PORTALNTT.COM, SUMBA TIMUR – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Infrastruktur Universitas Nusa Cendana (Undana) 2026 bersama masyarakat Desa Tanatuku, Kecamatan Ngaha Ori Angu, Kabupaten Sumba Timur, membangun jalur pipa air bersih dan satu unit keran umum untuk memenuhi kebutuhan warga Dusun 04.
Kegiatan yang menjadi bagian dari program UNDANA Berdampak tersebut berlangsung pada 29–30 Juli hingga 3 Agustus 2026. Pembangunan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan mahasiswa, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Sejak pagi, mahasiswa dan warga bergotong royong menggali jalur pemasangan pipa. Mereka membongkar bebatuan, menggali tanah, sekaligus menyiapkan material instalasi seperti pipa dan sambungan.
Koordinator Mahasiswa KKN Tematik Infrastruktur Undana, Emanuel Christian A. Nale, mengatakan pembangunan jaringan air bersih merupakan salah satu program prioritas yang disusun berdasarkan hasil observasi dan dialog bersama pemerintah desa serta masyarakat.
Menurut dia, kebutuhan terhadap akses air bersih menjadi salah satu persoalan yang masih dihadapi warga Dusun 04. Karena itu, mahasiswa berupaya menghadirkan solusi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Program ini kami susun berdasarkan kebutuhan masyarakat. Kami tidak hanya membantu secara tenaga, tetapi juga menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan, mulai dari perencanaan jalur, pengukuran medan hingga proses instalasi,” kata Emanuel.
Selain membangun jalur pipa, mahasiswa bersama masyarakat juga mendirikan satu unit keran umum yang nantinya dapat dimanfaatkan warga Dusun 04 untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam pembangunan tersebut. Warga, termasuk kaum muda dan ibu-ibu, turut bekerja bersama mahasiswa dalam proses penggalian dan persiapan jalur pipa.
Sekretaris Desa Tanatuku, Melkianus Hina Janggakadu, bersama tokoh masyarakat menyampaikan apresiasi terhadap program KKN Undana. Mereka menilai pembangunan sarana air bersih merupakan bentuk pengabdian yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Akses air bersih dinilai penting untuk menunjang berbagai aktivitas rumah tangga, mulai dari memasak, mandi, mencuci hingga menjaga kebersihan lingkungan.
Selain pembangunan fisik, mahasiswa juga melakukan wawancara dengan sejumlah warga, termasuk Ibu Dusun 04, untuk menggali pengalaman dan kebutuhan masyarakat terkait akses air bersih. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa memahami kondisi warga secara langsung sekaligus mengevaluasi manfaat program yang dijalankan.
Bagi mahasiswa, KKN tidak sekadar menjadi kegiatan akademik. Kehadiran mereka di tengah masyarakat menjadi ruang untuk menerapkan ilmu sekaligus belajar memahami persoalan nyata yang dihadapi warga.
Melalui program tersebut, Undana berharap pembangunan jaringan air bersih dan keran umum dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Dusun 04. Infrastruktur sederhana itu diharapkan membantu mempermudah akses air sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup warga.
KKN Tematik Infrastruktur melalui gerakan UNDANA Berdampak menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa.
Bersama masyarakat, mahasiswa membangun infrastruktur dan mengalirkan harapan melalui akses air bersih untuk kehidupan yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera.







