Oleh: Ramly Menoh, S.Pd Guru SMA Negeri 1 Lobalain
Era digital membawa tantangan dan peluang besar bagi pendidikan di Indonesia. Mengintegrasikan coding dan kecerdasan buatan (AI) ke dalam kurikulum SMA bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis guna mencetak generasi dengan literasi digital tinggi dan pola pikir kritis adaptif.
Coding & AI: Pondasi Literasi Abad 21
Menurut OECD Future of Education and Skills 2030, kemampuan berpikir algoritmik, dasar pemrograman, dan pemahaman AI masuk dalam kompetensi wajib lulusan SMA. Coding tidak hanya melatih siswa membuat aplikasi lebih dari itu, ia membentuk pemikiran sistematis, kreatif, dan problem-solving. AI menambah dimensi kemampuan siswa untuk memahami dan merancang sistem cerdas, menjadikan siswa bukan sekadar pengguna, melainkan pencipta teknologi.
Studi Sari et al. (2022) dalam Jurnal Teknologi dan Pembelajaran Digital menunjukkan integrasi coding dalam pelajaran IPA dapat meningkatkan pemahaman hingga 40% sekaligus merangsang kemampuan problem solving.
Tantangan Implementasi
Hambatan utama adalah rendahnya jumlah guru yang kompeten, infrastruktur TIK terbatas, serta bahan ajar yang masih minim konteks lokal. Untuk mengatasi ini, diperlukan kolaborasi lintas pemangku: pemerintah daerah, pusat, dunia industri, dan komunitas teknologi guna menciptakan ekosistem belajar yang inklusif dan kontekstual.
Studi Kasus Faktual: SMA Negeri 1 Lobalain, Rote Ndao
Data terbaru menunjukkan komitmen nyata SMA Negeri 1 Lobalain:
• Akreditasi A (Desember 2022): sekolah meraih akreditasi A dengan skor 94 dari BAN-S/M pada visitasi Desember 2022 (reddit.com, onlinentt.com).
• Ekosistem pembelajaran digital: meski akses internet belum memadai, sekolah menjalankan kurikulum Merdeka dan aktif memanfaatkan laboratorium untuk pembelajaran kontekstual .
• Kolaborasi akademik: pada Mei 2025, UNDANA Kupang melalui Prodi Bahasa Inggris melaksanakan seminar PKM dengan tema “Transformasi Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Budaya,” melibatkan guru dan siswa SMA 1 Lobalain (victorynews.id).
• Dukungan komitmen guru dan stakeholder, termasuk kegiatan keagamaan dan syukuran akreditasi sebagai budaya penguatan kualitas pendidikan.
Implikasi digitalnya: meski belum ada data spesifik lomba AI, perbaikan mutu, infrastruktur lab, serta keterlibatan aktif dengan universitas menunjukkan fondasi yang kuat untuk memperkenalkan coding dan AI secara berkelanjutan.
Rekomendasi Strategis untuk Nasional
1. Pelatihan Guru Intensif Program seperti digital fellowship dan workshop coding/AI bagi guru SMA, terutama di wilayah 3T.
2. Modular Coding & AI di Kurikulum Merdeka
Tambahkan modul pilihan terkait computational thinking, pengantar pemrograman, dan dasar-dasar AI yang terhubung dengan proyek nyata sekolah.
3. Dana Afirmasi untuk Sekolah Daerah
Alokasi dana khusus untuk TIK, perangkat, serta pelatihan, agar akses teknologi semakin merata.
4. Kemitraan dengan Dunia Industri & Perguruan Tinggi
Fasilitasi magang siswa, mentoring guru, dan proyek kolaboratif pelajar dan dunia industri.
5. Literasi Digital Berbasis Lokal
Fokus pada problem solving digital yang berakar pada isu dan budaya lokal seperti apa yang telah dilakukan dalam seminar berbasis budaya di Lobalain.
Kesimpulan
Integrasi coding dan AI pada tingkat SMA adalah keharusan agar Indonesia mampu membentuk generasi yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mencipta teknologi. Keberhasilan nyata di SMA Negeri 1 Lobalain, meski bermula dari peningkatan mutu dan kolaborasi budaya, memberi fondasi kuat untuk langkah menuju literasi digital penuh.
Dengan komitmen bersama guru, siswa, pemerintah, industri, dan perguruan tinggi Indonesia dapat mengubah wilayah tertinggal menjadi ruang inovasi digital. Pendidikan bermakna hadir ketika teknologi digunakan untuk membangun solusi lokal dan mendulang kesempatan global.
Tentang Penulis
Ramly Menoh, S.Pd adalah guru di SMA Negeri 1 Lobalain, Rote Ndao, NTT, dan pemerhati literasi digital anak dan remaja. Ia aktif menginisiasi program digital sekolah, menjadi mentor komunitas coding, serta menjembatani kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi. Ramly bersemangat memperjuangkan akses teknologi yang setara bagi generasi muda dari wilayah 3T. Kontak: ramly.menoh10@gmail.com







