Bupati Lembata Resmikan Pantai Hadakewa Bertepatan Dengan Peringatan Statement 7 Maret

  • Whatsapp
banner 468x60

PORTALNTT.COM, LEMBATA- Bupati Lembata, Nusa Tenggara Timur, Eliaser Yentji Sunur meresmikan pantai Hadakewa kecamatan Lebatukan, bertepatan dengan peringatan Statement (Pernyataan) 7 Maret 1954, Minggu (7/3/2021).

Turut hadir mendampingi Bupati Sunur, Sekda Lembata, Paskalis Ola Tapobali, ketua DPRD Lembata, Petrus Gero S.sos, Kapolres Lembata, AKBP Yoce Marten dan rombongan lainnya.

Bupati Lembata dalam  sambutannya mengatakan, 7 Maret merupakan Suatu deklarasi yang berarti suatu pernyataan kepada siapapun.

“Dahulu pernyataan kepada negara RI, pernyataan kepada provinsi dan juga pernyataan kepada kabupaten induk kita di Flores Timur bahwa kita Lembata bisa mengurus diri kita sendiri dan menjadi kabupaten di salah satu kabupaten di provinsi NTT,” ungkap bupati Sunur.

Lanjut Bupati Sunur, bertepatan dengan hari ini, katanya, ini moment.

“Sehingga kita juga patut bersyukur dan mendoakan para pejuang karena mereka yang mempunyai inisiator pada zaman itu di desa Hadakewa. Yang sudah meninggal kita doakan, yang masih sama-sama dengan kita, kita saling menghargai untuk sama-sama membangun daerah ini. Kita rayakan di hari ini, di moment sekarang ini,” ucapnya.

“Jadi perayaan 7 Maret, kita buat lagi monumental, bukan kita apel, tapi kita saling mendoakan dan kita melaunching kegiatan ini menjadi salah satu kegiatan utama untuk mengisi maksud dan tujuan dari pada deklamator. Tentang apa artinya kemandirian kita. Sehubungan dengan itu, ini juga segaris dengan kebijakan pemerintah daerah dalam RPJMD desa merupakan bagian tersendiri dari satu kebijakan yaitu pembangunan pedesaan kemudian turunannya lagi untuk membangun desa kita mulai dari pariwisata. Kita mulai jelajahi desa-desa ini, kita buka mulai dari Lewolein, Hadakewa dan desa yang lain untuk menopang Lamalera sebagai Wisata estate,” sambung bupati Yance.

Dikatakannya, Simpul-simpul  ini bagian dari pada dukungan terhadap eksplor plural Lembata.

“Sehingga yang diharapkan, inovasi dan improvisasi kebijakan desa karena simpul-simpul ini semuanya di kelola oleh desa. Jadi kabupaten hanya BCL (Bukit Cinta Lembata), Wulen Luo mau diserahkan kepada kecamatan, kalau lurahnya sanggup berarti diserahkan kepada lurah atau komunitas yang bisa mengelola. Jadi bukan pada pemerintah saja,” harap orang nomor satu di Lembata ini.

Pada kesempatan yang sama, kepala desa Hadakewa, Klemens Kwaman mengatakan, acara hari ini bukan sebuah kebetulan tetapi sebuah moment berharga bagi semua.

kepala desa Hadakewa, Klemens Kwaman.

“Karena pada hari ini, keberadaan kita di tempat ini menjadi sebuah tempat kelahiran kabupaten Lembata di tanggal 7 Maret 1954 dengan moment baru yaitu launching pantai Hadakewa,” jelas Klemens Kwaman.

Dijelaskannya, Peristiwa launching pantai Hadakewa sudah tertinggal dua kali yang sediahnya diakhir tahun 2020 dan bergeser di tanggal 14 Februari bertepatan dengan hari Valentine day.

“Saya pikir, Tuhan dan Lewotanah Lembata telah menyiapkan moment istimewa yaitu 7 Maret 2021. Pada sebuah kebanggaan saya dan seluruh masyarakat desa Hadakewa, karena bapak bupati beserta rombongan bersedia melaunching pantai Hadakewa. Desa kami sudah berfokus pada desa tematik ikan teri tetapi dalam mendukung sebuah kondisi itu dengan trend terbaru pemulihan ekonomi pariwisata adalah salah satu pilihan terbaik buat desa. Kami melihat peluang itu dan kami memanfaatkan sebaik baik mungkin,” tandasnya.

Lebih jauh, katanya, berbicara Hadakewa, dipikiranya, desa Hadakewa merupakan desa baru dan masih belajar mendesain pariwisata yang baik.

“Sehingga buat semua orang yang datang di desa Hadakewa bisa nyaman. Tentunya kami berharap dukungan dari semua pihak, sehingga apa yang diharapkan bisa tercapai,” pungkas Klemens Kwaman.

Penulis: Wilibaldus Kali

Editor: Jefri Tapobali

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60