Home / Daerah / 30 Orang Siswa SMK Swakarsa Ruteng Mengikuti Program Kelas Industry

30 Orang Siswa SMK Swakarsa Ruteng Mengikuti Program Kelas Industry

775 Kali dibaca

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]

PORTALNTT.COM, RUTENG – Rencana program kelas industry antara SMK Swakarsa Ruteng dengan Hotel Innaya Bay Labuan Bajo memasuki tahap perumusan kurikulum bersama.

Pembuatan kurikulum ini berlangsung dalam workshop selama dua hari terhitung hari Senin, 26 Oktober 2020 sampai Selasa, 27 Oktober 2020,  mengambil tempat di Aula SMK Swakarsa Ruteng.

Workshop ini dihadiri oleh sejumlah guru kompetensi kejuruan perhotelan dan tata boga, para tim manajemen sekolah, utusan dari komite sekolah serta dari Yayasan Pendidikan Swakarsa.

Workshop yang difasilitasi oleh Swisscontact/Sustour (sustainable tour) ini, dibuka dengan briefing singkat oleh Aris Suparni, M.Pd dari SMKN 03 Denpasar dan Adi Wistawan dari Ramada Sunset Road Hotel, Bali. Keduanya mewakili sekolah dan industry pelatih.

Meski hadir secara virtual melalui zoom meeting (video conference), kedua nara sumber ini dengan sejumlah kompetensi dan pengalaman mereka sebagai coach dalam bidang pendidikan dan industry perhotelan telah memberikan semangat dan terutama arah proses design sebuah kurikulum implementatif yang link and match (selaras) dengan tuntutan dunia kerja atau industry.  

“Seperti fungsi kurikulum pada umumnya, kurikulum implementatif yang mulai kita kerjakan hari ini merupakan pedoman atau road map yang digunakan oleh sebuah satuan pendidikan untuk mencapai tujuan-tujuannya,” demikian Aris menggarisbawahi pentingnya workshop hari ini.

Senada dengan itu, Adi Wistawan juga menyampaikan bahwa kurikulum implementatif adalah ciri khas sekaligus nilai lebih dari program kelas industry.

“Tanpa kurikulum yang memetakan kompetensi dasar keahlian yang dituntut oleh industry. Kehadiran siswa pada industry tidak lebih dari program praktek biasa, seperti praktek kerja lapangan,” kata Adi.

Kepala SMK Swakarsa Ruteng, Isidorus Son, S.E, saat membuka Workshop menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada peserta workshop sekaligus mengingatkan sejumlah manfaat bagi pengembangan mutu sekolah melalui program kelas industry, terutama pengembangan ketrampilan siswa jurusan perhotelan dan tata boga yang mengambil bagian dalam program kelas industry kali ini.

“Program kelas industry merupakan tindak lanjut dari arah kebijakan Dirjen pendidikan vokasi. Nilai lebih pendidikan vokasi justru diukur sejauhmana tenaga kerja madya yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan vokasi seperti SMK Swakarsa ini terserap dalam dunia kerja atau industry. Kurikulum implementatif yang kita proses sejak hari ini tentunya mau menjawab tuntutan itu,” pungkas Isidorus.

Manager Swakarsa ini juga menegaskan pentingnya menghubungkan sekolah dengan industry agar tidak ada kesenjangan kompetensi yang diajarkan di sekolah dengan yang dituntut industry yang sering menjadi alasan utama mengapa lulusan sekolah kejuruan menganggur.

Penyusunan kurikulum implementatif ini juga akan melibatkan pemerintah, dalam hal ini kurikulum kelas industry harus mendapatkan pengesahan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nusa Tenggara Timur. Sinergi antara sekolah, industry dan pemerintah dalam kurikulum ini sekiranya menjadi kolaborasi yang mencerminkan tanggung jawab dalam upaya inovasi pendidikan, khususnya pendidikan kejuruan di mana industry merupakan hilirnya.      

Payung hukum program kelas industri adalah Peraturan menteri perindustrian No.03/2017 tentang pedoman pembinaan dan pengembangan sekolah menengah kejuruan berbasis kompetensi yang link and match dengan industri. Program ini telah dilaksanakan di beberapa daerah di Indonesia. SMKN 3 Denpasar dan Ramada Sunset Road Hotel, Bali beberapa tahun belakangan telah menjalin kolaborasi ini dan membawa sejumlah manfaat langsung dari pelaksanaan program kelas industry ini. Siswa yang mengikuti program ini bisa langsung bekerja pada industry/hotel bersangkutan.

Sebaliknya, industry yang menyelenggarakan program kelas industry selain mendapatkan potongan pajak sampai 200% juga bisa menghemat biaya trainning dasar yang biasa dialokasikan untuk merekrut karyawan baru, dan tentunya juga kehadiran siswa membantu operasional hotel melalui schedule praktek dalam program kelas industry tersebut.

Bagi para siswa, pelaksanaan pendidikan dengan nuansa industry ini juga berdampak pada perubahan cara pandang tentang standar dan budaya kerja industry, baik standar kedisiplinan, pelayanan maupun etos kerja. Inilah yang sangat diharapkan bahwa program kelas industry ini tidak hanya dilihat sebagai proses mobilisasi siswa dari sekolah ke industry, tetapi lebih dari itu, yang paling penting adalah saling shering pengaruh yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.  

 

SMK Swakarsa sendiri mempersiapkan program kelas industry ini dengan Hotel Innaya Bay Labuan Bajo. Penyusunan kurikulum implementatif bersama dengan industry BUMN ini merupakan tahap kedua dari rencana program kelas industry yang sebelumnya telah disahkan melalui MoU (nota kesepahaman) yang ditandatangi oleh kedua belah pihak.

Angkatan pertama kelas industry ini diikuti oleh 30 orang siswa. Para peserta ini telah melewati beberapa tahapan seleksi yang dilakukan oleh panitia internal sekolah bersama pihak Hotel Innaya Bay yang meliputi, ketrampilan bahasa Inggris, bahasa Indonesia, Etos kerja industry dan beberapa kompetensi dasar keahlian yang dituntut oleh industry. Mereka akan memulai belajar di kelas industry pada bulan Januari hingga Desember 2021.

Selain lulusan yang relevan dengan tuntutan industry, program kelas industry juga merupakan satu bentuk inovasi pendidikan vokasi untuk mempersiapakan lulusan SMK Swakarsa guna memenuhi permintaan bursa tenaga kerja. Karena itu sangat dituntut passion dari semua elemen yang telibat dalam rencana pelaksanaan program kelas industry ini.

“Kelas industry merupakan program unggulan SMK Swakarsa. Karena itu saya mengajak semua elemen yang terlibat dalam program kelas industry ini untuk berkomitmen mewujudkan program ini sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan,” pungkas Isidorus sebelum menutup secara resmi workshop pembuatan kurikulum implementatif kelas industry ini.

Penulis: Sipri Kantus

Editor: Jefri Tapobali

 

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]