Dengar Keluhan Warga Belu, Nando Soares Siapkan Bibit Jagung dan Salurkan Rp10 Juta untuk Sanggar Seni

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, ATAMBUA – Wakil Ketua I DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Fernando Jose Osorio Soares, menyerap berbagai aspirasi masyarakat di wilayah persiapan Desa Manuaman Fatukbot, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Jumat (9/10/2026).

Dalam kunjungan kerja bersama Pemerintah Kabupaten Belu tersebut, Nando Soares, sapaan akrab Fernando, mendengarkan langsung keluhan warga mengenai kerusakan jalan, kebutuhan bibit dan pupuk bagi petani, kekurangan tenaga pendidik, pembangunan kapela, hingga keberlangsungan sanggar seni tradisional.

Merespons berbagai aspirasi itu, Nando Soares, menyampaikan rencana mengupayakan bantuan bibit jagung bagi petani. Ia juga menyatakan dukungan terhadap pengadaan alat mesin pertanian (alsintan) pada tahun mendatang.

Selain sektor pertanian, Nando Soares turut memberikan bantuan sebesar Rp10 juta untuk mendukung pengaktifan kembali sanggar seni tradisional tebe bot yang selama ini menjadi salah satu wadah pelestarian budaya masyarakat Belu.

Kunjungan tersebut berlangsung dalam agenda sosialisasi penyerahan pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Tabean kepada masyarakat. Fasilitas air bersih itu diperuntukkan bagi 343 kepala keluarga atau sekitar 1.350 jiwa.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Belu Vicente Hornai Gonsalves dan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Belu, Albertus Baldion Tannur.

Petani Butuh Bibit, Pupuk dan Alsintan

Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan bahwa pertanian masih menjadi sumber penghidupan utama masyarakat. Karena itu, ketersediaan bibit, pupuk, dan obat-obatan untuk mengendalikan hama menjadi kebutuhan penting menjelang musim tanam.

Ferdinandes Halek berharap pemerintah dan pihak terkait memberikan dukungan yang tidak hanya terbatas pada tahap awal penanaman, tetapi juga selama masa pemeliharaan tanaman.

Menanggapi aspirasi tersebut, Nando Soares mengatakan akan mengupayakan pengiriman bibit jagung secepatnya. Bahkan, jika memungkinkan, bantuan itu dapat dikirim pada Sabtu (10/10/2026).

Ia juga menyampaikan rencana dukungan alat mesin pertanian untuk membantu meningkatkan produktivitas petani pada tahun berikutnya.

“Tahun depan kita bantu alsintan. Kebetulan saya Ketua HKTI Provinsi,” kata Nando Soares.

Menurut Nando Soares, proposal bantuan yang diajukan masyarakat pada tahun sebelumnya telah direalisasikan pada tahun ini.

Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu petani mempersiapkan musim tanam dan meningkatkan hasil produksi pertanian. Namun, realisasi bantuan bibit jagung dan alsintan tetap bergantung pada tindak lanjut serta kesiapan dukungan yang diperlukan.

Salurkan Rp10 Juta untuk Sanggar Seni Tebe Bot

Selain pertanian, pelestarian budaya menjadi salah satu perhatian dalam pertemuan tersebut.

Siprianus Luan, perwakilan kelompok sanggar seni tradisional tebe bot, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap keberlangsungan aktivitas sanggar yang selama ini mewakili Kabupaten Belu dalam berbagai kegiatan.

Menurutnya, keterbatasan dukungan membuat aktivitas kelompok seni tersebut terancam terhenti. Padahal, sanggar memiliki peran penting dalam menjaga tradisi lokal sekaligus memperkenalkan kesenian daerah kepada generasi muda.

Merespons keluhan itu, Nando Soares memberikan bantuan sebesar Rp10 juta yang dititipkan kepada pengurus sanggar untuk mendukung pengaktifan kembali kegiatan seni dan budaya.

“Untuk budaya perlu kita perbaiki,” ujar Nando Soares.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu sanggar kembali menjalankan aktivitas latihan, menjaga keberlanjutan tradisi tebe bot, serta mengambil bagian dalam berbagai kegiatan kebudayaan.

Warga Keluhkan Jalan Rusak dan Kekurangan Guru

Dalam kesempatan yang sama, warga juga meminta perhatian terhadap kondisi jalan yang rusak dan membahayakan pengendara, terutama ketika musim hujan.

Kornelis Meran mengaku khawatir saat harus mengendarai sepeda motor melewati jalan tersebut.

“Kalau hujan, saya takut bawa motor,” ungkap Kornelis.

Keluhan serupa disampaikan Yonas. Ia berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan cukup parah.

Bagi masyarakat, jalan yang layak sangat penting untuk menunjang mobilitas warga, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mendukung akses menuju sekolah dan fasilitas pelayanan lainnya.

Nando Soares mengaku telah mendengar langsung keluhan warga mengenai persoalan infrastruktur tersebut. Ia juga menyinggung rencana pembangunan Sekolah Rakyat yang, apabila terealisasi, berpotensi mendorong peningkatan akses jalan di wilayah terkait.

Meski demikian, perbaikan jalan masih membutuhkan tindak lanjut melalui perencanaan dan penganggaran oleh instansi yang berwenang.

Persoalan pendidikan turut menjadi perhatian. Warga mengeluhkan keterbatasan tenaga pendidik karena jumlah guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) di sekolah setempat disebut hanya dua orang, sedangkan tenaga pengajar lainnya mengandalkan dukungan komite sekolah.

Masyarakat berharap pemerintah memperhatikan kebutuhan tenaga pendidik agar anak-anak di wilayah tersebut memperoleh layanan pendidikan yang lebih memadai.

Kapela Belum Rampung, Warga Harapkan Dukungan

Aspirasi lainnya berkaitan dengan pembangunan kapela yang hingga kini baru mencapai tahap fondasi.

Markus Bau menjelaskan, selama bertahun-tahun masyarakat masih memanfaatkan ruang di sekolah dasar untuk melaksanakan misa. Pembangunan kapela selama ini mengandalkan swadaya warga, tetapi keterbatasan ekonomi membuat prosesnya berjalan lambat.

Menanggapi persoalan tersebut, Albertus Baldion Tannur menyatakan komitmen pribadinya untuk membantu kelanjutan pembangunan kapela.

Dukungan itu diharapkan dapat mempercepat pembangunan tempat ibadah yang lebih layak bagi masyarakat setempat.

Nando Soares: Kehadiran Pemerintah Harus Menjawab Kebutuhan Masyarakat

Nando Soares mengatakan dirinya menyempatkan diri mendampingi Wakil Bupati Belu Vicente Hornai Gonsalves dalam kunjungan ke Manuaman Fatukbot meskipun memiliki agenda menghadiri Misa Syukur 30 Tahun Imamat Romo Dr. Leonardus (Leo) Mali, Pr., di Gereja Katedral Atambua.

Ia mengaku senang dapat bertemu langsung dengan masyarakat dan mendengar berbagai persoalan yang mereka hadapi.

“Saya senang dan bangga bisa bertemu. Satu momen yang penting, kehadiran pemerintah menghadirkan SPAM air minum,” ungkap Nando Soares.

Menurutnya, penyerahan pengelolaan SPAM Tabean merupakan langkah penting untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Namun, pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan bagi warga untuk menyampaikan berbagai kebutuhan lain yang memerlukan perhatian pemerintah dan pihak terkait.

Sementara itu, Wakil Bupati Belu Vicente Hornai Gonsalves menjelaskan, pengelolaan SPAM Tabean akan diserahkan kepada masyarakat guna mendorong kemandirian dalam pelayanan air bersih.

Sebelum pengelolaan sepenuhnya dilakukan warga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Belu akan memberikan pendampingan teknis serta manajemen keuangan.

Penyerahan pengelolaan tersebut diharapkan membuat fasilitas air bersih dapat dimanfaatkan dan dipelihara secara berkelanjutan.

Berbagai aspirasi yang disampaikan warga Manuaman Fatukbot menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan air bersih, tetapi juga infrastruktur, sarana produksi pertanian, pendidikan, tempat ibadah, dan pelestarian budaya.

Bagi masyarakat, tindak lanjut atas berbagai komitmen yang disampaikan dalam pertemuan tersebut menjadi hal penting agar aspirasi yang telah disuarakan dapat berujung pada pemenuhan kebutuhan nyata di lapangan.

Komentar Anda?

Related posts