melaksanakan Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan (Monev KBKP) dengan mengundang sebelas Puskesmas se-Kota Kupang. Pertemuan yang dihadiri oleh masing-masing Kepala Puskesmas dan Tim Penilai KBKP ini dilaksanakan di Aula Kantor BPJS Kesehatan Cabang Kupang pada hari, Rabu (11/04). Sebagai Narasumber dalam pertemuan ini adalah Irene Giovanthy Belleh selaku Staf Utilisasi Pelayanan Kesehatan Primer dan Anti Fraud.
Dalam pembukaan pertemuan ini, Irene menyampaikan bahwa setiap Fasilitas Kesehatan harus menyampaikan informasi terkait JKN-KIS kepada seluruh Peserta.
“JKN-KIS adalah program nasional pemerintah dan bukan program BPJS Kesehatan. Setiap pihak memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi terkait JKN-KIS kepada Peserta JKN-KIS,” tutur Irene.
Pertemuan ini bertujuan untuk melakukan pembahasan hasil Monev KBKP periode Bulan Januari sampai dengan Maret Tahun 2018 sebagai dasar perhitungan Kapitasi Bulan April sampai dengan Juni Tahun 2018.
Dengan memperhatikan jumlah Peserta JKN-KIS yang kian bertambah, maka FKTP sebagai lini pertama pelayanan kesehatan harus diperkuat dan terus berkomitmen supaya dapat terus memberikan pelayanan yang optimal. Ini juga merupakan upaya kendali mutu kendali biaya di fasilitas kesehatan, sekaligus sebagai komitmen nyata dari pemangku kepentingan untuk memberikan pelayanan yang lebih bermutu. Karenanya, dibutuhkan indikator komitmen pelayanan FKTP, sehingga bagi FKTP yang mencapai standar indikator komitmen pelayanan, akan mendapatkan kapitasi maksimal.
Dalam pertemuan ini, disampaikan pemaparan materi terkait capaian Monev KBKP periode Bulan Januari sampai dengan Maret Tahun 2018. Adapun indikator yang dinilai adalah Indikator Angka Kontak, Rasio Rujukan Rawat Jalan Kasus Non Spesialistik (RRNS) serta Rasio Peserta Prolanis rutin berkunjung ke FKTP (RPPB).
Selain itu dilakukan pula diskusi terkait kendala terhadap pencapaian Monev KBKP, didapati bahwa rata-rata kendala yang dihadapi dalam pencapaian adalah adanya pergantian penangunggjawab maupun jaringan internet yang bermasalah, sehingga mempengaruhi dari hasil pencapaian Puskesmas.
Atas pelaksanaan Monev ini, Irene menyampaikan agar Puskesmas terus mengembangkan strategi Kendali Mutu Dan Kendali Biaya (KMKB).
“FKTP agar mengembangkan strategi kendali mutu dan kendali biaya yang optimal agar dapat memberikan pelayanan kepada Peserta dengan lebih baik,” ucapnya. (*)







