PORTALNTT.COM, KUPANG – Semarak Pesta Perak ke-25 Sekolah Tinggi Ilmu Pastoral (STIPAS) Keuskupan Agung Kupang diwarnai dengan Lomba Tutur Kitab Suci yang melibatkan pelajar sekolah menengah pertama (SMP) se-Kota Kupang.
Sebanyak 21 peserta dari sejumlah SMP di Kota Kupang ambil bagian dalam perlombaan yang digelar di Aula St. Petrus STIPAS Keuskupan Agung Kupang, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh sukacita. Para peserta tampil menyampaikan pesan-pesan Kitab Suci dengan kemampuan, keberanian, dan penghayatan masing-masing.
Lomba tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pesta Perak ke-25 STIPAS Keuskupan Agung Kupang yang mengusung tema “Bertransformasi dalam Pendidikan, Melayani dengan Iman.”
Mewakili Ketua STIPAS Keuskupan Agung Kupang, RD. Emanuel I.D. Je’e Maly, S.Fil., M.Pd., membuka kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, RD. Je’e Maly mengatakan, perjalanan 25 tahun STIPAS merupakan perjalanan iman yang tidak terlepas dari kontribusi banyak pihak.
Mereka, kata dia, telah mengambil bagian melalui doa, kerja, pengajaran, pembelajaran, pelayanan, maupun pengorbanan bagi perkembangan STIPAS.
“Perjalanan 25 tahun ini bukan hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan masa lalu, tetapi juga kesempatan untuk menatap masa depan dengan harapan baru,” ujarnya.
RD. Je’e Maly yang juga menjabat Wakil Ketua II Panitia Pesta Perak STIPAS mengatakan, perubahan zaman dan tantangan pastoral yang terus berkembang menuntut STIPAS untuk menghadirkan pendidikan yang bermutu, relevan, berkarakter, serta tetap berakar pada iman Katolik.
Bukan sekadar kompetisi
Menurut dia, Lomba Tutur Kitab Suci memiliki makna lebih dari sekadar perlombaan.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyuarakan dan mewartakan Sabda Tuhan melalui kemampuan berbicara, keberanian tampil di depan publik, sekaligus penghayatan terhadap pesan Kitab Suci.
“Para peserta tidak hanya diajak untuk mampu berbicara tentang Kitab Suci, tetapi juga menghidupi Sabda Tuhan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ia mengutip Roma 10:17, “Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”
Pesan tersebut, lanjutnya, menjadi salah satu landasan penting dalam kegiatan tersebut, bahwa Sabda Tuhan tidak berhenti pada kemampuan untuk mengucapkannya, tetapi juga perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah melalui proses penilaian oleh dewan juri, empat peserta ditetapkan sebagai pemenang Lomba Tutur Kitab Suci.
Juara pertama diraih Maria Renata C. Bunganaen dari SMPK Giovanni Kupang.
Juara kedua diraih Renaldine D. Sarah dari SMPN 12 Kota Kupang.
Sementara juara ketiga diraih Jaclin C. A. Taga Doko, juga dari SMPK Giovanni Kupang.
Adapun juara keempat diraih Aurea Chelsea M. Bukan dari SMPK St. Yoseph Naikoten.
STIPAS Keuskupan Agung Kupang memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berani tampil dan mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Apresiasi juga diberikan kepada dewan juri dan panitia yang telah mendedikasikan waktu dan tenaga sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
Melalui Lomba Tutur Kitab Suci tersebut, STIPAS berharap kecintaan generasi muda terhadap Kitab Suci semakin tumbuh.
Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang berani menjadi pewarta serta mampu membawa dan menghidupi Sabda Tuhan di tengah keluarga, sekolah, Gereja, dan masyarakat.







