Baru Digunakan, Bangunan Revitalisasi Rp3,1 Miliar di SDI Naimata Mulai Rusak, Anita Gah Ingatkan Pentingnya Pengawasan

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, KUPANG – Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Anita Jacoba Gah, menemukan sejumlah bagian bangunan hasil program revitalisasi di UPTD SDI Naimata, Kota Kupang, yang mulai mengalami kerusakan meski baru digunakan. Temuan ini menjadi perhatian terhadap kualitas pekerjaan dan pentingnya pengawasan pembangunan fasilitas pendidikan.

Temuan tersebut diperoleh saat Anita Gah mengunjungi sekolah itu, Selasa (21/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si., Kepala Bidang Pendidikan Dasar Okto Naitboho, serta staf ahli anggota DPR RI, Maria Susana Mesang Gah dan David Lamberto Mesang.

Anita Gah mengingatkan agar dana revitalisasi dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dikelola secara transparan, bertanggung jawab, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau ada hal-hal yang kurang baik, tolong laporkan kepada kami supaya semuanya yang tidak baik bisa menjadi baik,” ujar Anita kepada wartawan.

Menurut dia, anggaran pendidikan merupakan uang negara yang harus digunakan sesuai peruntukannya. Karena itu, kualitas pekerjaan revitalisasi perlu diperhatikan agar fasilitas yang dibangun benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik.

Wakil Kepala Sekolah UPTD SDI Naimata, Sam Nara, menjelaskan bahwa sekolah tersebut menerima bantuan revitalisasi senilai sekitar Rp3,1 miliar untuk 12 ruang kelas, satu ruang administrasi, serta tiga unit WC dengan total 15 bilik.

“Anggaran revitalisasi sekitar Rp3,1 miliar dialokasikan untuk 12 ruang kelas, satu ruang administrasi, serta tiga unit WC dengan total 15 bilik. Kami berharap fasilitas ini dapat menunjang kegiatan belajar mengajar dan memberikan kenyamanan bagi peserta didik,” ujar Sam.

Selain itu, pihak sekolah mengusulkan pembangunan pagar untuk meningkatkan keamanan lingkungan sekolah. Lokasi sekolah yang berbatasan dengan SMK kerap dimanfaatkan masyarakat sebagai akses jalan pintas.

“Kami berharap ada bantuan pembangunan pagar sekolah demi keamanan lingkungan. Kami juga membutuhkan laboratorium komputer untuk mendukung pembelajaran anak-anak,” kata Sam.

Menanggapi hal tersebut, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest S. Ludji, mengingatkan agar seluruh fasilitas pendidikan yang telah dibangun dipelihara dengan baik.

“Fasilitas yang sudah ada harus dijaga baik-baik dan dimanfaatkan secara maksimal untuk anak-anak,” ujarnya.

Anita Gah juga meminta pihak sekolah menggunakan dana BOS untuk kebutuhan perbaikan yang diperbolehkan sesuai ketentuan. Setiap penggunaan anggaran harus disertai pertanggungjawaban yang jelas.

Ia berharap pengawasan terhadap program revitalisasi dan pengelolaan dana pendidikan terus diperkuat agar anggaran negara benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan mutu pendidikan.

Komentar Anda?

Related posts