PORTALNTT .COM, KUPANG – Kepedulian terhadap tumbuh kembang anak-anak dari keluarga prasejahtera diwujudkan oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Pastoral Konseling melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Tumbuh dalam Kasih Tuhan.” Kegiatan ini merupakan luaran Mata Kuliah Seminar Konseling Semester VI yang dilaksanakan di kawasan pesisir Kota Kupang dan diikuti oleh anak-anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi sederhana.
Peserta yang mengikuti kegiatan ini sebagian besar berasal dari keluarga yang bekerja sebagai pemulung, buruh harian, tukang, dan pekerjaan lainnya dengan pendapatan yang tidak menentu. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dan dosen berupaya menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan sekaligus memberikan motivasi, penguatan karakter, dan nilai-nilai kehidupan bagi para peserta.
Dosen pengampu Mata Kuliah Seminar Konseling, Debby Yunita Mada, M.Th., menjelaskan bahwa kegiatan PKM ini merupakan implementasi dari pembelajaran yang telah dijalani mahasiswa selama satu semester. Sebelum turun ke masyarakat, mahasiswa terlebih dahulu mengikuti seminar-seminar kecil di dalam kelas untuk melatih kemampuan berbicara di depan umum dan menyampaikan materi secara efektif. Dari proses tersebut dipilih mahasiswa terbaik yang kemudian diberi kesempatan menjadi pemateri dalam kegiatan pengabdian.
Kegiatan diawali dengan doa pembukaan yang dipimpin oleh mahasiswa Ini Liufeto, sementara jalannya acara dipandu oleh Angel Riwu sebagai Master of Ceremony (MC). Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme sejak awal hingga akhir acara.
Pada sesi pertama, mahasiswa Semester VI Helda Almet membawakan materi berjudul “Berani Mengambil Risiko dalam Mengatasi Kegagalan.” Dalam pemaparannya, Helda mengajak peserta untuk tidak menyerah ketika menghadapi kegagalan dan menjadikannya sebagai bagian dari proses pembelajaran hidup.
“Kegagalan bukanlah akhir dari perjalanan hidup. Kegagalan adalah kesempatan untuk belajar dan menjadi pribadi yang lebih kuat. Orang yang berhasil bukanlah orang yang tidak pernah gagal, tetapi orang yang terus bangkit ketika mengalami kegagalan,” ujar Helda.
Sesi berikutnya dipandu oleh moderator Namrsito Djalal, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia. Pada sesi ini hadir Dr. Yenry A. Pellondou sebagai narasumber yang menyampaikan materi bertajuk “Tumbuh dalam Kasih Tuhan.”
Dalam penyampaiannya, Dr. Yenry menjelaskan bahwa kasih Tuhan merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter manusia. Menurutnya, seseorang yang bertumbuh dalam kasih Tuhan akan memiliki kepedulian terhadap sesama, mampu menghargai perbedaan, serta menjadi pribadi yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
“Ketika seseorang bertumbuh dalam kasih Tuhan, ia akan lebih mudah mengasihi sesama, menghargai perbedaan, dan menjadi berkat bagi lingkungannya,” kata Dr. Yenry.
Materi berikutnya disampaikan oleh Dr. Yusmina Hauoni, Ph.D. dengan tema “Leaders Are Made, Not Born.” Dalam presentasinya, ia menekankan bahwa kepemimpinan bukanlah kemampuan yang hanya dimiliki oleh segelintir orang sejak lahir, melainkan keterampilan yang dapat dibentuk melalui proses belajar dan pengalaman.
Menurut Dr. Yusmina, setiap anak memiliki potensi untuk menjadi pemimpin apabila diberi kesempatan untuk berkembang, belajar bertanggung jawab, dan berani mengambil keputusan yang baik.
“Jangan pernah berpikir bahwa pemimpin hanya dilahirkan. Pemimpin dibentuk melalui proses yang panjang. Setiap anak memiliki potensi untuk menjadi pemimpin jika mau belajar dan mengembangkan dirinya,” ungkapnya.
Selain mengikuti seminar, peserta juga diajak terlibat dalam berbagai aktivitas interaktif yang melatih keberanian berbicara, menyampaikan pendapat, bekerja sama dalam kelompok, serta meningkatkan rasa percaya diri. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam menjawab pertanyaan, mengikuti permainan edukatif, dan berpartisipasi dalam diskusi yang dipandu oleh mahasiswa.
Debby Yunita Mada menjelaskan bahwa kegiatan PKM ini tidak hanya bertujuan memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa belajar menjadi pembicara, moderator, fasilitator, sekaligus pelayan masyarakat yang peka terhadap kebutuhan sosial di lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan PKM “Tumbuh dalam Kasih Tuhan”, Program Studi Pastoral Konseling berharap dapat terus berkontribusi dalam membangun karakter, kepercayaan diri, dan harapan anak-anak yang membutuhkan pendampingan. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam pelayanan kepada masyarakat.







