Masih Banyak Guru dan Siswa di Sumba Timur Gunakan Bahasa Daerah

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, WAINGAPU – Kepala Dinas Pendidikan Sumba Timur Yusuf Walu Wanja mengatakan permasalahan mendasar di Sumba Timur adalah para guru/siswa masih menggunakan bahasa ibu atau bahasa daerah dalam kegiatan belajar mengajar.

“Kami memang akui bahwa jangkauan pengawasan dinas pendidikan Sumba Timur pada beberapa sekolah-sekolah sangat jauh tetapi dengan adanya kegiatan ini sangat mendukung bagi pendidikan siswa/siswi di Sumba khususnya Sumba Timur. Kami bekerjasama dengan kementrian untuk mencari permasalahan mendasar tentang pendidikan khususnya guru/siswa, karena itu guru/siswa selalu memakai bahasa Ibu/daerah,” ungkapnya dalam kegiatan program INOVASI bersama sejumlah wartawan di aula Hotel Padadita, Waingapu, Selasa (20/2).

Selain itu dikatakan, hingga saat ini masih ada guru di Kabupaten Sumba Timur, yang memiliki gaji Rp 50.000 per bulannya.

“Masih ada satu atau dua orang guru honor yang gajinya Rp 50.000. Mereka adalah guru honorer di sekolah yang dibiayai dari dana biaya operasional sekolah (BOS),” ungkap Yusuf.

Diakuinya dengan kondisi seperti itu, para guru kesulitan untuk membiayai hidup mereka sehari-hari. Namun saat ini, pemerintah desa setempat telah memberikan gaji tambahan dengan menggunakan dana alokasi desa.

“Jadi sekarang guru honor yang gaji minim, mungkin hanya beberapa orang saja,” jelas Yusuf.

Sementara itu ditempat sama, Communication Manager dari Program Inovasi, Stephanie Carter mengatakan program ini ada di empat Kabupaten, Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Tengah, Sumba Timur. Tujuannya untuk menemukan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan masalah pendidikan.

Program Inovasi merupakan sebuah program pendidikan yang dibiayai pemerintah Australia, dan bekerja sama dengan pemerintah Provinsi NTT.

“Kami berharap program kami mampu memberi pemahaman lain tentang berbagai kesulitan yang dihadapi para guru maupun siswa yang ada di Sumba dalam, sehingga bisa dicarikan solusi secara bersama-sama. Orang tua perlu peran aktif dalam mendukung pendidikan dan bukan urusan guru saja, tetapi peran orang tua mendukung anak untuk belajar dengan giat,” kata Carter.

Carter juga mengakui, kendala yang masih dihadapi guru-guru di Sumba Timur yaitu pada saat mengajar, siswa/siswi masih memakai bahasa Daerah.

“Dengan adanya Inovasi membawa kita bagaimana proses belajar mengajar masalah pendidikan yang akhirnya berkualitas, hal itulah yang harus diutamakan bagi pendidikan, itu semua Konsep inovasi sesuai dengan kebutuhannya,” jelas Carter

Utuk diketahui, INOVASI adalah lembaga yang ditunjuk oleh kementerian pendidikan dan bekerjasama dengan Pemprov NTT dan empat Kabupaten di daratan Sumba untuk melakukan penelitian terhadap berbagai persoalan pendidikan yang ada di Sumba. Untuk itu kita berharap INOVASI bisa memutuskan lingkaran setan yang sudah sekian lama mencengkram dunia pendidikan. Kita juga berharap ada kesadaran dari semua pihak terkait persoalan yang ditemui saat penelitian di lapangan. (Mus)

Komentar Anda?

Related posts