Hadapi Masalah Percintaan, Sonia pulih Berkat Berobat Dengan JKN-KIS

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, KOTA KUPANG – Seringkali orang begitu takut dan malu untuk mendatangi psikiater atau dokter spesialis jiwa. Stigma yang selalu melekat pada masyarakat Indonesia yaitu jika seseorang mendatangi psikiater, maka orang itu gila atau tidak waras. Stigma tersebut salah besar. Orang yang ke psikiater, belum tentu gila. Hal ini dibuktikan sendiri langsung oleh Sonia Artha Monova (23), mahasiswi fakultas ekonomi yang tidak malu untuk meminta pertolongan kepada tenaga profesional yaitu psikiater.

Saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Fontein, Sonia sangat antusias untuk membagikan pengalamannya ketika mendatangi psikiater. Sonia terdaftar sebagai peserta program JKN-KIS yang mengikuti kepesertaan Bapaknya yaitu segmen Pekerja Penerima Upah (PPU).

“Kejadiannya ini sudah 2 tahun yang lalu, tahun 2017. Waktu itu, saya sudah benar-benar nggak kuat lagi. Daripada ngebatin mulu, mending saya ke psikiater pakai kartu JKN-KIS ini. Jadi awalnya, saya minta persetujuan mama dulu kalau mau ke dokter Nita untuk minta rujukan ke psikiater. Mama saya setuju aja dan mama juga nggak banyak nanya sih, mungkin dia juga nggak mau maksa saya untuk ceritain ke dia kali ya,” terang perempuan kelahiran Sukabumi ini.

Selain kesehatan fisik, kesehatan mental atau jiwa juga sangat penting untuk dijaga. Jika kesehatan mental seseorang terganggu, maka orang tersebut akan mengalami penurunan pada kemampuan berpikir, emosional yang pada akhirnya menimbulkan perilaku buruk yang tidak bisa diterima oleh lingkungan.

“Tiba-tiba siang itu juga, mama saya ngasih semacam brosur gitu kalau ada seorang psikiater di salah satu Rumah Sakit swasta yang nerima pasien JKN-KIS. Dokter bilang pasti masalah percintaan nih. Akhirnya saya mengiyakan, emang bener masalah percintaan dan saya bener-bener butuh seseorang yang bisa menjaga privasi biar saya ceritanya lebih luwes gitu,” tambah Sonia.

Perempuan yang akan wisuda bulan Agustus ini akhirnya di rujuk ke salah satu dokter spesialis jiwa di Rumah Sakit Swasta. Sonia mengakui bahwa dirinya membutuhkan seseorang untuk mendengarkan ceritanya dan membutuhkan saran untuk mengatasi permasalahan yang ia hadapi saat itu. Dan setelah menceritakan secara keseluruhan problematikanya kepada psikiater dan sempat menitikkan air mata, Sonia merasa sangat lega.

Ia mengungkapkan bahwa psikiaternya juga merespon dengan sangat baik, menyimak dengan seksama apa yang diceritakannya, memberikan saran-saran yang harus dilakukannya dan menenangkan Sonia. Sepulang dari rumah sakit, ia perlahan-lahan mulai menata ulang dengan rapi kehidupan percintaannya dan menerapkan saran-saran yang diberikan oleh psikiater.

“Untuk teman-teman di luar sana khususnya masyarakat Kota Kupang, jangan pernah malu untuk ke psikiater. Apalagi kalau sudah jadi peserta JKN-KIS, ikuti prosedurnya saja dengan benar. Pergi ke faskes tingkat pertama terlebih dahulu kemudian minta surat rujukan ke rumah sakit yang ada psikiaternya. Dijamin gratis, tidak ada biaya. Thank you, BPJS Kesehatan,” tutupnya. (MR/ir)

Komentar Anda?

Related posts