PORTALNTT.COM, KUPANG – Kaderisasi organisasi mahasiswa tidak semestinya berhenti pada proses penerimaan anggota baru. Lebih dari itu, kaderisasi menjadi ruang untuk membentuk karakter, memperkuat persaudaraan, dan menyiapkan generasi muda yang mampu mengambil peran di tengah masyarakat.
Pesan itu disampaikan Dewan Pelindung Ikatan Kaum Intelektual Fatuleu (IKIF), Bildad Thonak, SH, saat menutup Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) IKIF di Aula Sulamanda, Kota Kupang, Minggu (30/8/2026).
MPAB IKIF berlangsung selama dua hari, 29–30 Agustus 2026, dan dirangkaikan dengan pelantikan anggota baru.
Dalam sambutannya, Bildad meminta para anggota baru tidak memandang IKIF hanya sebagai organisasi tempat berkumpul mahasiswa asal Fatuleu. Menurut dia, IKIF harus menjadi ruang pembelajaran yang mendorong anggotanya berkembang secara intelektual sekaligus memiliki kepekaan terhadap persoalan daerah.
“Jadikan IKIF sebagai wadah belajar bagi mahasiswa-mahasiswa asal Fatuleu,” kata Bildad.
Ia menilai keberadaan organisasi mahasiswa memiliki arti penting dalam menyiapkan generasi yang kelak dapat mengambil tanggung jawab lebih besar di masyarakat.
Karena itu, proses kaderisasi perlu diarahkan untuk membangun karakter, wawasan, kemampuan kepemimpinan, dan kepedulian terhadap daerah.
Bildad berharap kader IKIF nantinya tidak hanya mampu bersaing secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian untuk terlibat dalam berbagai persoalan pembangunan di Kabupaten Kupang dan Nusa Tenggara Timur.
“Organisasi mahasiswa bukan sekadar tempat berkumpul. Di dalamnya harus ada proses membentuk generasi muda yang memiliki kepedulian dan mampu mengambil peran dalam pembangunan,” ujarnya.
Menjaga Persaudaraan
Ketua Umum IKIF, Marsel Nomeni, mengatakan pelantikan anggota baru menjadi awal bagi perjalanan para kader dalam menjalankan visi dan misi organisasi.
Menurut Marsel, IKIF akan terus mendorong kaderisasi secara berkelanjutan agar organisasi tidak kehilangan arah dan tetap memiliki regenerasi.
Ia meminta anggota baru menjaga persaudaraan yang telah dibangun selama proses MPAB.
“Harapannya, anggota baru dapat membangun rasa persaudaraan dan bersama-sama mewujudkan visi dan misi organisasi,” kata Marsel.
Ia mengatakan kader IKIF diharapkan tumbuh menjadi generasi muda yang berpikir kritis, berkarakter, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi Fatuleu, Kabupaten Kupang, NTT, maupun bangsa dan negara.
Bagi IKIF, berakhirnya MPAB bukan menjadi akhir dari proses. Pelantikan justru menjadi awal bagi para anggota baru untuk membuktikan bahwa kaderisasi dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga siap mengambil bagian dalam pembangunan daerah.







