PORTALNTT.COM, KUPANG – Rumah Sakit Umum (RSU) Universitas Nusa Cendana (Undana) mencatat tonggak bersejarah setelah resmi melayani peserta BPJS Kesehatan. Pada pekan pertama pelayanan tersebut, rumah sakit ini berhasil menangani persalinan bayi pertama dari peserta BPJS yang lahir dengan selamat melalui proses persalinan normal.
Momen bersejarah itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh jajaran RSU Undana. Lebih dari sekadar kelahiran seorang bayi, peristiwa ini menandai dimulainya babak baru pelayanan kesehatan rumah sakit yang kini semakin terbuka bagi masyarakat luas melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Direktur RSU Undana, dr. Efrisca M. Br. Damanik, M.Biomed., Sp.PA., MM, mengatakan pasien tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 22.00 Wita. Setelah menjalani pemeriksaan, ibu hamil yang mengandung anak pertamanya itu langsung diarahkan ke ruang bersalin karena telah memasuki fase pembukaan.
“Pasien datang sekitar pukul 22.00 Wita dan langsung kami arahkan ke ruang bersalin. Semua tim bergerak cepat memberikan pelayanan terbaik, mulai dari bidan, dokter umum hingga dokter spesialis. Kami juga mendampingi dan memberikan semangat kepada pasien selama proses persalinan,” ujar dr. Efrisca pada PortalNTT, Jumat (26/6/2026).
Sekitar dua setengah jam kemudian, sang ibu berhasil melahirkan bayi laki-laki dengan berat badan 2.700 gram dan panjang tubuh 49 sentimeter melalui persalinan normal.
Persalinan tersebut ditangani oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi bersama dokter spesialis anak, dr. Yuyun Simanjuntak, yang memastikan kondisi ibu dan bayi tetap sehat hingga menjalani masa pemulihan.
Usai persalinan, ibu dan bayi menjalani rawat gabung sebagai bagian dari pelayanan untuk mendukung proses pemulihan sekaligus memperkuat ikatan antara ibu dan anak sejak dini.
Menurut dr. Efrisca, pasien merupakan peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) Kelas III. Meski menggunakan layanan BPJS, pasien memperoleh pelayanan yang sama dengan seluruh pasien lainnya.
“Kami ingin memastikan setiap pasien mendapatkan pelayanan yang berkualitas tanpa membedakan status pembiayaannya. Yang membuat kami bahagia, keluarga pasien merasa sangat puas dan mengaku diperlakukan dengan penuh perhatian selama berada di rumah sakit,” katanya.
Sebagai bentuk pelayanan berkelanjutan, RSU Undana juga berkoordinasi dengan puskesmas agar bayi segera mendapatkan imunisasi Hepatitis B dosis nol (HB0) sebelum dipulangkan.
Ada kisah menarik yang mengiringi kelahiran bayi tersebut. Karena merasa sangat bersyukur atas pelayanan yang diterima, keluarga meminta pihak rumah sakit membantu memberikan nama bagi sang buah hati.
“Awalnya semua bidan saling bertanya, nama apa yang cocok. Akhirnya kami mengusulkan nama Pradana, yang kami maknai sebagai singkatan dari Putra Pertama Undana. Nama itu menjadi simbol bahwa ia adalah bayi pertama peserta BPJS yang lahir di RSU Undana setelah rumah sakit ini resmi bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,” tutur dr. Efrisca.
Ia berharap momen bersejarah tersebut menjadi awal yang baik bagi RSU Undana dalam menghadirkan layanan kesehatan yang profesional, bermutu, sekaligus humanis bagi masyarakat.
“Ini menjadi sukacita bagi kami. Baru pada bulan pertama setelah melayani pasien BPJS, Tuhan mempercayakan kelahiran bayi pertama di RSU Undana. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Saat ini, ibu dan bayi telah diperbolehkan pulang dalam kondisi sehat. Keberhasilan persalinan tersebut sekaligus menjadi bukti kesiapan RSU Undana dalam memberikan layanan kesehatan yang aman, profesional, dan setara bagi seluruh masyarakat, termasuk peserta BPJS Kesehatan.







