Terharu Jadi Bagian Sejarah, Wakil Ketua DPRD NTT: Patung Kristus Memberkati Jadi Tanda Kasih Tuhan

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, KUPANG – Wakil Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Fernando Jose Osorio Soares, mengaku terharu dapat menjadi bagian dari peletakan batu pertama pembangunan Patung Kristus Memberkati di Pulau Semau, Kabupaten Kupang.

Menurut Nando Soares, pembangunan patung tersebut mengingatkannya pada sejarah 30 tahun silam ketika Patung Kristus Raja di Dili, Timor-Timur, diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 1996.

“30 tahun lalu, di Timor-Timur tahun 1996, ada peresmian Patung Kristus Raja oleh Presiden Soeharto. Hari ini saya berkesempatan hadir dalam kegiatan yang hampir sama, yaitu peletakan batu pertama pembangunan Patung Kristus Memberkati di Kabupaten Kupang, di Pulau Semau ini,” kata Nando Soares.

Ia mengaku momen tersebut memiliki makna emosional tersendiri, terlebih karena pembangunan Patung Kristus Memberkati kali ini digagas di Kabupaten Kupang.

“Saya agak terharu juga. Pak Gubernur, Pak Bupati, 30 tahun lalu orang tua kami menginisiasi pembangunan di Timor-Timur. Hari ini sahabat saya, Pak Bupati, kembali menginisiasi pembangunan Patung Kristus Memberkati di Kabupaten Kupang, di Pulau Semau,” ujarnya.

Nando Soares mengatakan, pembangunan Patung Kristus Memberkati bukan hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pengembangan pariwisata dan wisata religi di Kabupaten Kupang.

Namun, bagi dirinya sebagai pimpinan DPRD Provinsi NTT, makna pembangunan patung tersebut jauh lebih luas.

“Untuk kami di DPRD Provinsi, ini adalah tanda berkat dan kasih Tuhan kepada kita semua. Patung ini kita bangun untuk memberkati Kabupaten Kupang, memberkati Provinsi NTT,” katanya.

Ia berharap keberadaan Patung Kristus Memberkati nantinya dapat menjadi simbol doa, persatuan, dan harapan bagi masyarakat NTT.

“Dengan berkat dan kasih Tuhan, ke depannya NTT menjadi berkat untuk Indonesia,” tutur Nando Soares.

Bukan Sekadar Peletakan Batu Pertama

Nando Soares, juga mengingatkan bahwa peletakan batu pertama hanyalah awal dari sebuah pekerjaan besar. Menurutnya, tantangan sesungguhnya adalah memastikan pembangunan tersebut dapat diselesaikan hingga tuntas.

“Proficiat atas langkah pertama ini, Bapak Bupati. Peletakan batu pertama itu gampang. Semua orang bisa melakukan peletakan batu pertama. Yang sulit adalah menyelesaikan semua kegiatan yang sudah kita mulai pada siang hari ini,” tegasnya.

Karena itu, Nando Soares, menegaskan Bupati Kupang tidak berjalan sendiri dalam mewujudkan pembangunan Patung Kristus Memberkati tersebut.

“Bapak Bupati tidak sendiri. Ada saya, ada Pak Gubernur. Kita bekerja bersama-sama,” katanya.

Ia pun berharap pembangunan yang dimulai hari ini dapat benar-benar terwujud sesuai target dan menjadi salah satu ikon baru Kabupaten Kupang dan NTT.

“Kita harus pastikan bahwa pada 2028, kegiatan yang kita mulai hari ini, Patung Kristus Memberkati ini sudah bisa kita adakan kegiatan ibadah yang pertama bersama-sama,” pungkasnya.

Komentar Anda?

Related posts