Perangi Masalah Sampah, Dinas Lingkungan Hidup Lembata Distribusikan 3 Kontainer Sampah

  • Whatsapp
banner 468x60

PORTALNTT.COM, LEMBATA – Pemerintah Kabupaten Lembata, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengambil langkah taktis untuk memerangi sampah di kota Lewoleba ibukota kabupaten Lembata.

Pantauan media ini, Kadis Lingkungan Hidup memimpin langsung pendistribusian 3 kontainer sampah untuk di tempatkan di titik-titik yang selama ini dianggap menghasilkan banyak sampah yaitu di pasar TPI, pasar Lamahora dan Pasar Pada.

Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Lembata, Kanis Making, saat memantau langsung pendistribusian kontainer sampah di TPI.

“Kita rencana menempatkan di 7 Kelurahan yang ada di kota Lewoleba. Dan pada hari ini kami mendistribusikan 3 kontainer sampah yang mewakili 3 kelurahan yaitu di TPI, Pasar Lamahora dan Pasar Pada. Sisanya akan kami distribusikan lagi di titik-titik pada masing- masing kelurahan yang memiliki potensi sampah paling banyak,” kata Kadis Lingkungam Hidup, Kanis Making pada PortalNTT saat ditemui di TPI, Rabu (22/1/2020).

Menurut Making, jumlah kontainer sampah yang diadakan pada tahun anggaran 2019 sebanyak 8 buah dan rencananya pada tahun ini akan diadakan penambahan 1 buah lagi.

“Ada titik krusial yang kami pantau butuh penaganan serius karena potensi sampahnya sangat besar yaitu di depan toko Trisakti Wangatoa, depan simpang lima Wangatoa, depan kantor bupati lama, depan toko Serena Mart, Perempatan Olimpic dan
Jalan Eugene Smith,” terang mantan Kasat PolPP ini.

Selain itu untuk mendukung kerja DLH, Making menjelaskan di tahun 2020 ini ada terobosan yang akan dilakukan Camat Nubatukan dan para Lurah yang ada untuk mengadakan 5-7 bentor/kelurahan.

“Dengan adanya bentor itu maka akan sangat membantu para petugas untuk mengangkut sampah-sampah yang ada ke dalam kontainer sampah untuk ditempatkan di TPA,” katanya.

Lebih lanjut, kata Making, pendistribusian Kontainer sampah bertujuan agar masyarakat bisa memanfaatkannya secara baik untuk membuang sampah di tempat yang sudah disiapkan sehingga akan memudahkan para petugas untuk mengangkutnya ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) ataupun ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Kesadaran masyarakat itu masih sangat rendah. Masyarakat belum ada rasa memiliki dan mencintai lingkungannya sehingga membuang sampah sembarangan. Selain itu ada sejumlah drainase tingkat kemiringannya ke laut tidak ada sehingga menimbulkan penyumbatan dan penumpukan di selokan,” kata Making.

Making menambahkan langkah ini juga sebagai salah satu antisipasi mencegah wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang saat ini tengah melanda kabupaten Lembata.

“Kalau sampah di buang-buang begini saja maka bukan hanya lalat saja yang hinggap di situ tapi nyamuk juga. Sekarang lagi wabah DBD jadi mari kita menjaga lingkungan dengan membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan, karena paling banyak sampah itu ada di pasar-pasar,” pinta Making.

Sementara itu, Dian Lutfia salah satu penjual kue di TPI mengatakan terima kasih kepada Dinas Lingkungan Hidup yang sudah menempatkan kontainer sampah di lokasi pasar.

Dian Lutfia, salah satu penjual di pasar TPI.

Diakuinya selama ini mereka terpaksa membuang sampah di sekitar wilayah pasar karena ketidaktersediaan tong sampah untuk menampung sampah.

“Kami bersyukur karena sudah ada kontainer sampah sehingga kami bisa membuang sampah di situ. Karena jujur saja kami selama ini tidak menginginkan membuang sampah sembarang saja karena ketiadaan maka kami terpaksa membuangnya sembarangan,” pungkas Dian asal Wangatoa ini. (Jefri Tapobali)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60