PORTALNTT.COM, ATAMBUA – Dalam rangka meningkatkan jumlah rekrutmen peserta dan meningkatkan kolektabilitas iuran Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan melakukan berbagai cara dan upaya serta terobosan dalam mencapa cita-cita besar mencapai cakupan kepesertaan semesta atau Universal Health Coverange (UHC). Salah satu upaya tersebut adalah dengan merekrut Kader JKN untuk membantu dalam pemberian informasi terkait Program JKN-KIS, merekrut peserta baru, melakukan kolekting iuran pada peserta menunggak dengan bekerjasama bank mitra sebagai agen bank.
“Awal menjadi Kader JKN di tahun Oktober 2016 memang masih sangat berat. Karena selain kondisi masyarakat Kabupaten Belu yang penghasilannya masih kurang baik, juga masih belum adanya kesadaran akan pentingnya Program JKN-KIS serta masyarakat Belu juga masih awam dengan keberadaan Kader JKN,” tutur Lusia Dendi Koten, Kader JKN pertama di Kabupaten Belu saat ditemui di kediamannya, pada Jumat (14/12).

Lisa menambahkan dengan menjadi Kader JKN ia merasa bermanfaat bagi banyak orang, bagi masyarakat Kabupaten Belu. Melalui Kader JKN, ia dapat melakukan banyak hal untuk membantu masyarakat mulai dari memberikan informasi bagi masyarakat.
“Yang awalnya tidak tahu tentang Program JKN-KIS, jadi tahu bahwa iurannya sangat murah. Selain itu JKN-KIS juga mudah dipakai untuk berobat dengan biaya yang terjangkau. Menjadi Kader Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan sesuatu yang sangat membanggakan bagi saya. Dengan menjadi Kader JKN saya merasa bermanfaat bagi banyak orang dan ini sebagai bentuk sumbangsi saya untuk menjadikan Indonesia yang lebih sehat,” tutur ibu 9 orang anak ini.
Ia berharap agar Program JKN-KIS ini dapat terus berjalan karena program ini program yang baik dan sangat membantu masyarakat sebagai jembatan untuk lebih mudah dalam mengakses pelayanan kesehatan tanpa ada pembedaan status sosial, masyarakat yang dulu takut berobat di rumah sakit sekarang lebih tenang dengan adanya jaminan kesehatan ini.







