Petani Tak Lagi Cemas Cari Pasar, HKTI TTU Serap Panen Semangka Inbate Langsung ke Dapur MBG

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, TTU – Petani semangka di Desa Inbate, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), tak lagi harus cemas memikirkan pemasaran hasil panen. Hasil panen mereka mulai mendapat kepastian pasar setelah DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) TTU menghubungkan kelompok tani dengan supplier untuk memasok kebutuhan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepastian tersebut terlihat saat Ketua DPC HKTI TTU Kristo Haki bersama Sekretaris DPC HKTI TTU Retno Sila menghadiri panen semangka kelompok tani di Desa Inbate, Jumat (2/10/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Bikomi Nilulat, Danki, Danpos Satgas Pamtas RI-RDTL, serta penyuluh pertanian Kecamatan Bikomi Nilulat.

Kristo mengatakan, HKTI TTU sebelumnya telah berkoordinasi dengan supplier untuk memastikan hasil panen petani dapat langsung terserap pasar.

Menurut dia, apabila semangka yang dipanen memenuhi standar kualitas, seluruh hasil panen tersebut akan langsung dibeli oleh supplier yang telah dikoordinasikan bersama HKTI.

“Kalau kemudian hasil yang ada di kebun ini memenuhi standar kualitas, maka hari ini semuanya langsung dibeli. Karena HKTI juga sudah berkoordinasi dengan supplier, hadir juga supplier untuk membeli semua hasil yang hari ini dipanen,” ujar Kristo di sela-sela kegiatan panen.

Ia menjelaskan, semangka yang telah dibeli selanjutnya akan didistribusikan kepada sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang membutuhkan pasokan buah untuk mendukung program MBG.

HKTI TTU, kata Kristo, telah berkoordinasi dengan sekitar lima dapur SPPG agar hasil produksi petani di Inbate memiliki pasar yang jelas.

“Ini nanti supplier yang akan distribusi ke SPPG yang membutuhkan. Tetapi kami dari HKTI sudah berkoordinasi kurang lebih dengan lima dapur supaya semua hasil dari panen hari ini di kelompok tani ini didistribusikan ke semua SPPG yang sudah dikoordinasikan,” katanya.

Jaga Harga Petani

Selain membuka akses pasar, HKTI TTU juga menaruh perhatian terhadap harga yang diterima petani.

Kristo menegaskan, petani harus mendapatkan harga yang layak dan tidak boleh dirugikan oleh rantai perdagangan yang tidak sehat.

Ia mengatakan, harga pembelian semangka akan mengikuti harga yang berlaku di Kabupaten TTU. Jika terdapat penyesuaian, hal tersebut terutama berkaitan dengan biaya operasional pengangkutan atau transportasi.

“Petani harus bisa mendapat harga yang pasti dan tidak dibawa seperti tengkulak. Itu tidak boleh. HKTI akan menjaga sehingga harganya stabil dan petani merasakan hasil pertanian ini dengan senyum, dengan semangat,” tegasnya.

Menurut Kristo, kepastian pasar dan harga menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong petani terus meningkatkan produksi.

Dengan adanya pasar yang jelas, petani tidak hanya memikirkan bagaimana menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memiliki kepastian mengenai ke mana hasil pertanian akan dijual.

Dorong Produksi Berkelanjutan

Kristo juga mengingatkan agar aktivitas pertanian di Inbate tidak berhenti setelah panen semangka.

HKTI TTU, kata dia, siap membantu mendorong keberlanjutan produksi melalui dukungan bibit serta pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang dikelola organisasi tersebut.

“Setelah panen ini jangan berhenti. Bahkan kita mau menyiapkan bibit dan alsintan. Alsintan bukan kita membagikan, tetapi kita akan membackup dengan alsintan yang sudah dikelola oleh HKTI untuk produksi ini tetap berlanjut,” jelasnya.

Ia berharap petani di wilayah tersebut tidak hanya mengembangkan semangka, tetapi juga berbagai komoditas sayuran dan hortikultura lainnya yang memiliki potensi pasar.

Salah satu komoditas yang menjadi perhatian HKTI adalah bawang putih siung tunggal yang telah mulai dibudidayakan petani setempat.

“Kita mau dorong itu supaya ini menjadi komoditi di wilayah ini. Kita mau dorong, nanti kita akan koneksi dengan pemerintah kecamatan dan desa,” katanya.

Persoalan Air Jadi Perhatian

Di sisi lain, Kristo juga merespons persoalan ketersediaan air yang menjadi salah satu kendala petani dalam mengembangkan lahan pertanian.

Ia mengatakan, persoalan tersebut akan diperjuangkan melalui jaringan HKTI, termasuk dengan menyampaikannya kepada pemerintah pusat melalui HKTI tingkat pusat.

“Kita akan mendorong ini. Ini juga akan langsung kita bawa ke pemerintah pusat melalui HKTI pusat untuk bisa petani dibantu persoalan atau kendala yang dihadapi di lapangan,” ujarnya.

HKTI TTU juga akan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten TTU untuk mencari solusi terhadap kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat.

“Kami akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah melalui anggaran yang ada di kabupaten untuk bisa membantu masyarakat dalam menyediakan kebutuhan air untuk kepentingan pertanian yang ada di lokasi ini,” pungkas Kristo.

Petani Sambut Baik

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani, Nikodemus Sfunit, menyambut baik kehadiran HKTI TTU yang membantu mencarikan pasar bagi hasil produksi kelompoknya.

Ia berharap dukungan tersebut dapat menjaga harga semangka agar tetap sesuai dengan harga yang berlaku di daerah.

“Kita mengharapkan kehadiran Ketua HKTI ini kita bisa dibantu harga ini sesuai standar. Puji Tuhan karena informasinya harga per kilogram sekitar tujuh ribu sesuai dengan harga yang ada,” ujar Nikodemus.

Ia juga menyampaikan terima kasih karena hasil panen semangka kelompok tani dapat langsung dibeli di lokasi.

“Terima kasih banyak karena bapak-bapak sudah membantu kita untuk hasil panen langsung beli hasil kita di tempat,” ucapnya.

Bagi petani Inbate, kepastian pasar tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga semangat produksi. Sementara bagi HKTI TTU, keterhubungan antara petani, supplier dan dapur SPPG menjadi salah satu upaya membangun rantai pasok pertanian yang lebih terarah, sehingga hasil produksi petani tidak berhenti di kebun, tetapi dapat terserap hingga ke konsumen.

Komentar Anda?

Related posts