Dugaan Setoran “Uang Pelicin” dibalik Program Revitalisasi Sekolah di Rote Ndao, Kepsek Klaim Ditekan Oknum di Dinas Pendidikan

  • Whatsapp

Penulis: Daniel Timu

PORTALNTT.COM, ROTE NDAO – Dugaan adanya permintaan sejumlah uang terhadap kepala sekolah penerima Dana Revitalisasi Bidang Pendidikan Tahun 2026 di Kabupaten Rote Ndao mencuat ke publik.

Informasi tersebut disampaikan oleh empat orang kepala sekolah jenjang SD dan SMP dari sejumlah sekolah penerima program. Mereka meminta identitasnya dirahasiakan karena khawatir adanya dampak terhadap proses pencairan maupun pelaksanaan program di sekolah masing-masing.

Kepada media ini melalui sambungan telepon pada 9 September 2026, para kepala sekolah mengaku adanya dugaan intervensi dari oknum di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Rote Ndao.

Mereka menyebut dua oknum berinisial SD dan EM yang diduga kerap meminta sejumlah uang kepada kepala sekolah penerima program. Salah satu oknum disebut masih bertugas di bidang sarana dan prasarana, sementara EM sebelumnya berada di bidang tersebut dan kini bertugas di seksi kurikulum.

Menurut keterangan para kepala sekolah, modus yang diduga dilakukan adalah menyampaikan bahwa bantuan revitalisasi dapat diperoleh sekolah karena perjuangan kedua oknum tersebut. Kepala sekolah juga disebut mendapat tekanan agar menyetorkan sejumlah uang.

Bahkan, menurut pengakuan sumber, muncul dugaan ancaman akan dipersulit dalam proses pencairan dan pelaporan dana apabila permintaan tersebut tidak dipenuhi. Mereka juga mengaku sempat mendapat informasi bahwa kerja sama dengan Kementerian dapat dibatalkan.

Tak berhenti di situ, para kepala sekolah juga menduga adanya intervensi dalam pembentukan panitia pelaksana kegiatan fisik revitalisasi, termasuk dugaan pengarahan dalam pengadaan bahan bangunan atau material kepada pihak tertentu.

Program Rote Mengajar Ikut Disorot

Sorotan lain muncul terkait program Rote Mengajar yang digagas Bupati Rote Ndao. Berdasarkan keterangan sumber, program tersebut disebut turut dibebankan kepada sekolah penerima Dana Revitalisasi dengan nilai pungutan yang disebut berkisar Rp5 juta hingga Rp10 juta per sekolah. Jika dugaan tersebut benar dan diterapkan kepada sekitar 17 sekolah penerima, nilainya disebut dapat mencapai sekitar Rp100 juta.

Namun, tudingan tersebut dibantah oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rote Ndao, Moris D. E. Bulan, S.Pd., M.Si yang saat dikonfirmasi, dengan tegas Moris membantah adanya pungutan oleh Dinas Pendidikan.

Sementara terkait dua oknum berinisial SD dan EM yang disebut-sebut sebagai pihak yang aktif meminta uang, Moris menyatakan dirinya belum mengetahui persoalan tersebut.

“Kalau dua oknum SD dan EM, saya tidak mengetahui, tapi nanti saya akan cek kebenarannya,” ungkap Moris Bulan, Kadis Pendidikan Rote Ndao.

Kadis Pendidikan juga mempersilakan media untuk mengawal seluruh program maupun proyek yang berada di lingkungan Dinas Pendidikan. Ia meminta apabila terdapat oknum yang bermain agar segera dilaporkan. Menurutnya, pengelolaan Dana Revitalisasi merupakan kewenangan kepala sekolah masing-masing penerima.

Sementara mengenai dukungan untuk program Rote Mengajar, Moris menjelaskan bahwa sekolah hanya diminta memberikan dukungan berupa pembelian makanan ringan dan minuman saat kegiatan berlangsung.

Dengan munculnya keterangan dari sejumlah kepala sekolah dan bantahan dari Kepala Dinas Pendidikan, persoalan ini kini menyisakan pertanyaan publik: benarkah ada permainan di balik program revitalisasi sekolah, ataukah tudingan tersebut hanya kesalahpahaman dalam pelaksanaan program?

Jika benar terjadi permintaan uang dengan memanfaatkan program pemerintah, persoalan tersebut bukan sekadar menyangkut nominal rupiah, tetapi menyentuh persoalan serius mengenai transparansi, integritas, dan tata kelola bantuan pendidikan.

Data dihimpun media ini, terdapat 17 Sekolah di Rote Ndao, baik di tingkat Sekolah Dasar maupun Sekolah Menengah yang tercatat sebagai penerima Dana Revitalisasi, yakni : SD GMIT Oebela, SD Inpres Oehu, SD Negeri Longgo Koli, SD Negeri Deaoen, SD GMIT Netenaen, SD Negeri Mbadokai, SD Inpres Mbiu, SD Negeri Holomanu, SD Negeri Sotimori, SD Negeri Nduadi, SD GMIT Oekupi, SD Negeri Ndau, SD Negeri Lekik, SD GMIT Ingguinak, SD Inpres Tolama, SD Negeri Oeno, SD Negeri Oly, SMP Negeri 1 Landu Leko, SD-SMP Negeri Satu Atap Batulai, SMP Negeri 3 Rote Timur.

Komentar Anda?

Related posts