PORTALNTT.COM, SUMBA BARAT – Untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menekan ledakan jumlah penduduk, Pemkab Sumba Barat melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, mencanangkan Kampung KB di Kampung Lete Kaha Desa Harona Kalla, Kecamatan Laboya Barat, Senin (16/4/2018).
Kegiatan pencanangan Kampung KB di Lete kaha merupakan pencanangan kelima setelah 4 kecamatan di tahun 2017.
Bupati Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole dalam sambutannya mengatakan bahwa keberadaan kampung KB diharapkan dapat menggaungkan kembali Program KB yang saat ini mulai meredup, sehingga dibutuhkan adanya sinergisitas kegiatan agar lebih berhasil guna.
“Melalui wadah Kampung KB ini nantinya diharapkan pelaksanaan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga dan Program-program pembangunan lainnya dapat berjalan secara terpadu dan bersamaaan,” ungkap Bupati.
Hal tersebut sesuai dengan agenda prioritas pembangunan nasional yaitu memulai pembangunan dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu cukup beralasan apabila pembangunan kependudukan dimulai dari wilayah-wilayah pinggiran yaitu kampung, karena kampung merupakan cikal bakal terbentuknya desa, dan apabila pembangunan pada seluruh kampung maju, maka desapun akan maju, apabila seluruh desa maju maka sudah barang tentu negarapun akan menjadi maju.
Menurut Bupati Niga, Kampung KB menjadi program inovatif yang strategis dalam mengejawantahkan Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) secara paripurna di lapangan. Pasalnya, Kampung KB menjadi model atau miniatur pembangunan yang melibatkan seluruh sektor di masyarakat. Selain itu,manfaat kampung KB selain bisa mengentaskan kemiskinan, juga mendekatkan pembangunan kepada masyarakat. Intinya program ini melibatkan semua sektor pembangunan.
“Dengan kata lain, Kampung KB tak hanya berbicara soal membatasi ledakan penduduk, tapi juga meberdayakan potensi masyarakat agar berperan nyata dalam pembangunan,” lanjutnya menjelaskan.
Manfaat lainnya adalah membangun masyarakat berbasis keluarga, mensejahterakan masyarakat, serta memenuhi kebutuhan masyarakat melalui pelaksanaan integrasi program lintas sector. Pembangunan lintas sector dan kemitraan melibatkan peran berbagai pihak seperti swasta, provider dan pemangku kepentingan lainnya.
Terkait masalah program KB, Bupati Niga kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk menghindari 4 (empat) TERLALU,
Terlalu muda melahirkan,
Terlalu tua melahirkan,
Terlalu dekat jarak kelahiran,dan
Terlalu sering melahirkan.
“Melalui pelaksanaan kegiatan pencanangan kampong KB ini, saya berharap seluruh stakeholder dan pemangku kepentingan agar berperan aktif dalam mensukseskan kegiatan ini dengan mengembangkan dan melakukan sosialisasi kebijakan pengendalian penduduk guna mewujdkan pembangunan berwawasan kependududkan dengan menyelaraskan kebijakan pengendalian penduduk, menjamin ketersediaan dan parameter kependudukan serta melakukan analisis dampak kependudukan, melakukan dan pembinaan dan peningkatan kesertaan keluarga berencana melalui pembinaan dan kemandirian ber-KB”, harap Bupati Niga menutup sambutannya.(ADR/Mus)







