Bonjers Dukung Penunjukan Plh Sekda Rita: ‘Tugas Berat Menanti, dari Reformasi Birokrasi hingga RAPBD’

  • Whatsapp
Anggota DPRD Provinsi NTT, Boni Jebarus, yang akrab disapa Bonjers.

PORTALNTT.COM, KUPANG – Penunjukan Asisten II Setda NTT, Flori Rita Wuisan, sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah menggantikan Kosmas Lana yang memasuki masa pensiun per 1 Oktober 2025, menuai tanggapan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Anggota DPRD Provinsi NTT, Boni Jebarus, yang akrab disapa Bonjers.

Dalam pernyataannya, Bonjers menyampaikan ucapan selamat sekaligus dukungan penuh terhadap kepercayaan yang diberikan Gubernur NTT kepada Rita.

“Proficiat kepada Ibu Rita atas kepercayaan yang diberikan untuk menjadi Plh Sekda Pemprov NTT. Selamat bertugas dan semoga sukses memimpin birokrasi NTT,” ujarnya, Rabu (1/10/2025).

Menurut Bonjers, keputusan Gubernur NTT menunjuk Rita adalah hak prerogatif yang didasari pertimbangan menjaga soliditas dan kekompakan aparatur birokrasi. Ia juga menilai penunjukan Rita sebagai langkah strategis untuk menghindari konflik kepentingan dalam proses seleksi Sekda definitif.

“Saya mencoba menyelami pikiran Gubernur. Karena Ibu Rita akan memasuki masa pensiun setengah tahun lagi, maka praktis beliau tidak bisa ikut dalam seleksi Sekda definitif. Dengan begitu, prosesnya akan lebih bersih dari potensi konflik kepentingan,” jelasnya.

Tiga Tantangan Berat Menanti Plh Sekda

Meski mendukung, Bonjers mengingatkan bahwa sejumlah tantangan besar menanti Plh Sekda dalam waktu dekat. Pertama, soal penataan jenjang eselon yang hampir dua tahun mandek.

“Proses penjejangan eselon dari IV ke III dan III ke II sudah lama terhambat. Ini pekerjaan berat, karena portofolio pejabat eselon II dan III saat ini sangat terbatas. Akibatnya, pilihan Gubernur untuk menempatkan orang-orang terbaik dalam reformasi birokrasi menjadi sangat sedikit,” tegasnya.

Kedua, Bonjers menyoroti penyusunan RAPBD 2026 yang dinilai sebagai potret nyata program strategis Gubernur sesuai visi dan misi. Ia yakin pengalaman Rita sebagai birokrat senior akan membantu dalam proses perencanaan serta komunikasi lintas pihak.

Ketiga, posisi Plh Sekda sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) akan sangat menentukan soliditas birokrasi.

“Ini pekerjaan tersulit, bagaimana Plh Sekda bisa menggerakkan semua lini birokrasi agar berkolaborasi dalam penyusunan dan pelaksanaan APBD,” ungkapnya.

Dukungan Dewan

Di akhir pernyataannya, Bonjers menegaskan bahwa DPRD NTT memberikan dukungan kepada Plh Sekda, sembari berharap Rita mampu menjalin komunikasi dengan semua pihak untuk menyukseskan program prioritas pemerintah provinsi.

“Kami mendukung penuh, tapi sekaligus berharap Plh Sekda mampu menjaga komunikasi dan soliditas birokrasi, agar seluruh program pemerintah provinsi berjalan sesuai harapan masyarakat NTT,” pungkas Bonjers.

Komentar Anda?

Related posts