Komitmen Gotong Royong, JKN-KIS Bantu Martha Jalani Biopsi Payudara dan Mammografi

Komitmen Gotong Royong, JKN-KIS Bantu Martha Jalani Biopsi Payudara dan Mammografi

PORTALNTT.COM, KOTA KUPANG - Martha Dorantje Sibu, single parent yang kini menginjak usia 55 tahun ini telah merasakan manfaat yang diperoleh dari pro

Bupati Anton Hadjon : Masyarakat Waspada Dalam Mengkonsumsi Obat dan Makanan
Olahraga Bagian Penting Untuk Pembangunan di Flotim
167.783 Personel Gabungan Siap Amankan Operasi Lilin 2018 di Rote Ndao

PORTALNTT.COM, KOTA KUPANG – Martha Dorantje Sibu, single parent yang kini menginjak usia 55 tahun ini telah merasakan manfaat yang diperoleh dari program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Martha merupakan peserta JKN-KIS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang memiliki hak kelas rawat inap yaitu kelas III.

Ibu dua orang anak ini rupanya pernah menjalani biopsi payudara pada bulan Mei tahun lalu. Saat ditemui di kediamannya, Minggu (07/07) ia siap untuk berbagi kisah dalam memanfaatkan kartu JKN-KIS.

“Pada saat saya mandi, terasa seperti ada benjolan kecil di bagian kanan. Awalnya saya takut dan malu ke dokter tapi karena anak-anak dan keluarga sudah tahu akhirnya mereka menyarankan saya untuk periksa ke dokter,” tuturnya.

Martha akhirnya memutuskan untuk pergi ke Rumah Sakit Wirasakti setelah mendapat rujukan dari faskes tingkat pertama ia terdaftar. Di rumah sakit, ia ditangani langsung oleh dokter spesialis bedah onkologi sekaligus konsultan kanker.

“Pemeriksaan pertama ke dokter Dedy Yulidar di Rumah Sakit Wirasakti. Dokter menyuruh saya untuk melakukan USG payudara terlebih dahulu. Setelah USG itu, mungkin hasilnya kurang baik atau bagaimana jadi saya disarankan oleh dokter untuk melakukan biopsi,” kenang Martha.

Dikutip dari laman alodokter.com, biopsi payudara adalah prosedur pengambilan sampel jaringan dari payudara untuk mendeteksi adanya kelainan. Prosedur ini juga dilakukan untuk mengevaluasi apakah benjolan pada payudara bersifat ganas atau kanker.

Sebelum di operasi, Martha mengaku takut dan sempat tegang sehingga operasi di tunda karena Martha mengalami darah tinggi. Martha menjalankan biopsi di ruang operasi yang berlangsung kurang lebih 3 jam. Setelah melakukan biopsi, Martha menunggu hasil biopsi keluar sambil rutin melakukan check up serta mengganti perban.

Setelah sebulan menunggu, hasil biopsi keluar. Dokter menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Onkologi Surabaya untuk melakukan mammografi. Mammografi adalah proses pemeriksaan untuk memeriksa dan mendeteksi berbagai bentuk kelainan pada payudara, seperti kanker payudara, tumor atau kista payudara.

“Akhirnya saya berangkat ke Surabaya pada bulan Juli untuk mammografi. Sama seperti rontgen saja sih. Hasil dari mammografi saya bawa ke dokter Yulidar. Namun disitu terdapat keterangan bahwa benjolannya tidak terlalu serius dan tidak tergolong ganas namun harus tetap menjaga pola makan dan pola hidup. Karena jika menyimpang, itu akan menjurus ke kanker. Sampai saat ini, saya rajin untuk melakukan USG tiga bulan sekali,” terangnya.

Martha mengungkapkan bahwa dirinya sangat bersyukur dengan terdaftarnya dirinya menjadi peserta BPJS Kesehatan karena tidak ada biaya sepersen pun yang ia keluarkan untuk menjalani rentetan pengobatan yang ia jalani beserta obat-obatan yang ia konsumsi, kecuali biaya transportasi dari Kupang ke Surabaya saja yang ia tanggung secara pribadi.

Ia juga menambahkan bahwa iuran yang tiap bulan ia rajin bayarkan, tidak sebanding dengan apa yang telah BPJS berikan kepadanya.

Dengan terdaftar menjadi peserta JKN-KIS, iuran yang dibayarkan tiap bulan dapat digunakan oleh masyarakat Indonesia yang sakit sesuai dengan prinsip Gotong Royong yang diemban oleh BPJS Kesehatan. (mr/ir)

Komentar Anda?

COMMENTS

DISQUS: 0