PORTALNTT.COM, KUPANG – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat pada 9 September 2026, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Anita Jacoba Gah, menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Kota Kupang.
Anita Gah menyumbangkan sebanyak 108 bangku gereja untuk mendukung kebutuhan jemaat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 38 bangku telah diserahkan pada tahap awal, sementara 70 bangku lainnya akan menyusul.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sosial kader Partai Demokrat dalam menyambut usia perak partai.
“Demokrat ulang tahun perak tahun ini. Jadi, kita semua kader membuat banyak kegiatan. Ada lomba, bersih-bersih pantai, dan kegiatan lainnya. Salah satunya memberikan bantuan untuk gereja,” kata Anita Gah usai menyerahkan bantuan bangku di Gereja GMIT Kota Kupang, Kamis (27/8/2026).
Ia berharap bantuan tersebut dapat digunakan untuk menunjang kebutuhan jemaat sekaligus memberikan kenyamanan dalam pelaksanaan ibadah dan berbagai kegiatan gerejawi.
“Hari ini baru 38 kursi yang kita serahkan. Totalnya ada 108 bangku dan yang lainnya akan menyusul. Semoga ini bisa bermanfaat bagi jemaat,” ujar Anita Gah.
Gereja dengan Sejarah Ratusan Tahun
Bantuan tersebut memiliki makna tersendiri karena diberikan kepada Jemaat GMIT Kota Kupang yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan kekristenan di Nusa Tenggara Timur.
Sinode GMIT mencatat, sejarah Jemaat GMIT Kota Kupang memiliki akar sejak awal abad ke-17. Gereja Protestan mulai diperkenalkan di Kupang pada 1613. Dengan demikian, akar sejarah jemaat ini telah berlangsung lebih dari empat abad.
Sementara itu, bangunan Gereja Kota Kupang yang menjadi bagian penting dari sejarah tersebut dibangun pada 1826. Sebuah kajian tentang Kota Kupang sebagai kota pusaka mencatat bangunan itu sebagai gereja Kristen Protestan pertama yang berdiri di Pulau Timor dan saat ini digunakan sebagai tempat kebaktian Jemaat GMIT Kota Kupang. Bangunan tersebut juga tercatat sebagai benda cagar budaya.
Pemerintah Kota Kupang juga pernah menyebut Gereja Kota Kupang sebagai gereja Protestan tertua di Kota Kupang dan mendorong penataan serta pengembangannya sebagai museum sejarah. Pada 2026, perjalanan sejarah Jemaat GMIT Kota Kupang disebut telah mencapai sekitar 412 tahun.
Karena nilai sejarah tersebut, Anita Gah menilai gereja itu tidak hanya memiliki arti bagi jemaat, tetapi juga menjadi bagian dari warisan sejarah Nusa Tenggara Timur yang perlu dijaga bersama.
“Karena ini situs gereja tertua di Nusa Tenggara Timur, sudah selayaknya mendapatkan perhatian. Seharusnya dari pemerintah dan juga ada perhatian dari Kementerian Kebudayaan,” katanya.
Menurut Anita Gah, perhatian terhadap gereja bersejarah tersebut penting agar keberadaan dan nilai sejarahnya tetap terpelihara serta dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kebutuhan Bangku Meningkat Seiring Pertumbuhan Jemaat
Ketua Majelis Jemaat GMIT Kota Kupang, Pendeta Olfi Magang-Mooy, S.Th., M.Hum., menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan Anita Gah dan Partai Demokrat.
Menurutnya, bantuan tersebut datang pada waktu yang tepat ketika jemaat GMIT Kota Kupang tengah menghadapi kebutuhan penambahan fasilitas tempat duduk seiring meningkatnya jumlah warga jemaat.
“Tuhan terus pimpin dan berkati Partai Demokrat yang berusia 25 tahun. Sungguh luar biasa. Di usia 25 tahun ini, Partai Demokrat melakukan pelayanan kasih berupa bantuan sosial 108 bangku. Ini sangat menolong kami di Gereja Kota Kupang,” ujar Pendeta Olfi.
Ia menjelaskan, berdasarkan sensus jemaat tahun 2025, jumlah warga jemaat GMIT Kota Kupang berada di sekitar 2.000 kepala keluarga dengan jumlah jiwa yang mendekati 10.000 orang.
Pertumbuhan dan dinamika jemaat tersebut membuat kebutuhan ruang serta fasilitas ibadah semakin besar. Karena keterbatasan kapasitas, pelaksanaan ibadah Minggu dilakukan sebanyak empat kali.
“Dalam satu kali ibadah, umat yang hadir bisa mencapai 600 sampai 800 orang. Ibadah pertama sekitar 600 orang, kemudian ibadah kedua 400 sampai 500 orang, ibadah ketiga juga sekitar 500 orang, sementara ibadah keempat lebih banyak kaum muda dan bisa mencapai 600 orang,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat pihak gereja harus memanfaatkan sejumlah ruang tambahan untuk menampung jemaat.
“Kami membuka aula menjadi ruang ibadah karena jemaat semakin bertambah. Dalam persidangan kemarin, kami juga berencana membuka lobby menjadi bagian dari ruang yang bisa digunakan,” katanya.
Karena itu, Pendeta Olfi menilai bantuan 108 bangku dari Anita Gah memiliki arti penting bagi jemaat.
“Ini menjadi pergumulan kami untuk menambah bangku karena jemaat semakin banyak. Jadi bantuan ini sangat membantu kami,” ujarnya.
Demokrat Dinilai Semakin Dekat dengan Masyarakat
Lebih jauh, Pendeta Olfi melihat bantuan tersebut bukan sekadar penambahan fasilitas gereja, tetapi juga menjadi bentuk nyata kehadiran partai politik di tengah masyarakat.
Menurut dia, kepedulian seperti itu dapat membuat masyarakat merasa diperhatikan dan menjadi bagian dari proses pembangunan bersama.
“Semakin menjadi bagian dekat dengan masyarakat, semakin membuat masyarakat merasa memiliki. Ternyata ada Partai Demokrat yang memperhatikan masyarakat,” katanya.
Ia berharap kepedulian tersebut tidak berhenti pada momentum HUT Partai Demokrat, tetapi dapat terus dilanjutkan dalam berbagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.
“Jangan hanya masyarakat di luar gereja. Gereja juga bagian dari masyarakat. Jangan pernah menutup diri untuk kami sebagai gereja,” ujarnya.
Minta Dukungan Doa
Anita Gah mengatakan kegiatan sosial yang dilakukan dalam rangka HUT ke-25 Demokrat diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia pun meminta dukungan doa dari jemaat agar Partai Demokrat dapat terus menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
“Semoga ini bisa bermanfaat bagi jemaat. Kami juga mohon doa untuk kami, Partai Demokrat, supaya tetap bisa berjuang dan diberikan yang terbaik untuk masyarakat,” tutup Anita Gah.
Sementara itu, Pendeta Olfi turut menyampaikan ucapan selamat kepada Partai Demokrat yang memasuki usia ke-25 tahun.
“Selamat ulang tahun ke-25 untuk Partai Demokrat. Bagi kami ini usia perak. Kami berdoa agar Partai Demokrat terus sukses, terus diberkati, dan tetap menjaga persatuan,” pungkasnya.







