Kuliah S2 Tanpa Tinggalkan Pekerjaan, FEB Undana Siapkan Skema Kelas Adaptif

  • Whatsapp
Dekan FEB Undana, Dr. Rolland E. Fanggidae.

PORTALNTT.COM, KUPANG – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang terus memperluas akses pendidikan pascasarjana bagi para profesional. Melalui Program Studi Magister Manajemen, FEB Undana menerapkan pola pembelajaran yang fleksibel agar mahasiswa yang telah bekerja tetap dapat melanjutkan studi tanpa mengabaikan tugas utama di instansi masing-masing.

Dekan FEB Undana, Dr. Rolland E. Fanggidae, mengatakan, fleksibilitas tersebut menjadi respons atas kebutuhan mahasiswa Magister Manajemen yang sebagian besar berasal dari kalangan pekerja, termasuk sektor perbankan dan pemerintahan.

“Pasar kami banyak diminati oleh teman-teman yang sudah bekerja. Mereka mengambil Magister Manajemen dengan spesifikasi di bidang bisnis, pemasaran, dan bidang-bidang lainnya,” ujar Rolland pada PortalNTT, Kamis (25/6/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut mendorong fakultas dan program studi untuk menyesuaikan mekanisme perkuliahan dengan ritme kerja mahasiswa. Apabila mayoritas peserta berasal dari lembaga perbankan atau instansi yang menuntut jam kerja penuh, pelaksanaan kuliah dapat dijadwalkan secara daring.

“Misalnya, beberapa pertemuan diagendakan secara offline pada hari Sabtu. Namun, secara keseluruhan kami menyesuaikan dengan kebutuhan dan kesepakatan mahasiswa,” katanya.

Pada periode ini, Program Studi Magister Manajemen FEB Undana akan meluluskan 12 mahasiswa. Sebagian besar di antaranya berasal dari Bank NTT dan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Rolland menegaskan, model pembelajaran daring tersebut diterapkan untuk memudahkan mahasiswa yang memiliki tanggung jawab pekerjaan. Meski demikian, kualitas pembelajaran tetap dijaga melalui kombinasi pertemuan daring dan luring.

Dari sisi biaya, ia menyebutkan bahwa mahasiswa kelas fleksibel tetap dikenakan biaya pendidikan yang sama dengan mahasiswa reguler. Tidak ada perbedaan tarif karena penyesuaian hanya dilakukan pada mekanisme pelaksanaan kuliah.

“Pembiayaannya tetap sama dengan reguler. Yang kami buat fleksibel adalah pelaksanaan kelasnya, mengikuti jam kerja teman-teman,” ujar Rolland.

Biaya pendidikan Program Studi Magister Manajemen FEB Undana Rp 8 juta. Informasi lebih lanjut mengenai ketentuan biaya dan pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi  Universitas Nusa Cendana⁠.

Ke depan, FEB Undana juga membuka peluang membentuk kelas khusus bagi peserta dari sektor perbankan dan koperasi apabila jumlah peminat mencukupi. Kelas khusus itu dinilai dapat memperkuat proses pembelajaran karena peserta memiliki pengalaman kerja yang relatif serupa.

“Kalau peminatnya cukup besar, kami berencana membuka kelas khusus untuk perbankan dan koperasi. Dengan pengalaman kerja yang sama, kami lebih mudah mengarahkan pembelajaran sesuai kebutuhan mereka,” kata Rolland.

Adapun persyaratan pendaftaran tetap mengikuti ketentuan umum, antara lain ijazah dan transkrip nilai jenjang sarjana. Kemampuan bahasa Inggris juga menjadi bagian dari persyaratan akademik yang dapat dipenuhi peserta pada tahap awal maupun menjelang penyelesaian studi.

Rolland menambahkan, Program Magister Manajemen FEB Undana belum menerapkan skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada semester ini. Namun, ia memastikan pengembangan skema tersebut menjadi salah satu arah yang akan dipertimbangkan pada masa mendatang.

Ia mengimbau para pekerja muda dan profesional untuk tidak ragu melanjutkan pendidikan ke jenjang magister. Menurut dia, perguruan tinggi harus mampu menghadirkan sistem pembelajaran yang adaptif terhadap dinamika dunia kerja.

“Jangan pernah khawatir untuk studi lanjut. Kami akan sangat fleksibel menyesuaikan waktu kuliah dengan kesibukan mahasiswa, sehingga kuliah tidak menghambat pelaksanaan tugas utama mereka,” pungkas Dekan FEB Undana Rolland E. Fanggidae.

Komentar Anda?

Related posts