PORTALNTT.COM, WAIKABUBAK – Wakil Bupati Sumba Barat, Marthen Ngailu Toni, SP membuka kegiatan Focus Group Discussion terkait publikasi penyusunan data melalui Sumba Barat Dalam Angka,di Aula Hotel Pelita – Waikabubak, Selasa (5/06/2018).
Wakil Bupati Sumba Barat, Marthen Ngailu Toni,SP dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam rangka memenuhi data yang beragam, baik data statistik dasar, statistik sektoral, dan statistik khusus sesuai amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, maka Badan Pusat Statistik (BPS) di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota sampai dengan kecamatan melakukan kegiatan penyusunan data melalui Daerah Dalam Angka (DDA) termasuk di Kabupaten Sumba Barat.
“Kegiatan ini akan membahas tentang Publikasi Statistik Kabupaten Sumba Barat Dalam Angka Tahun 2018, Publikasi Kabupaten Sumba Barat Dalam Angka tidak hanya berisikan data BPS namun juga data sektoral yang dikelola oleh Pemerintah Daerah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Wakil Bupati Sumba Barat mengatakan bahwa Sumba Barat dalam angka merupakan publikasi tahunan BPS yang komprehensif. Dimana menyajikan beraneka jenis data dari berbagai bidang serta dilengkapi ulasan deskriptif dan penjelasan teknis.
“Publikasi Sumba Barat Dalam Angka merupakan referensi bagi Pemerintah Daerah dalam membuat perencanaan pembangunan di Kabupaten Sumba Barat,” lanjut Wabup.
Wabup Toni, mengharapkan agar seluruh Perangkat Daerah mendukung dan bekerja sama dengan BPS dalam memberikan data dan informasi statistik yang akurat.
Kegiatan yang dihadiri oleh pengelola data seluruh perangkat daerah tersebut, Wabup Toni menekankan bahwa proses pemerintahan tak dapat terlepas dari data statistik.
Dia meminta agar pengelola data di seluruh perangkat daerah untuk memberikan data yang valid dan dapat dijamin kebenarannya kepada BPS, sehingga para perencana dan pengambil kebijakan dapat memanfaatkan publikasi BPS tersebut sebagai rujukan.
Akan tetapi masih terdapat beberapa hambatan yang terjadi hampir setiap tahun dalam penyusunan Sumba Barat Dalam Angka, diantaranya,
1). Ketidakkonsistenan data dari tahun ke tahun Beberapa data menunjukan tren yang sangat fluktuatif sehingga perlu dipertanyakan lagi apakah data tersebut memang sudah sesuai dengan kenyataan atau belum. Beberapa data angkanya sama persis dengan tahun sebelumnya sehingga perlu dikonfirmasi kembali keakuratannya.
2). Kurangnya ketersediaan data Seperti contoh, tidak tersedianya data keadaan geografis dan iklim secara lengkap karena tidak tersedianya alat pengukur.
3). Waktu pengembalian form yang terlambat Masih ada isian form untuk Kabupaten Sumba Barat Dalam Angka yang diserahkan setelah lebih dari 1 atau 2 bulan, sebagian karena hilang.
Dari beberapa permasalahan tersebut, menurut Wabup maka pelaksanakan Focus Group Discussion Rapat koordinasi lintas sektor FGD ini merupakan suatu kegiatan strategis untuk mempercepat proses penyusunan Sumba Barat Dalam Angka secara terpadu dan berkelanjutan.
Wabup juga mengajak semua yang hadir untuk memanfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya sehingga Koordinasi, integrasi serta sinkronisasi data dan informasi amat diperlukan agar terdapat kesinambungan selama pelaksanaan penyusunan Sumba Barat Dalam Angka.
Dalam kaitan tersebut ia berharap agar ada kesamaan persepsi, tekad, semangat dan gerak langkah untuk memberikan kontribusi dalam pelaksanaan tugas masing-masing. Rapat Koordinasi Lintas Sektor ini juga bertujuan agar semakin memperkuat komitmen lintas sektor terkait dalam rangka penyajian data dan informasi tentang keadaan geografis dan iklim di Kabupaten Sumba Barat, ciri dan keadaan sosial ekonomi penduduk serta kondisi
sosial dan perekonomian Kabupaten Sumba Barat.
“Sehubungan dengan itu, saya mengajak kita semua yang hadir pada saat ini, untuk semakin menguatkan komitmen lintas sektor terkait dalam penyediaan data dan informasi yang akurat. Rencana Tindak Lanjut yang disepakati dalam rapat hari ini agar dilaksanakan secara konsekuen dan bertanggungjawab sehingga dapat memberikan kontribusi nyata dalam rangka untuk menjaga kesinambungan penyajian data dan informasi didalam Sumba Barat Dalam Angka,” harap Wakil Bupati mengakhiri sambutannya. (Adr/Mus)







