PORTALNTT.COM, KUPANG – Wakil Ketua DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT), Fernando Jose Osorio Soares, memfasilitasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Kupang untuk mengikuti pelatihan public speaking atau keterampilan berbicara di depan umum.
Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam mempromosikan produk, membangun kepercayaan konsumen, serta memperluas peluang pasar melalui komunikasi yang efektif.
Fernando mengatakan, keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga kemampuan pelaku usaha dalam memperkenalkan dan menjelaskan keunggulan produknya kepada calon konsumen.
Menurut dia, keterampilan komunikasi menjadi salah satu modal penting bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
“Pelaku UMKM tidak hanya perlu memiliki produk yang berkualitas, tetapi juga harus mampu mengomunikasikan keunggulan produknya dengan baik. Kemampuan berbicara dan menyampaikan pesan menjadi salah satu faktor penting dalam menarik minat konsumen,” jelas Fernando.
Pelatihan tersebut akan berlangsung selama tiga bulan melalui VIBI Public Speaking Class. Para peserta dibimbing langsung oleh Vibi J.P. S. Radamuri, S.I.Kom., M.H., CPS, pelatih public speaking bersertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) di NTT.
Melalui program ini, peserta akan dibekali keterampilan berbicara di depan umum, menyampaikan informasi secara terstruktur, serta meningkatkan kepercayaan diri saat memperkenalkan produk kepada calon pelanggan.
Fernando berharap, pelatihan ini tidak sekadar meningkatkan kemampuan berbicara, tetapi juga membantu pelaku UMKM mengembangkan strategi promosi yang lebih efektif.
“Harapan saya, melalui pelatihan ini, para pelaku UMKM semakin percaya diri dalam mempromosikan produk mereka. Dengan komunikasi yang baik, mereka bisa lebih mudah membangun hubungan dengan konsumen dan meningkatkan daya saing usahanya,” ujar Fernando.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu berjalan beriringan dengan pengembangan mutu produk. Dengan demikian, pelaku UMKM tidak hanya mampu menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga memiliki keterampilan untuk memasarkannya secara lebih luas.
Fernando berharap, penguatan kapasitas pelaku UMKM dapat membuka peluang usaha yang lebih besar, meningkatkan penjualan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kota Kupang.
Menurut dia, dukungan terhadap UMKM perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pelaku usaha lokal semakin mandiri dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. (*)







