PORTALNTT.COM, WAIKABUBAK – Bupati Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole melantik dan mengambil sumpah pejabat struktural jabatan pimpinan tinggi pratama eselon IIb, jabatan administrator eselon III, pejabat pengawas kepala sekolah eselon IV dan jabatan fungsional kepala sekolah di lingkungan pemerintah kabupaten Sumba Barat tahun 2018, di aula kantor Bupati, Senin (22/1) yang dihadiri Bupati SB, Sekda, Ketua DPRD SB, Dandim 1613/SB, Kapolres SB, ketua pengadilan, ASN, pendeta, dan para undangan.
Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole dalam sambutannya mengatakan sumpah jabatan dan pelantikan jabatan struktural eselon II, III, IV di lingkup Pemda SB 2018 dapat menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa,Negara dan masyarakat.
“Proses pelantikan jajaran pejabat di setiap instansi pemerintah daerah SB, bagian dari kehidupan organisasi dalam rangka peningkatan kapasitas karier pegawaai untuk memperlancar tugas dan pelayanan kepada publik, meningkatkan kinerja penyelenggaraan negara yang maksimal,” kata Dapawole.
Menurut Dapawole, Undang-Undang nomor 5 tahun 2014 tentang ASN, telah melakukan perubahan yang mendasar pada peraturan sebelumnya serta memberi harapan baru dan angin segar kepada ASN yang memiliki daya saing untuk mengembangkan diri dalam karier lebih luas.
“Undang-Undang ASN mempunyai misi yang memindahkan aparatur negara dari zona nyaman ke zona konpentisi, tujuan memilih aparatur yang memiliki kapasitas, kompetensi dan integritas,” tegas Dapawole.
Dapawole mengakui kabupaten SB membutuhkan aparatur yang mampu bekerja keras dan bersinergi dengan masyarakat untuk melakukan percepatan program yang direncanakan.
“Namun aparatur daerah yang memiliki berbagai keunggulan dan keutamaan apabila tidak diisi dengan personil-personil yang loyal, profesional dan memiliki kompetensi maka akan menimbulkan berbagai masalah yang bersifat teknis. Amanah yang diberikan harus penuh keseriusan dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas dan fungsinya,” kata Dapawole.
Penempatan jabatan sesuai kapasitas dan kemampuan, kata Dapawole, maka mereka akan bekerja dengan maksimal, jabatan yang diberikan patut disyukuri juga dijaga dan imbangi dengan prestasi kejujuran dan keikhlasan dalam bekerja, penempatan aparatur sesuai dengan kebutuhan organisasi pemerintah.
“Pesan saya kepada eselon II jadi pemimpin yang dinamis bukan statis artinya pemimpin yang tidak menyerah, saudara proaktif bergerak maju menuju sasaran pasti dan mantap. Sebagai pemimpin harus memiliki rasa malu dan tidak bertindak negatif,” imbuh Dapawole. (Mus)







