PORTALNTT.COM, KOTA KUPANG – Pemerintah kota Kupang (Pemkot) bertekad akan menjadikan Rumah Sakit Umum (RSU) S.K Lerik menjadi rumah sakit terbaik di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Perihal ini disampaikan Wali kota Kupang Jefirston Riwu Kore saat pidato pada upacara Hari ulang tahun (HUT) kota Kupang ke-22, bertempat di lapangan Wali Kota Kupang, Rabu (25/04/2018).
“Rumah sakit SK Lerik saat ini akan kami jadikannya menjadi rumah sakit terbaik di kota ini (NTT), mengingat masyarakat saat ini masih campur aduk, masih sangat sulit dan belum memadai untuk tersentuh dalam pelayanan kesehatan,” terang Jeriko sapaan akrabnya.
Jeriko menjelaskan bahwa, lewat lobi-lobi di Jakarta, pemerintah kota mendapatkan dana sebanyak 58 M rupiah untuk membangun rumah sakit ini.
“Anggaran ini untuk membangun gedung RSUD, fasilitas kesehatan hingga dokter spesialis. Langkah pertama dimulai dari pembangunan gedung yang representatif, pengadaan peralatan medis yang memadai, kemudian dokter spesialis dan tenaga medis lainnya yang cukup,” ungkap Jeriko.
Ketua DPD partai Demokrat NTT ini menegaskan bahwa, kesehatan masyarakat merupakan harapan pemerintah kota. Menurutnya, Pelayanan masyarakat merupakan hal yang utama khususnya di bidang kesehatan.
“Kami punya tekad luar biasa untuk menjadikan Rumah Sakit S.K Lerik menjadi ikon kota Kupang dalam pelayanan kesehatan sehingga semua masyarakat datang ke kota Kupang dapat berobat dengan gratis di RS S.K Lerik,” tutur orang nomor satu Kota Kupang ini.
Mantan anggota DPR RI ini berharap Direktur RS S.K Lerik dan seluruh jajarannya harus mulai dari sekarang mengabdi Sumber daya manusia (SDM) untuk menunjang pelaksanaan program-program yang ada di Rumah Sakit ini.
“Bapak mama memang kita perlu waktu. Berikanlah kepada kami waktu untuk menangani persoalan-persoalan kesehatan di kota Kupang ini. Dengan bangga kita akan menjadikan rumah sakit ini sebagai satu-satunya RS yang bisa menyelesaikan persoalan yang mungkin ada di rumah sakit lain ,” tandas Jeriko.
Pantauan Media, Wali Kota Kupang Jeriko tampak gunakan pakaian adat kas Sabu Raijua bersama istri. Hal yang sama juga dilakukan Wakil Walikota Kupang, dr. Hermanus Man menggunakan pakaian adat Manggarai bersama istri.
Sementara, jajaran Apartur sipil Negara (ASN) dan tamu undangan yang mengikuti upacara HUT tersebut diminta untuk menggunakan pakaian adat sesuai dengan daerahnya masing-masing. (Willy)







